Pastikan Tempat Logistik Pemilu 2024 Siap dan Terkoneksi Pengamanan Polsek Teluk Naga Lakukan Pengecekan Bersama Camat TELUK NAGA Kab. Tangerang, Banten, selasa (16/01)
Dalam rangka mensukseskan Pemilu 2024 Kapolsek TELUK NAGA melaksanakan Pengecekan Keamanan Kondisi Bangunan serta Kelengkapan CCTV dan Monitor di Gedung Penyimpanan Logistik Pemilu 2024 Kecamatan Teluk Naga. Selasa pagi 12 00. Selasa 16 Januari 2024.
Hal ini dilaksanakan disamping perintah Kapolres Tangerang Tentang Koordinasi dan Pengecekan Peralatan Keamanan Logistik Pemilu 2024 diwilayah hukumnya.
Bertempat di Gedung Logistik Pemilu 2024 yang berlokasi di Gedung Serba Guna Kecamatan Teluk Naga, berlangsung Kegiatan Pengecekan Kondisi Bangunan, Kelengkapan CCTV dan Monitor serta Kelengkapan lainnya.
Tampak hadir Kegiatan tersebut atara lain Kapolsek TELUK NAGA AKP WAHYU.H. Beserta Wakapolsek WAYAN, beserta jajarannya, Camat Teluk Naga ZAM ZAM MANOHARA S,STP, Kasi SUNARTIM, dan beberapa jajarannya, dan Ketua APDESI Kecamatan Teluk Naga SUBUR MARYONO,
Kegiatan diawali dengan Rapat Koordinasi di Polsek Teluk Naga, Kemudian dilanjutkan dengan Pengecekan Kondisi Bangunan Gedung Penyimpanan Logistik Pemilu 2024 yang berlokasi di Gedung Aula Kecamatan Teluk Naga Lama adapun Objek Pengecekan diantaranya.
Mencek Kamera dan Monitor CCTV sudah terpasang sebanyak 4 titik dengan kondisi baik dan Pengamanan Pintu dan Jendela Tempat Penyimpanan Logistik Pemilu masih dalam tahap Perbaikan dan akan dipasang kunci pengaman sebaik mungkin.
Serta Mengatur Rencana Kebutuhan Petugas Pengamanan di Gedung Penyimpanan Logistik Pemilu selama Penyelenggaraan berlangsung serta kelengkapan buku mutasi dan daftar piket.
Selama Kegiatan Berlangsung lancar dilanjutkan dengan koordinasi dilapangan nantinya, hal ini dilakukan untuk memastikan Objek Vital Pemilu 2024 diwilayah kami dalam Keadaan Aman, ujar Kapolsek TELUK NAGA WAHYU H.
Terkait vidio tiktok viral menayangkan isi rekaman suara sejumlah oknum Forkopimda yang mengkondisikan suara pemilih di tingkat desa se β Kabupaten Batu Bara heboh dikalangan masyarakat, selasa (16/01)
Ketua DPD Rampas Setia 08 Kabupaten Batu Bara Citra Muliadi Bangun,SE angkat bicara, Meminta Aparat Penegak Hukum segera tangkap Pelaku Hoax tersebut.
Soalnya isu yang di bangun sepertinya guna menjatuhkanmu imej salah satu paslon capres dari nomor urut tertentu.
Lanjut Ketua DPD Rampas Setia 08 Kabupaten Batu Bara Citra Muliadi Bangun,SE mengatakan, bahwa video dan rekaman suara tersebut adalah hoax.
Rekaman suara tersebut sengaja dibuat oleh oknum orang yang tidak bertanggung jawab,maka saya minta agar oknum orang-orang yang membuat video dan suara yang mencatut nama Forkompinda segera di tangkap.
Agar jangan menimbulkan polemik kedepannya, terutama dalam pelaksanaan pemilu damai kedepannya, tegas citra kepada wartawan Senin,15/01/2024.
Menurut Citra Muliadi Bangun,SE. oknum Penyebar Hoax tersebut Tak tanggung tanggung, oknum pelaku konten yang menyebarkan isi rekaman suara.
