“Nutrisi Hilang karena Cacingan? Begini Cara Mencegahnya”

 

“Nutrisi Hilang karena Cacingan? Begini Cara Mencegahnya”

dr. Oeis Ramadhan, Sp.A |dr. Radot Sihombing, Sp.A

TANGERANG,POSTJKTC.COM | RSUD-TIGARAKSA,Cacingan adalah infeksi akibat masuknya cacing parasit ke dalam tubuh, terutama ke usus manusia. Jenis cacing yang umum menyerang antara lain cacing gelang, cacing tambang, dan cacing cambuk. Cacing-cacing ini bisa masuk melalui makanan yang tidak bersih, tanah yang tercemar, atau tangan yang kotor. Meskipun terlihat ringan, cacingan dapat menyebabkan masalah kesehatan serius, khususnya pada anak-anak. Anak yang mengalami cacingan bisa terlihat kurus, lesu, dan sering sakit karena tubuhnya kekurangan gizi akibat nutrisi yang diambil oleh cacing dalam usus.Gejala cacingan bisa beragam, seperti nafsu makan menurun, berat badan sulit naik, sakit perut berulang, perut buncit, dan gatal di sekitar anus terutama pada malam hari. Dalam beberapa kasus, cacingan juga bisa menyebabkan anemia (kurang darah) karena cacing mengambil darah dari dinding usus, terutama cacing tambang. Jika dibiarkan, cacingan dapat mengganggu tumbuh kembang anak, menurunkan kemampuan belajar, dan berisiko menyebabkan stunting atau tubuh pendek akibat kekurangan gizi kronis.Beberapa faktor risiko kecacingan antara lain kurangnya kebersihan pribadi, tidak mencuci tangan setelah BAB atau sebelum makan, makan makanan yang tidak bersih, tidak menggunakan alas kaki saat bermain di tanah, serta buang air besar di sembarang tempat. Lingkungan tempat tinggal yang padat dan minim fasilitas sanitasi juga meningkatkan kemungkinan penyebaran telur cacing secara luas di masyarakat.
Untungnya, cacingan dapat dicegah dengan langkah-langkah sederhana. Kementerian Kesehatan menganjurkan pemberian obat cacing setiap 6 bulan sekali bagi anak usia 1–12 tahun melalui program nasional bernama Pemberian Obat Pencegahan Massal (POPM). Selain itu, kebiasaan hidup bersih dan sehat sangat penting: cuci tangan pakai sabun, konsumsi makanan yang dimasak matang dan dicuci bersih, buang air besar di jamban sehat, serta selalu menggunakan alas kaki saat beraktivitas di luar rumah, khususnya di tanah.
Dengan pencegahan yang konsisten dan edukasi yang menyeluruh, kita bisa menurunkan angka kecacingan di Indonesia. Orang tua, guru, petugas kesehatan, dan masyarakat luas memiliki peran penting dalam menjaga kebersihan lingkungan dan mengajarkan kebiasaan baik kepada anak-anak sejak dini. Mari bersama cegah kecacingan, agar anak-anak tumbuh sehat, kuat, dan cerdas.
Segera periksa ke dokter atau fasilitas kesehatan jika ada keluarga yang merasakan gejala cacingan, agar bisa dilakukan pemeriksaan lebih lanjut dan penanganan yang tepat.

Poliklinik Anak hadir di RSUD Tigaraksa pada jadwal berikut :

Nama Dokter :

dr. Qeis Ramadhan, Sp.A

Hari Layanan Senin, Rabu & Jum’at

Jam Pelayanan : 08.00 s.d 12.00

Nama Dokter  :  dr. Radot Sihombing, Sp.A

Hari Layanan Selasa & Kamis
Jam Pelayanan 08.00 s.d 12.00

Untuk informasi lengkap terkait layanan dan fasilitas RSUD Tigaraksa masyarakat dapat menghubungi,

call center…

RSUD Tigaraksa pada nomor 0852-1361-7014 serta mengakses informasi melalui Instagram resmi RSUD Tigaraksa (@rsud.tigaraksa) dan website (rsudtigaraksa.tangerangkab.go.id)
Dengan tata nilai “TERBAIK”, RSUD Tigaraksa terus berkomitmen memberikan layanan kesehatan terbaik untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat kabupaten Tangerang.

