KERJA NYATA DBMSD KABUPATEN TANGERANG PERKUATAN TEBING SALURAN PEMBUANG KALONG , RAMPUNG DENGAN BAIK.

Postjk.com | Tangerang, Selasa 16/12

Kerja nyata Bidang Sumber daya Air (DBMSDA) kabupaten tangerang,dalam upaya pencegahan banjir dengan perkuat tebing dan saluran pembuangan kalong di kecamatan jayanti sudah selesai dan mendapat apresiasi serta tangggapan positif dari warga sekitar husunya petani, adapun seorang warga pasir gintung yang bermukim dekat saluran pernah terkena dampak banjir, menuturkan sejak dibuat saluran itu,Β  banjir yang tadinya sampai di pekarangan rumah kini sudahΒ  berkurang .

 

Bidang Sumber Daya Air (DBMSDA) Kabupaten Tangerang telah melakukan pekerjaan Perkuatan Tebing Saluran Pembuang Kalong di Kecamatan Jayanti dengan baik. Didi sebagai Peltek dalam keterangannya (by phone) mengungkapkan ”pekerjaan telah melakukan pengawasan langsung dan memastikan bahwa tidak ada item yang dikurangi dan volume sudah sesuai dengan RAB pembangunan”.

Foto Istimewa Postjk.com

Didi peltek juga menyakinkan awak media, Klo pasangan mah dijamin gabakalan roboh beberapa tahun kedepan juga dijamin….. Kokoh…. banget itu bang” insyaalloh ( Pungkasnya)

Pekerjaan NOMOR SPK/KONTRAK: 610/35_PL/PPK_SDA/K/APBOP/DBMSDA/X2825

PERKUATAN TEBING SALURAN PEMBUANG KALONG

Lokasi kecamatan Jayanti-Pasir Gintung dengan nilai kontrak Rp. 217.300.000,00 Tahun anggaran 2025. Menunjukkan komitmen DBMSDA Kabupaten Tangerang dalam mewujudkan infrastruktur berkeadilan yang menyejahterakan masyarakat, dengan fokus pada:
– Ketahanan pangan
– Mitigasi bencana
– Peningkatan kesehatan masyarakat.

Foto istimewa saluran pembuangan kalong

Melalui pengelolaan sumber daya air yang efektif dan efisien, DBMSDA Kabupaten Tangerang berupaya meningkatkan kualitas hidup masyarakat dan menciptakan lingkungan yang lebih baik.

Salah satu wargaΒ  Ulfa (40) yang tinggal di sekitar lokasi proyek, mengunkap trimakasih pada pemerintah daerah dan pelaksana proyek, karna pembangunan saluran tersebut memperlacar arus air dari waduk darul qolam, jika intensitas hujan tinggi biasanya, air meluap kemana-mana ketika pintu waduk dibuka, Warga pasir gintung ibu Ulfa (40) berharap pembangunan berlanjut kedepan.

Senada dengan keterangan, pelaksana proyek,CV ARTA ULINA MATARAJAΒ  Liston S, mengunkap, saya sebagai pelaksana bertanggung jawab atas hasil pekerjaan saya, saya pastikan dalam waktu 10 tahun kedepan tidak akan roboh. Menjawab brita miring yang beredar dimedia online. Ungkapnya keawak media posjkt.com.Β  Kami akan selalu menjaga kwalitas pekerjaan, saya pastikan itu. Untuk menjaga kepercayaanΒ  masyarakat hususnya DBMSDA.

( Red postjk.com.Max) Baca selengkapnya

PEMBANGUNAN EMBUNG PERUMAHAN SUDIRMAN MENELAN ANGGARAN 10 MILYAR, DARI TAHAP PERTAMA DAN KEDUA.

Postjkt.com / Kamis 12/2025, Tigaraksa, Pembangunan Embung Perum Sudirman di Kecamatan Tigaraksa, Kabupaten Tangerang, telah dimulai dengan peletakan batu pertama oleh Penjabat (Pj) Bupati Tangerang, pada masa itu. Embung ini bertujuan untuk mengurangi dampak banjir di tiga lokasi perumahan dan sekitarnya, yaitu Perumahan Sudirman Indah, Perumahan Puri, dan Perumahan Triraksa.