Pengkondisian suara kepada salah satu paslon dengan mencatut nama dan poto para pejabat tertinggi di Batu Bara yakni Dandim 0208/As, Kajari Batu Bara.
Kapolres Batu Bara serta Pj Bupati Batu Bara sontak membuat heboh, dan bisa berdampak negatif di pemilu damai tahun ini, tegasnya.
Dalam isi rekaman suara yang di viralkan melalui media dunia maya tik tok menjadi topik hangat.
Sehingga kalangan masyarakat ingin mengetahui kebenaran dari isi rekaman sejumlah oknum yang sedang membicarakan.
Untuk mengkondisikan pemenangan kepada salah satu paslon Capres 2024.
Dari isi rekaman yang di viralkan tersebut diduga dari perbincangan sejumlah oknum Kepala Desa di Kabupaten Batu Bara yang dinilai sangat tidak Etis menggunakan dana desa.
Terindikasi atas perintah Pejabat tinggi di Batu Bara untuk pemenangan salah satu paslon capres dan hal ini dapat merusak nama paslon capres tersebut.
Ketika di konfirmasi Pj Bupati Batu Bara Nizahmul,SE.MM. Minggu,14/01/2024 yang mana nama dan poto nya di catut oleh orang tak dikenal (OTK) mengatakan kepada media.
Bahwa berita yang ditayangkan dimedia tiktok tersebut, βHoax Pak.β Ucap Pj Bupati Batu Bara Nizahmul tegasnya kepada wartawan.
Lebih lanjut Pj Bupati Batu Bara Nizahmul,SE.MM., mengatakan bahwa dirinya sedang menyelidiki isi konten yang diunggah oleh OTK tersebut, βKita susun dulu data dukungan dari sumber-sumber lain ya pak, ucapnya.
Kapolres Batu Bara AKBP Taufiq Hidayat Thayeb menanggapi isu tersebut dengan santai dan tersenyum.
Ia pun mengatakan hal ini sering terjadi untuk memecah belah kita dan membuat kepanikan, khususnya menjelang pemilu seperti ini, ujarnya.
Disoal terkait rekaman audio dan pencatutan fotonya, Kapolres membantah bahwa direkaman bukan suaranya, dan ia tidak tahu menahu kejadian itu.
βSaya orang Sunda, suara saya lembut kek begini, masa disamakan dengan audio yang beredar, dulu waktu muda Saya pernah jadi fokalis band,β ujarnya sambil berkelekar.
Lanjutnya,kami Polri dan TNI tetap komitmen menjaga netralitas Pemilu damai tahun 2024, jadi kami minta masyarakat agar jangan termakan isu hoax yang beredar, ungkapnya.
Kajari Batu Bara Amru Siregar mengatakan bahwa Postingan di medsos itu dipastikan hoaks.
Dandim 0208/Asahan, Letkol Inf. Muhammad Bassarewan menegaskan bahwa suara tersebut bukan suara saya, dan saya dengan Kapolres tidak pernah mengadakan perkumpulan tentang pembahasan pengondisian salah satu Paslon capres atau cawapres, tegasnya.
Lanjut Dandim 0208/AS mengatakan bahwa kami TNI dan Polri tetap menjunjung tinggi netralitas Pemilu 2024, tegasnya.
Sekretaris DPD Rampas Setia 08 Kabupaten Batu Bara Alaiaro Nduru,SH mengingatkan bahwa Perlu diketahui bahwa Pada pasal 45A ayat (1) UU ITE disebutkan.
Setiap orang yang sengaja menyebarkan berita bohong dan menyesatkan yang mengakibatkan kerugian konsumen dalam transaksi elektronik bisa dikenakan pidana penjara paling lama enam tahun dan/atau denda maksimal Rp 1 miliar.
Jadi kami Rampas Setia 08 menghimbau masyarakat, agar senantiasa menjaga lisan dan tulisan, demi tercapainya pemilu damai tahun 2024 ini, tuturnya.