 

Sumber :

RSUD TIGARAKSA

By- SP.

Redaksi Postjkt.com

Lindungi Paru-Paru Kecilnya: Yuk Cegah Pneumonia pada Anak!

RSUD TIGARAKSA 

POSTJKT.COM . Tangerang –Pneumonia adalah infeksi yang menyerang paru-paru dan menyebabkan kantung udara kecil di dalam paru (alveoli) terisi oleh cairan atau nanah. Akibatnya, anak mengalami kesulitan bernapas dan tubuh kekurangan oksigen. Pneumonia menjadi salah satu penyakit paling berbahaya bagi anak-anak, terutama balita. Menurut WHO, pneumonia menjadi penyebab utama kematian pada anak di bawah lima tahun di seluruh dunia, sementara data dari Kementerian Kesehatan RI menunjukkan pneumonia masih termasuk dalam sepuluh besar penyebab kematian anak di Indonesia.

Pneumonia pada anak dapat disebabkan oleh berbagai jenis mikroorganisme. Penyebab utamanya adalah bakteri seperti Streptococcus pneumoniae dan Haemophilus influenzae tipe b (Hib). Namun, virus seperti influenza, RSV (Respiratory Syncytial Virus), bahkan campak, juga dapat menjadi pemicu pneumonia. Pada beberapa kasus, jamur juga bisa menjadi penyebab, terutama jika anak memiliki sistem imun yang lemah. Penyakit ini menular melalui udara, percikan batuk atau bersin, serta melalui benda yang terkontaminasi.

Ada beberapa faktor risiko yang membuat anak lebih mudah terkena pneumonia. Anak usia di bawah lima tahun, terutama bayi, lebih rentan karena sistem imun mereka belum matang. Anak yang belum mendapat imunisasi lengkap, mengalami gizi buruk, tidak mendapatkan ASI eksklusif, atau tinggal di lingkungan padat dan tidak bersih juga lebih berisiko. Selain itu, paparan asap rokok atau polusi udara di rumah meningkatkan kemungkinan anak terserang infeksi ini.

Gejala pneumonia pada anak bervariasi tergantung usia dan tingkat keparahannya. Beberapa tanda umum yang perlu diperhatikan adalah demam tinggi, batuk berdahak, napas cepat, sesak napas, dan anak terlihat lelah. Pada bayi, gejalanya bisa berupa sulit menyusu, rewel, dan napas grok-grok. Jika gejala memburuk, bibir dan ujung jari anak bisa tampak kebiruan, menandakan kekurangan oksigen.

Jika tidak segera ditangani, pneumonia bisa menyebabkan komplikasi serius seperti efusi pleura (penumpukan cairan di selaput paru), abses paru (nanah di paru), sepsis (infeksi menyebar ke seluruh tubuh), bahkan gagal napas. Oleh karena itu, penanganan medis harus dilakukan secepatnya. Penanganan pneumonia tergantung pada penyebab dan keparahan kondisi. Jika gejalanya ringan, anak bisa dirawat di rumah dengan antibiotik dan pemantauan. Namun pada kasus yang lebih berat, perawatan di rumah sakit diperlukan, termasuk pemberian antibiotik suntik, terapi cairan, dan oksigen.

Pencegahan pneumonia sangat penting dan bisa dilakukan dengan cara yang sederhana. Langkah utama adalah memberikan imunisasi lengkap, seperti vaksin PCV (pneumokokus), Hib, campak, dan influenza. Selain itu, memberikan ASI eksklusif selama enam bulan pertama, menjaga kebersihan diri dan lingkungan, memastikan anak mendapat asupan gizi seimbang, serta menghindarkan anak dari asap rokok dan polusi udara juga sangat efektif mencegah pneumonia. Membuka ventilasi rumah dan menjaga sirkulasi udara juga disarankan agar anak tetap sehat.