Warga sekitar mengungkapkan bahwa pembangunan ini sangat membantu mengurangi banjir dan sebagai daerah resapan air tanah,Β  penggunaan air tanah oleh masyarakat selama ini sangat minim karna air dalam tanah kosong.

Namun dengan adanya pembangunan embung ini debit air tanah selalu ada,ini solusi bagi warga sekitar yang menggunakan sumur bor.

Embung ini memiliki luas 7.500 M2 dan dapat menampung sekitar 28.526 M3 air. Pembangunan embung ini diharapkan dapat selesai pada tanggal 17 Desember 2024, dengan waktu pelaksanaan 180 hari kalender.

Kepala Dinas Bina Marga SDA Kabupaten Tangerang, Rijal, mengungkapkan bahwa ada sekitar 92 titik lokasi rawan banjir di Kabupaten Tangerang, dan embung ini diharapkan dapat membantu mengurangi genangan air saat curah hujan tinggi.

Selain itu, Jika embung ini rampung pada tahap berikutnya dapat dijadikan sebagai lokasi wisata dan ruang terbuka hijau, serta kegiatan masyarakat lainnya di sekitar lokasi embung. Warga berharap pembangunan embung ini dapat dilaksanakan tepat waktu, tepat mutu, dan tepat biaya, serta dapat memberikan manfaat maksimal bagi warga. Pembangunan Embung Perum Sudirman di Kecamatan Tigaraksa, Kabupaten Tangerang, telah dimulai dengan peletakan batu pertama oleh Penjabat (Pj) Bupati Tangerang, Andi Ony dan diteruskn tahap kedua oleh Bupati saat ini Rudi M . Embung selain bertujuan untuk mengurangi dampak banjir di tiga lokasi perumahan dan sekitarnya, yaitu Perumahan Sudirman Indah, Perumahan Puri, dan Perumahan Triraksa. Embung ini juga solusi penyimpanan air, untuk menghadapi becana jika terjadi kekeringan berkepanjangan.

Embung ini memiliki luas 7.500 M2 dan dapat menampung sekitar 28.526 M3 air. Pembangunan embung ini diharapkan dapat selesai pada tanggal 17 Desember 2024, dengan waktu pelaksanaan 180 hari kalender.

Kepala Dinas Bina Marga SDA Kabupaten Tangerang, Rijal, mengungkapkan bahwa ada sekitar 92 titik lokasi rawan banjir di Kabupaten Tangerang, dan embung ini diharapkan dapat membantu mengurangi genangan air saat curah hujan tinggi.

Kabid SDA KABUPATEN TANGERANG, mengakui pembangunan tersebut belum rampung masih ada tahap ketiga di tahun 2026, sehingga belum sesuai seperti yang direncanakan di awal.

Selain itu, embung ini juga dapat dijadikan sebagai lokasi wisata dan ruang terbuka hijau, serta kegiatan masyarakat lainnya di sekitar lokasi embung.

Sangat disayang, disisi lain pembangunan tersebut tercium aroma markup anggaran, menurut salah satu aktivitas Banten.

Menurut keterangan aktivis yang beredar luas dimedia online Pembangunan Embung Perumahan Sudirman Indah di Kabupaten Tangerang terindikasi markup, dengan dugaan penyelewengan anggaran dan kongkalikong dalam penggunaan dana proyek. Berdasarkan hasil investigasi, pembangunan embung yang dikerjakan oleh CV Kirana Bangun Konstruksi dan CV Three Langgeng ini memiliki total anggaran Rp 10,717 miliar, diduga tidak sesuai dengan standar yang ditetapkan. Benarkah?

Beberapa kejanggalan yang ditemukan antara lain, apa itu?
– Pekerjaan yang tidak sesuai standar: Pekerja tidak menggunakan keamanan, keselamatan, dan kerja (K3) yang memadai.
– Standar ukuran tanggul tidak sesuai: Posisi tanggul lebih rendah dari tanah daratnya, sehingga berpotensi menyebabkan kegagalan struktur.

