mgid.com, 748800, DIRECT, d4c29acad76ce94f
Progam Makan Bergizi Gratis, membuat orang tua was-was Terhadap keselamatan anaknya?

Progam Makan Bergizi Gratis, membuat orang tua was-was Terhadap keselamatan anaknya?

Postjkt.com Tangerang Kasus keracunan massal akibat Program Makan Bergizi Gratis (MBG) telah menimbulkan kekhawatiran serius di kalangan orang tua dan masyarakat. Clara FebiolaΒ  siswa SD Negeri 4 Tigaraksa, mengakui mendapat pesan dari orang tua untuk tidak mengkonsumsi makanan yang dibagikan di sekolahlanya. Orang tua siswa SDN 4 Tigaraksa, kawatir terjadi keracunan makanan terhadap anaknya, sehingga melarang untuk mengkonsumsinya.
Berdasarkan data dari Badan Perlindungan Konsumen Nasional (BPKN RI), terdapat sekitar 4.711 korban keracunan yang dilaporkan, sementara Jaringan Pemantau Pendidikan Indonesia (JPPI) mencatat lebih dari 6.452 anak keracunan. Hasil investigasi menunjukkan bahwa makanan yang disajikan dalam program MBG tidak memenuhi standar keamanan pangan. Contohnya, kasus di Bandung Barat, Jawa Barat, di mana 1.315 siswa menjadi korban keracunan dan pemerintah setempat menetapkan status Kejadian Luar Biasa (KLB). Pemerintah diharapkan mengambil langkah-langkah untuk menangani kasus ini, termasuk penutupan dapur yang terindikasi bermasalah dan melakukan investigasi menyeluruh. BPKN RI juga mendorong audit total program MBG untuk memastikan keamanan pangan. Untuk mencegah terjadinya kembali keracunan.

Switno purba sebagai orang tua siswa, menyarankan sekolah untuk menolak program tersebut. Lebih baik dana MBG dialihkan untuk membiayai seragam siswa untuk menghindari pungutan liar disekolah, dan untuk mencegah kejadian serupa, pemerintah perlu mengefakuasi atau menghentikan program tersebut ( MBG).

Para orang tua siswa di Kabupaten Tangerang tidakΒ  sedikit yang melarang anaknya mengonsumsi makanan dari program MBG, karna memiliki alasan yang kuat, mengingat risiko keracunan yang masih ada.

Jika masih tetap dijalankan program tersebut pemerintah harus secara ketat mengawasi berjalanya progam tersebut dan pemerintah harus memastikan keamanan pangan dan meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap program ini.

 

 

 

 

Redaksi. Max