Sebagai kesimpulan, pneumonia pada anak adalah penyakit serius yang dapat dicegah dan diobati. Orang tua harus peka terhadap gejala seperti demam, napas cepat, dan batuk. Tindakan cepat dan tepat sangat menentukan hasil pengobatan. Pencegahan melalui imunisasi dan pola hidup sehat adalah kunci untuk melindungi anak dari ancaman pneumonia.

Segera periksa ke dokter atau fasilitas kesehatan jika ada keluarga yang merasakan gejala pneumonia, agar bisa dilakukan pemeriksaan lebih lanjut dan penanganan yang tepat. Poliklinik Anak hadir di RSUD Tigaraksa pada jadwal berikut :
Nama Dokter
Hari Layanan
Jam Pelayanan

dr. Qeis Ramadhan, Sp.A
Senin, Rabu & Jum’at
08.00 s.d 12.00

 

dr. Radot Sihombing, Sp.A
Selasa & Kamis
08.00 s.d 12.00

Untuk informasi lengkap terkait layanan dan fasilitas RSUD Tigaraksa masyarakat dapat menghubungi

call center RSUD Tigaraksa pada nomor 0852-1361-7014 serta mengakses informasi melalui Instagram resmi RSUD Tigaraksa (@rsud.tigaraksa) dan website (rsudtigaraksa.tangerangkab.go.id)

Dengan tata nilai “TERBAIK”, RSUD Tigaraksa terus berkomitmen memberikan layanan kesehatan terbaik untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat kabupaten Tangerang.

Sumber :
https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/pneumonia
https://www.idai.or.id/artikel/klinik/pengasuhan-anak/menekan-pneumonia

 

CC.RSUD TIGARAKSA

 

 

RED.POSTJKT.COM

Anak Sehat, Bebas Diare : Kunci Ada di Tangan Kita

Tangerang, POSTJKT.COM.

Tangerang  20 Agustus 2025, Diare merupakan kondisi ketika anak buang air besar tiga kali atau lebih dalam sehari dengan konsistensi cair.

Diare masih menjadi salah satu penyebab utama kematian anak usia 12 hingga 59 bulan di Indonesia.

Setiap tahunnya, ribuan anak meninggal akibat dehidrasi dan komplikasi yang timbul dari diare yang tidak ditangani dengan baik..

Selain menyebabkan hilangnya cairan tubuh secara cepat, diare juga bisa mengganggu penyerapan nutrisi, menyebabkan berat badan turun, hingga memperburuk kondisi gizi anak.

Diare terbagi menjadi beberapa jenis berdasarkan durasinya.

Diare akut terjadi dalam waktu kurang dari 7 hari, diare berkepanjangan berlangsung 8 hingga 13 hari, sedangkan diare kronis atau persisten terjadi selama 14 hari atau lebih.

Dari segi bentuk, diare dibagi menjadi diare cair dan diare berdarah, yang biasanya disebabkan oleh infeksi bakteri tertentu.

Gejala diare pada anak umumnya meliputi frekuensi buang air besar yang meningkat, bentuk tinja yang cair atau berair, dan terkadang disertai lendir atau darah.

Anak juga bisa mengalami demam, kembung, mual, muntah, nyeri perut, tidak nafsu makan, dan dalam kasus berat — tampak sangat lemas karena kehilangan banyak cairan.

Jika gejala ini disertai dengan tanda dehidrasi seperti mulut kering, mata cekung, atau tangisan tanpa air mata, maka kondisi anak harus segera ditangani.

Penyebab diare pada anak paling sering adalah infeksi virus, terutama rotavirus yang menyerang anak usia di bawah 5 tahun. Selain itu, bakteri seperti Shigella dan Salmonella, serta parasit juga dapat menjadi pemicu.

Diare juga bisa disebabkan oleh keracunan makanan atau penggunaan antibiotik yang tidak tepat.

Penularannya terjadi melalui makanan atau minuman yang terkontaminasi, tangan yang tidak bersih, serta melalui perantara seperti lalat.

Beberapa faktor risiko yang meningkatkan kemungkinan anak terkena diare antara lain tidak mendapatkan ASI eksklusif, pemberian makanan pendamping ASI (MPASI) yang terlalu dini.