 

Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) Kabupaten Tangerang, RijalΒ  menanggapi hal tersebut ke awak media postjkt.com memberikan tanggapan terkait tudingan tersebut.Β  “Bahwa itu tidak benar, boleh-boleh saja pengamat berpendapat demikian, namun saya sebagai pejabat pelaksana pembuat komitmen, sudah bekerja sesuai standar dan RAB,Β  sudah melakukan pengawasan secara maksimal , laporan juga jelas dan rapih bahkan proyek tersebut sudah dibayar“.Β  (Ungkapnya) Jadi silahkan awasi dan kami/ saya sangat senang jika ada masukan dan koreksi. Tambahnya lagi.

 

 

Red/postjkt.com/Max

DINAS BINA MARGA DAN SUMBER DAYA AIR KABUPATEN TANGERANG, MENGUCAP SELAMAT HARI SUMPAH PEMUDA 28 /10/ 2025

Postjkt.com//TangerangΒ Berikan aku 1000 orang tua, niscaya akan kucabut semeru dari akarnya. Berikan aku 10 pemuda, niscaya akan kuguncangkan dunia.”

” Satu-satunya yang dapat membebaskan manusia dari segala kesulitan adalah kerja. Kerja yang sungguh-sungguh, kerja yang ikhlas.”

“Tidak ada kata menyerah, karena setiap langkah kita adalah untuk maju.”

“Pemuda adalah pelopor perubahan, pemuda adalah api yang membakar semangat bangsa.”

“Bersatulah wahai pemuda, satukan tekad untuk memajukan bangsa.”

 

 

 

Postjktc/ SP

 

 

Asmudi ketua LSM KM

DINAS BINA MARGA DAN SUMBER DAYA AIR DALAM SOROTAN LEMBAGA SWADAYA MASYARAKAT?

POSTJKT.COM / Tangerang Jum’at (24/10) Hampir Setiap Hari Disugukan Dengan Berita Keluhan Warga Terkait Jalan Rusak.Β  Asdiyanto apa Solusi…? Dari Dinas Bina Marga Dan Sumber Daya Air Kabupaten Tangerang?

Warga Kabupaten Tangerang, menolak untuk terus menjadi saksi bisu atas bobroknya tata kelola pemerintahan daerah, terutama di tubuh Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (BMSDA). Selama empat tahun terakhir, dari 2021 hingga 2024, Badan Pemeriksa Keuangan (BPK RI) telah berulang kali menemukan berbagai penyimpangan dalam proyek jalan dan irigasi mulai dari ketidaksesuaian volume pekerjaan, mutu beton di bawah standar, hingga lemahnya pengawasan internal. Total nilai temuan mencapai Rp13,9 miliar, dan semua itu terjadi bukan sekali, tapi berulang kali, dengan pola yang sama.Ungkapnya, (As) Fakta ini tidak hanya menunjukkan ketidakefisienan birokrasi, tetapi juga menggambarkan kerusakan moral dan hilangnya tanggung jawab pejabat publik terhadap amanah rakyat.

Ironisnya, setiap tahun BPK memberi rekomendasi perbaikan, tetapi Dinas Bina Marga dan SDA tak pernah benar-benar berubah. Kesalahan terus diulang, laporan diperbaiki di atas kertas, namun praktik di lapangan tetap bobrok. Ini bukan lagi soal kelalaian teknis, melainkan soal mental pejabat yang sudah kebal terhadap kritik dan tidak lagi memiliki malu di hadapan rakyat. Pemerintahan yang seharusnya hadir untuk melayani justru menjadi mesin birokrasi yang kaku, tertutup, dan kehilangan arah.

Tidak berhenti di situ, publik juga diguncang oleh fakta pengurukan badan Sungai Kronjo-Muncung yang dilakukan oleh pihak swasta dengan dalih memiliki izin PKKPR. Kegiatan itu jelas-jelas melanggar hukum dan merusak lingkungan hidup, menutup aliran air dan mengubah fungsi ekologis sungai. Sementara Dinas yang bertugas menjaga sumber daya air justru diam tanpa tindakan. Tindakan ini adalah bukti pembiaran, pembiaran adalah bentuk pengkhianatan terhadap tanggung jawab. Ketika pejabat publik membiarkan sungai dikubur hidup-hidup atas nama proyek, maka sesungguhnya nurani mereka sudah ikut tertimbun bersama lumpur kekuasaan.

