Postjkt.com–Banten Bupati Lebak, Moch. Hasbi Jayabaya, menyoroti meningkatnya intensitas kendaraan angkutan tambang galian C di sejumlah titik jalan di wilayah Kabupaten Lebak yang kini menjadi jalur alternatif setelah penutupan kawasan tambang di Parung Panjang, Bogor.
Kondisi ini dinilai telah menimbulkan kemacetan dan kerusakan jalan di berbagai lokasi.
Menurut Bupati Hasbi, setidaknya terdapat tujuh titik jalan utama yang terdampak aktivitas kendaraan tambang, yaitu Jalan Raya KoreangโMaja, Jalan Raya Curugbitung, Jalan Raya RangkasbitungโCiteras, Jalan Raya Cimarga, Jalan Raya KaduagungโCileles, Jalan Raya GunungkencanaโBanjarsari, serta Jalan Raya MalingpingโBayahโCikotok.
โBahkan setelah kami cek, mobil-mobil angkutan tambang ini banyak yang tidak memiliki berkas administrasi lengkap, seperti STNK dan SIM.
Artinya, pengawasan di lapangan belum efektif,โ ujar Hasbi Jayabaya, Selasa (21/10/2025) Ia menjelaskan, meningkatnya arus kendaraan tambang tersebut merupakan dampak dari penutupan jalur tambang di Parung Panjang yang membuat sebagian besar truk beralih melintasi wilayah Lebak dan sekitarnya.
โMemang langkah awal yang kami lakukan adalah berkoordinasi dengan Polres Lebak. Melalui Satlantas, telah dilakukan rekayasa lalu lintas untuk mengurai kemacetan, khususnya di wilayah Maja. Alhamdulillah, hasilnya cukup baik,โ ucapnya.
Namun demikian, Bupati Hasbi menilai perlu adanya tindakan tegas dan terukur dari Pemerintah Provinsi Banten untuk menertibkan aktivitas kendaraan tambang tersebut.
โKami berharap ada sanksi tegas dari pemerintah provinsi terhadap kendaraan-kendaraan tambang yang melanggar aturan. Selain itu, perlu sinkronisasi peraturan provinsi dengan pembatasan waktu operasional kendaraan angkutan,โ unkapnyan.
(MAXI)