Kebiasaan makan yang tidak higienis, sanitasi lingkungan yang buruk, serta kurangnya akses terhadap air bersih dan jamban sehat.

Anak yang mengalami gizi buruk, memiliki daya tahan tubuh rendah, atau sedang menderita penyakit kronis juga lebih rentan terkena diare dan komplikasinya.

Penanganan diare yang tepat dapat mencegah terjadinya dehidrasi dan kematian.

Prinsip penanganan yang direkomendasikan adalah LINTAS DIARE yang mencakup: pemberian zinc selama 10 hari, oralit untuk menggantikan cairan tubuh.

Nasihat kepada orang tua tentang tanda bahaya, pemberian antibiotik secara selektif hanya bila diperlukan, serta melanjutkan pemberian ASI dan makanan.

Zinc sangat penting karena membantu mempercepat pemulihan usus dan meningkatkan daya tahan tubuh.

Oralit, yang merupakan campuran garam dan gula, mampu menggantikan cairan tubuh yang hilang dengan cepat.

Orang tua perlu mewaspadai tanda-tanda bahaya diare yang menandakan anak membutuhkan perawatan segera di fasilitas kesehatan. Tanda bahaya tersebut meliputi:

Anak tampak sangat haus, lemas, atau tidak mau minum, Muntah berulang terus-menerus

Demam tinggi, Tinja berdarah, Buang air besar semakin sering, Anak tidak mau makan atau minum

Anak tampak mengantuk berlebihan atau kesadaran menurun, Tidak membaik dalam waktu 3 hari (untuk diare biasa), atau 2 hari (untuk diare berdarah)

Jika satu atau lebih tanda tersebut muncul, anak harus segera dibawa ke fasilitas kesehatan terdekat agar mendapatkan penanganan yang tepat.

Pencegahan diare sangat bergantung pada perilaku hidup bersih dan sehat. Beberapa langkah yang terbukti efektif meliputi  pemberian ASI eksklusif hingga usia 6 bulan, imunisasi rotavirus dan campak.

Mencuci tangan dengan sabun, memasak makanan dan air hingga matang, serta menggunakan jamban untuk buang air besar. Selain itu, penting untuk selalu menjaga kebersihan lingkungan dan alat makan anak.

Dengan penanganan dan pencegahan yang tepat, sebagian besar kasus diare pada anak dapat sembuh tanpa komplikasi serius.

Edukasi kepada orang tua dan pengasuh tentang cara mengenali tanda bahaya, memberikan cairan dan makanan yang cukup.

Serta kapan harus membawa anak ke fasilitas kesehatan, adalah kunci utama dalam menurunkan angka kesakitan dan kematian akibat diare di Indonesia.

Segera periksa ke dokter atau fasilitas kesehatan jika ada keluarga yang merasakan gejala diare, agar bisa dilakukan pemeriksaan lebih lanjut dan penanganan yang tepat. Poliklinik Anak hadir di RSUD Tigaraksa pada jadwal berikut :

Nama Dokter, Hari Layanan, Jam Pelayanan

dr. Qeis Ramadhan, Sp.A
Senin, Rabu & Jum’at, 08.00 s.d 12.00

dr. Radot Sihombing, Sp.A

Selasa & Kamis, 08.00 s.d 12.00

Untuk informasi lengkap terkait layanan dan fasilitas RSUD Tigaraksa masyarakat dapat menghubungi call center RSUD Tigaraksa pada nomor 0852-1361-7014 serta mengakses informasi melalui Instagram resmi RSUD Tigaraksa (@rsud.tigaraksa) dan website (rsudtigaraksa.tangerangkab.go.id)

Dengan tata nilai “TERBAIK”, RSUD Tigaraksa terus berkomitmen memberikan layanan kesehatan terbaik untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat kabupaten Tangerang.

Red. Switno Purba// publikasi rsud//tigaraksa.