Mulai berdar kembali vidio mencaci umat beragama, orang yang pakai peci Hitam yang berkotak-kotak ini ia lancang sekali menghina umat beraga, senin, (15/01),
Orang ini melihat vidio yang beredar di Group Whatsapp sepertinya adu domba antar umat beraga.
Aktivis dari Muslim meminta pada aparat kepolisian agar tangkap pelaku pelecehan umat beragama, kita ini negara pancasila.
“Kita bebas menghargai umat beragama, dan kita tidak boleh menghina anatar umat beraga, semua agama bagus”, katanya Ust. H.Dadang Heryanto,S.Ag,. M.Pd,
Beberapa KH dan ulama tak sengaja melihat vidio berdar di gruop, agar orang yang berpeci hatam dan buju hitam ini di tangkap.
Para umat beragama menilai orang ini mulai uda domba antara umat beragama.
“Kami minta pada aparat hukum agar bertindak cepat dan tangkap, agar tidak melebar dan memancing umat beragama”, katanya Deni Haryadi (45) di Group Whatsapp.
Menurut Deni, sehubungan mau ada pemilu, agar tidak memberikan vidio yang tidak mendidik.
Hal ini terbukti bahwa yang pakai peci hitam dan baju hitam agar di tangkap dan amankan.
Menurut Ust. H. DGM yang berada di Riau, agar orang pakai peci hitam dan baju hitam agar di tangkap, hal ini takut kemungkinan orang islam marah besar, hal ini dalam tahap pemilu.
“Tak pantas, ia bukan Ust, bukan KH, kok berani bicara tentang yang tidak senonoh itu,” katanya Ust. DGM.
Tidak terima mendapat saran dari rekan wartawan keterkaitan peresmian Kantor Polres yang baru, humas sebar SMS ke whatsap grup wartawan Pokja wartawan harian Tangerang.
Ketidak profesionalan oknum anggota kepolisian dalam berkomunikasi di grup WhatsApp mengejutkan sejumlah rekan-rekan jurnalis yang tergabung di group WhatsApp Media Polres Metro Tangerang Kota.
Hal itu terkuak ketika Kompol Aryono, Kasi Humas Polres Metro Tangerang Kota diduga telah melecehkan seorang wartawan senior Elshinta Radio, Mus Mulyadi.
Mus Mulyadi mengungkapkan, pelecehan dimulai setelah dirinya memberikan saran untuk membuat rilis berita terkait gedung Mako Polrestro Tangerang Kota yang akan beroperasi mulai 15 Januari 2024.
Hal itu agar masyarakat luas bisa mengetahuinya.
Namun setelah dibagikan rilis berita tersebut, ada chat di dalam grup WhatsApp itu yang bertuliskan kata- kata tidak pantas. βShareβ¦pak (beritanya) biar Mus ga ngocehβ.
βSetelah chat yang tidak pantas itu muncul, kami wartawan menanyakan maksudnya, tapi malah dihapus oleh kasie humas.
Ini sangat tidak profesional,β ungkap Mus Mulyadi.
Ade Bagus Pranoto, Ketua Pokja Wartawan Harian Tangerang Raya (Pokja WHTR) sangat menyayangkan perilaku Kasie Humas.
βKasie humas seharusnya menjadi jembatan untuk mencari informasi, bukan malah menghapus chat dan berperilaku arogan,β tegas Ade Bagus.
Dalam tanggapannya, Ade Bagus mengkritk tindakan Kasie Humas Polres Metro Tangerang Kota dan mendesak agar segera meminta maaf kepada rekan jurnalis.
Ia juga meminta Kapolres Metro Tangerang Kota, Kombespol Zain Dwi Nugroho, untuk mencopot Kompol Aryono dari jabatannya.
Kasus ini menjadi sorotan terkait etika komunikasi dan perlakuan terhadap profesi wartawan di lingkungan kepolisian.
Reaksi dari rekan wartawan kan melakukan aksi dari ketidak prifesionalan Kasi humas Polres,” mengundang reaksi rekan rekan jurnalis yang peliputan di polres, Kejaksan dan Pengadilan.