Sementara itu, mutu proyek jalan di berbagai wilayah Kabupaten Tangerang kian mempermalukan wajah pembangunan daerah. Banyak jalan baru yang sudah retak sebelum waktunya, berlubang setelah diguyur hujan, dan mengelupas seakan tak punya daya tahan. Padahal anggaran yang dikeluarkan mencapai miliaran rupiah dari uang rakyat. Ini bukan pembangunan, ini pengkhianatan terhadap kepercayaan publik. Dinas BMSDA jelas gagal memastikan standar mutu dan gagal menegakkan pengawasan teknis. Proyek dikerjakan seperti ritual rutin tahunan, cepat cair, cepat selesai, cepat rusak. Begitu seterusnya, tanpa perbaikan.

Lebih mencengangkan lagi, BPK juga mencatat adanya penyimpangan pertanggungjawaban belanja BBM dan pelumas senilai sekitar Rp690 juta. Data kendaraan tak sesuai, nota fiktif, dan bukti administrasi tidak lengkap. Bila untuk sekadar mencatat pembelian bahan bakar saja Dinas ini tidak bisa jujur, bagaimana mungkin masyarakat bisa mempercayakan miliaran rupiah untuk membangun jalan dan jembatan?

Sudah saatnya kita berbicara tanpa basa-basi bahwa Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kabupaten Tangerang Telah Gagal Total. Gagal menjaga uang rakyat. Gagal membangun dengan benar, Gagal menjaga lingkungan Dan di atas semuanya, gagal mempertahankan kepercayaan masyarakat. Ungkap ketua LSM (AS).

Tuntutan yang akan disampaikan dalam aksi 5 hari kedepan, sebagai berikut.

1. Mendesak Kepala Dinas Bina Marga Dan Sumber Daya Air Kabupaten Tangerang Agar Segera Mengundurkan Diri Dari Jabatannya Sekarang Juga.

2. Mendesak Kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Untuk Turun Tangan Mengusut Tuntas Dugaan Penyimpangan Proyek Dan Keuangan Di Bina Marga Dan Sumber Daya Air Kabupaten Tangerang.

Dalam pernyataannya sikap dalam waktu dekat, masyarakat akan melakukan aksi demonstrasi selama beberapa hari,dalam pesan singkatnya, media diundang ikut serta menyuarakan agar, Kabupa Tangerang bersih dari tindakan merugikan negara.

 

Tim Red. ( Bagian 1) Baca selengkapnya

Dinas Bina Marga dan SDA Kabupaten Tangerang Realisasikan Pembanguna Jembatan Cipasilian, Warga Merasa Puas

KADIS BMSDA IWAN FIRMANSYAHΒ 

 

 

TANGERANG// POSTJKT.COM, Kepala Dinas Bina Marga dan SDA Kabupaten Tangerang, H Iwan Firmansyah, menyampaikan bahwa pembangunan jembatan ini merupakan bentuk nyata perhatian Pemerintah Kabupaten Tangerang terhadap kebutuhan infrastruktur jalan bagi masyarakat.

Dinas Bina marga dan SDA Kabupaten Tangerang telah merampungkan pembangunan Jembatan Cipasilian atau Jembatan Bintarok yang menghubungkan Desa Pasilian dengan Desa Pagedangan Udik Kecamatan Kronjo.

β€œSemua ini bisa terealisasi berkat dukungan, dorongan, dan kebersamaan masyarakat. Semoga jembatan ini bermanfaat dan menjadi akses yang memperlancar aktivitas warga,” ujarnya kepada awak media.

Baca selengkapnya

Untuk mencegah Banjir, Pemkab Tangerang, Membangun Kolam Retensi/Polder

Kabupaten Tangerang POSTJKT.COM -Pemerintah Kabupaten Tangerang telah membangun kolam retensi atau Polder di sejumlah titik salah satunya di TigaraksaΒ  kecamatan Tigaraksa dan Cibadak di Kecamatan Cikupa sebagai solusi jangka panjang untuk mengatasi banjir yang telah melanda wilayah tersebut selama lebih dari satu dekade. Pembangunan polder ini merupakan salah satu prioritas utama dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Tangerang.