Kenali Hepatitis Sejak Dini: Lindungi Diri dan Keluarga”

POSTJKT. COM TANGERANG–Hepatitis adalah penyakit peradangan pada organ hati yang bisa disebabkan oleh infeksi virus, konsumsi alkohol berlebihan, atau paparan bahan kimia tertentu. Jika tidak ditangani dengan baik, hepatitis bisa menyebabkan kerusakan hati permanen bahkan kematian. Di Indonesia, hepatitis masih menjadi masalah kesehatan masyarakat karena banyak yang tidak menyadari dirinya sudah terinfeksi.

 

Gejala Hepatitis

Gejala hepatitis bisa berbeda-beda, tergantung jenis dan tingkat keparahannya. Beberapa orang bahkan tidak merasakan gejala sama sekali. Namun, secara umum, gejala yang sering muncul antara lain:

Badan terasa lemas atau mudah lelah

Mual, muntah, dan kehilangan nafsu makan

Nyeri perut, terutama di bagian kanan atas

Warna urin menjadi gelap seperti teh

Warna mata dan kulit menguning (ikterus)

Buang Air Besar berwarna pucat

 

Jika gejala ini muncul, sebaiknya segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan.

 

Penyebab Hepatitis

Penyebab utama hepatitis adalah infeksi virus. Lima jenis virus hepatitis yang umum dikenal yaitu hepatitis A, B, C, D, dan E.

Hepatitis A dan E biasanya ditularkan melalui makanan dan minuman yang terkontaminasi.

Hepatitis B, C, dan D lebih sering ditularkan melalui darah, hubungan seksual tidak aman, atau dari ibu ke bayi saat melahirkan.

Selain itu, hepatitis juga bisa disebabkan oleh konsumsi alkohol jangka panjang, efek samping obat tertentu, atau gangguan autoimun (sistem kekebalan tubuh menyerang hati).

 

Faktor Risiko

Beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang terkena hepatitis antara lain:

Tidak menjaga kebersihan makanan dan minuman

Berbagi jarum suntik atau alat cukur

Melakukan hubungan seksual berisiko tanpa kondom

Tidak mendapat vaksin hepatitis

Bekerja di lingkungan medis tanpa pelindung yang memadai

Memiliki anggota keluarga yang terinfeksi hepatitis

 

Penanganan Hepatitis

Penanganan hepatitis tergantung dari jenisnya:

Hepatitis A dan E biasanya akan sembuh sendiri, cukup dengan istirahat, makan sehat, dan banyak minum air.

Hepatitis B dan C bisa berkembang menjadi kronis. Untuk itu, pengobatan dengan obat antivirus sangat diperlukan agar virus ditekan dan kerusakan hati dicegah.

Pemeriksaan darah dan fungsi hati secara rutin sangat penting untuk memantau perkembangan penyakit.

Pencegahan Hepatitis

Langkah-langkah pencegahan hepatitis yang bisa dilakukan antara lain:

Vaksinasi: Hepatitis A dan B bisa dicegah dengan vaksin yang aman dan efektif.

Menjaga kebersihan makanan dan minuman

Menghindari penggunaan jarum suntik bersama

Melakukan hubungan seksual yang aman dan sehat

Menghindari konsumsi alkohol berlebihan

Rajin memeriksakan kesehatan, terutama bagi kelompok berisiko

 

Jika mengalami gejala Hepatitis, segera lakukan pemeriksaan di Poliklinik Penyakit Dalam RSUD Tigaraksa pada jadwal berikut :

Nama Dokter

Hari Layanan

Jam Pelayanan

 

dr. Pradipto Utomo, Sp.PD

Senin & Rabu

08.00 s.d 12.0

 

dr. Arini Nurlela, Sp.PD

Selasa, Kamis & Jum’at

08.00 s.d 12.00

 

 

Untuk informasi lengkap terkait layanan dan fasilitas RSUD Tigaraksa masyarakat dapat menghubungi… 

call center RSUD Tigaraksa pada nomor 0852-1361-7014

serta mengakses informasi melalui

Instagram resmi RSUD Tigaraksa (@rsud.tigaraksa) dan

website (rsudtigaraksa.tangerangkab.go.id)

 

Dengan tata nilai “TERBAIK”, RSUD Tigaraksa terus berkomitmen memberikan layanan kesehatan terbaik untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat kabupaten Tangerang.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Red. Postjkt.com/sp/Humas RSUD TIGARAKSA

WARTAWAN DENGAN PELAKSANA PROYEK PEMBANGUN MUSOLAH RSUD BAKU HANTAM?