Tidak pantas seorang Kasi humas menyebar bahasa yang tidak baik ke grup whatsap rekan media.
Seharusnya berterimakasih dapat saran dari rekan media. Katanya presisi,” Kok malah mengundang Masalah ujar Prayitno wartawan senior Kepolisian, Kejaksaan dan Pengadilan.
Mari kita duduk bersama dan selesaikan denga kepala dingin.
Wartawan tidak punya pangkat maupun jabatan.
Sedangkan seorang polisi sebagai Abdi masyarakat memiliki pangkat dan jabatan.
Jangan Karena masalah sepele menjadi ketersinggungan dan menjadikan polemik antara wartawan dan Kepolisian.
Saling minta maaf duduk bareng ngopi insha Allah masalah bisa selesai
Pihak polisi yang berstam bukan di amankan dan di pisahkan, namun ikut mukul juga, sabtu (13/01)
Hal ini saudara kami yang an. Ricky Edward M saat ini masih terbaring lemah.
Ricky harus berobat jalan akibat di kroyok 6 orang suruhan Istrinya, Ricky menceritakan kisah pilunya kepada awak media.
Sambil terbata bata Ricky mengisahkan kejadian yang di alami dan tak pernah di lupakan seumur hidupnya.
Pada tanggal 18 November 2023 tepatnya pukul 14.30 Wib Istrinya ingin menguasai mobil milik bersama.
Memang itu mobil Atas nama istri saya Mita Sari namun ada uang saya yang menyicil mobil tersebut selama 2 tahun ujar Ricky.
Saya di datangi orang orang yang tidak saya kenal. Lalu mereka menarik saya dari mobil ketika saya hendak berangkat keluar rumah.
Mereka merampas mobil saya dan mengeroyok saya.
Saya di kroyok 6 orang salah satu diantaranya oknum polisi, pada saat saya masih didalam pengeroyokan dan tidak bisa melawan tiba tiba Mita keluar dari mobil orng orng yang Mengeroyok saya, di dampingi oleh Sulastri Sitepu dan Haris Budiman ujar Ricky mengisahkan nasibnya.
Pengeroyokan dan Pencurian dirumah saya sudah saya laporkan setelah saya pulang berobat ujar (Ricky Edward.M) warga Perumahan Villa Japos, Jalan Kutilang Blok D 6 No.1, Kelurahan Jurang Manggu Barat, Kecamatan Pondok Aren, Kota Tangerang Selatan.
Ricky merasa kasusnya dipermainkan oleh penyidik di Kepolisian saya sadar, karena salah satu pelaku Anggota Polisi, tetapi hukum dan keadilan harus berjalan.
Otak dari semua kejadian ini adalah Mita istri saya Karyawan BUMN Pertamina Pusat menjabat (Jabatan Officer Internal Comunikasi)
Sedangkan Oknum Anggota Kepolisian yg bernama Bripda R,A (Jabatan Anggota Unit II Subdit Gasum Dit Samapta Polda Metro Jaya), saudaranya Sulastri Sitepu, Haris Budiman dan 5 orang yang mengaku Polsi suruan Bripda R,A.
Awal kejadian tepatnya pada pukul 14.30 saya hendak keluar dari rumah dengan menggunakan mobil Toyota Fortuner B 513 MSR berwarna Putih, kemudian saya turun untuk mengunci pintu pagar rumah saya.
Kalau ada mobil Honda Brio berwarna Abu-Abu dengan Nomor Polisi A 1002 ZB dan Sepeda Motor Yamaha berwarna Merah dengan Nomor Polisi B 4431 FSH.
“Kami minta pada Polda metro jaya, tangkap pelaku pengeroyokan terhadap saudara kami, kini sudah terbaring di RSl”, kata Asnadi (43).
Menurut kami minta keadilan seadil-adilnya, ini sudah mencoreng istitusi polisi.
Pihaknya bukan ngarai atau pisahkan malah ia ikut nendang saudara kami, dan sampai luka-luka dan pada bonyok oleh seorang oknum polisi yang arogan.