 

Fungsi Polder Cibadak

 

– Menampung air hujan dan mencegah meluapnya aliran air ke permukiman warga

– Mengurangi durasi dan ketinggian banjir di wilayah sekitar

– Menjadi tempat “parkir” air sementara sebelum dialirkan ke saluran pembuangan

 

Spesifikasi Polder Cibadak

 

– Luas lahan: 2.847 meter persegi

– Daya tampung: 7.762 meter kubik air

– Kedalaman: sekitar 6 meter

– Waktu pembangunan: 6 bulan (Juni-November 2025)

 

Kerja Sama dan Harapan

 

– Pemkab Tangerang akan menggandeng para pemilik lahan, pengembang, serta pemerintah desa dan kecamatan untuk bersama-sama membuka jalur air menuju saluran pembuangan

– Harapan masyarakat adalah agar banjir dapat dikurangi durasi dan ketinggian genangannya, sehingga aktivitas masyarakat tetap bisa berjalan dan pelayanan publik dari pemerintah tetap bisa diberikan secara optimal.

 

Bupati Rudi Maesyal berserta Rombongan.Β 

 

 

 

 

Red. Switno Purba

PELEBARAN JALAN ARYA JAYA SANTIKA CIBADAK, MACET DIKALA TERHAMBAT KARENA TANAH BELUM DIBAYAR?

Postjktc.com-//6TANGERANG, 18 Mei 2025, Pembangunan dan pelebaran jalan raya Arya Jaya Santika, proyek yang dikerjakan oleh pemborong yangΒ  informasinya, milik salah satu anggota dewan DPRD kabupaten Tangerang berinisial OZ. Tujuan pembangunan jalan meningkatkan aksesibilitas, mempermudah akses ke berbagai daerah, sehingga meningkatkan mobilitas masyarakat dan barang.

Meningkatkan kualitas hidup*: Meningkatkan kualitas hidup masyarakat dengan mempermudah akses ke fasilitas kesehatan, pendidikan, dan lain-lain.

 

Dengan demikian, pembangunan jalan dapat memberikan manfaat yang signifikan bagi masyarakat dan perekonomian suatu daerah.

 

Namun, ketika pembangunan tersebut,Β  tidak dilakukan dengan perencanaan yang matang, tentu, menjadi masalah, bagi masyarakat pengguna, terlebih diwaktu pergi dan berangkat kerja. Hal yang dikeluhkan masyarakat, macet panjang dan kurangnya pengaturan, kendaraan bermotor.

 

Proyek multiyears, yang dilaksanakan CV. THREE LANGGENG dengan anggaran Rp. 2.997.686.000, terkendala karna pembebasan lahan yang belum dibayar pemda kabupaten Tangerang.

Pemilik tanah yang belum dapat diketahui awak media siapa namanya, memasang sepanduk ,Β  bertuliskan larangan untuk dikerjakan, karna tanahnya belum dibayar.

Terhambatnya pelaksanaan pembangunan jalan, menjadi persoalan serius, bagi pengusaha dan bagi pengguna jalan, karna akan menambah waktu makin lama , tentu akan melanggar kesepakatan kerja dengan waktu yang sudah ditentukan, sesuai dengan papan proyek. Persolaan disaat jam sibuk masayarakat berangkat dan pulang kerja, kemacetan tidak dapat dihindari.

 

Pengaturan lalu lintas yang hanya dikendalikan oleh pak ogah atau masyarakat setempat sedikit mengurai kemacetan.kehadiran polisi lalu lintas sangat diharapkan agar jagan sampai terjadi adu mulut antar sesama pengendara. Masyarakat berharap ketika, pengerjaan proyek dapat dilakukan di malam hari, agar disaat pergi dan pulang kerja tidak macet terlalu lama.

Salah satu pengguna jalan, merasa kesal, dan kecewa, karna kemacetan yang di akibatkan pembangunan dan perbaikan jalan, tersebut membuatnya terlambat samapai ketempat kerjanya.

 

 

 

Red. Switno purba.