Postjkt.com  Tangerang, Dihimpun dari berbagai sumber berita online dan media sosial, Oknum pekerja proyek pembangunan musolah  bernilai Miliyaran di RSUD Balaraja bersikap ‘Koboy’ dihadapan sejumlah wartawan saat melaksanakan kegiatan liputan atas pekerjaan proyek tersebut, Sabtu, 2 Agustus 2025.

Aksi arogan /Koboy oknum pekerja yang diketahui sebagai pelaksana proyek dari PT. Demes Karya Indah melarang keras wartawan untuk meliput, mewawancarai dan lainnya bahkan hampir melukai seorang  dan menarik paksa seorang jurnalis online berinisial B.

“Sangat brutal dan arogan tindakan Koboy oknum tersebut, melarang wartawan memasuki areal RSUD padahal ini adalah fasilitas umum untuk publik. Saya akan melaporkan tindakan keji oknum pekerja proyek ini ke Polresta Tangerang dilantarankan melukai tupoksi jurnalis yang lagi bertugas dilapangan, RSUD BALARAJA . Agar tidak ada yang pelihara preman dilingkup kerja pelayan kesehatan mereka,”tegas Dewa Rey selaku ketua Media Center Balaraja.

 

 

 

Sesuai dengan keterangan Humas RSUD Balaraja, Dr. Aang saat dikonfirmasi menyampaikan bahwa sudah dilakukan perdamaian antara oknum pelaksana dengan salah satu wartawan yang di fasilitasi oleh aparat kepolisian sektor Balaraja saat itu juga dengan bertujuan agar kedua belah pihak dapat saling menghargai dan memahami masing-masing tugas fungsi.

 

 

 

Wartawan baju kotak kotak baju putih pelaksanaan proyek 

 

 

 

 

 

 

“Menjadi pengalaman yang baik kedepannya agar keduanya bisa saling menghargai, Alhamdulillah sudah saling memaafkan pak,”jelas Humas RSUD Balaraja.

Terpisah, Hendra Tarmizi selaku kepala Dinas Kesehatan kabupaten Tangerang yang baru menjabat beberapa Minggu lalu telah mengetahui pasca keributan di proyek RSUD Balaraja dengan menyarankan agar Dirut RSUD Balaraja segera mengambil tindakan responsif yang positif.

“Sebaiknya koordinasi dengan direktur RSUD karena pelaksanaan ada disana, Tapi saya juga infokan ke beliau,”singkat kadis Dinkes.

Sampai dengan diterbitkannya informasi publik ini, pihak direktur RSUD belum dapat dimintai keterangannya.

 

Kasus perlakuan kekerasan terhadap jurnalis di Kabupaten Tangerang kembali menjadi sorotan. Salah seorang jurnalis senior Supriadi atau yang lebih populer disapa Bonai mengalami perlakuan kasar, yang diduga melibatkan oknum pengusaha proyek.

Bonai menceritakan kronologinya, ketika ia bersama enam rekan jurnalis sedang melakukan tugas kontrol sosial di lokasi pengerjaan pembangunan Musholla Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Balaraja, pada sabtu 02 Agustus 2025.

Lantas sesaat di lokasi, Bonai bertemu dengan salah seorang oknum inisial RS yang mengaku Direktur di PT Demes Karya Indah sebagai pelaksana kegiatan pembangunan Musholla RSUD Balaraja. Namun oknum tersebut justru malah melarang para jurnalis masuk ke area proyek.

“Niat kami kan sedang melakukan tugas kontrol sosial di proyek tersebut, ada enam orang rekan dari Jayanti, pas kami konfirmasi, dia (oknum) gak terima sama kedatangan kami, intinya kami dilarang masuk lah ke pekarangan orang lain”, kata Bonai saat dihubungi langsung awak media di hari yang sama. Dikutip dari online desak news.

 

(Red)