Lemahnya pengontroling dari pihak pemerintah, kok vidio yang tidak mendidik masuk pada Whatsapp dan di media sosial (medsos).
Seorang KH. Sukron Makmun berbicara lantang dan berapi-api di depan mimbar, dan sekarang viral di Whatsapp group, bahwa rakyat di berikan uang oleh pemilih, sabtu (13/01).
Jika ini terjadi setiap calon kasih uang pada masyarakat akan timbul jadi kuruptor semua, karena banyak uang ia keluarkan.
Hal ini pihak mana yang mau tangkap, apakah penyelengara pemilu yang bisa nangkap?.
Ini benar-benar KH. Sukron Makmum tidak ada lagi editan langsung ia mengeluarkan stetmen “maling”.
Semua di ukur suap uang, sembako, dan janji-janji ini berbahaya kedepannya indonesia, perbuatan tidak baik dan tidak mendidik.
“Pada hal pemilihan sekali 5 tahun, kalau rakyatnya di manjakan dengan uang, sembako, dan hadia lain ini juga seperti apa negara ini”, katanya KH. Sukron Makmun di kutip group Whatsapp dengan durasi 1:40 menit.
Menurut Ali salah satu group whatsapp, ini Keren nih penceramah.
“Baru kali ini gue lihat penceramah agama sekeren ini”, katanya.
Gak pake kutip-kutip ayat tapi frontal, tembak langsung.
Kagak pake tedeng aling aling.
Langsung tunjuk hidung.
“Karena memang kenyataannya begitu, Kyai SUKRON MAKMUN”, katanya.
Di informasikan pada teman-teman, family dan Saudara yang ada di whatsapp group, jatiuwung Kota Tangerang, Banten, jumat (12/01).
Bahwa anak, ponakan dan adik kami sudah tidak ada dirumah, semejak ia meninggaljan rumah belum pulang.
Agar saudara/i dan family, kelihatan yang mirip dengan foto ini agar dapat berikan kabarnya.
“Assalamualaikum, mohon bantuannya telah hilang putri kami, dan agar siapa yang menemukan agar infokan sesuai nomor Telpon yang kami kirim”, Sodikin (45) dari gruop whatsapp.
CIci yang adik kami sebagai berikut, Nama Alia, Usia 17th, Tinggi lebih kurang 160an cm
“Kami juga berharap teman-teman di group ini Ciri-ciri baju yang terakhir dipakai kemeja merah, celana hitam kulot sandal hitam”, ujarnya Bewok
Menurut bewok, bahwa kulit sawo matang dan Alamat jati uwung Tangerang, belum di temukan.
Menurut informasi dan Kronologi jam 5 sore pamit fotocopy kedepan, beberapa menit kemudian kirim pesan meminta tolong kepada ayahnya.
Bahwasanya dia diikuti seseorang tak dikenal dan tetapi setelah ditelphone nomer sudah tdk bisa dihubungi.
Kejadian daerah jati uwung, Apabila ada yang melihat mohon hubungi nomer ini 0822 9927 6639 Bpk Bowo (ayah)
“Mohon bantu sebarkan berita ini kawan, sehingga pelakunya cepat ketangkap, Terima kasih”, kata ayah korban.
POLRI terkenal dengan segudang prestasi, terbaru seorang Jenderal Mabes Polri, bintang satu memecahkan record meloloskan Gembong dan Mafia Kejahatan keuangan Indonesia, rabu (10/01)
Kejahatan Mafia kata dia adalah Whisnu Hermawan yang menjabat sebagai Direktur Tipideksus, Bareskrim Mabes Polri.
Bagaimana tidak? Advokat Alvin Lim, SH, MH, MSc, CFP, CLA membongkar prestasi Whisnu dan track record paling banyak meloloskan penjahat Investasi Bodong dan kejahatan keuangab lainnya.
“Pertama, prestasi Whisnu Dimulai dengan kaburnya Suwito Ayub, tersangka Koperasi Indonesia dengan kerugian 106 Triliun.
Selain itu Whisnu Hermawan walau tahu keterlibatan Surya Effendi, ayah Henry Surya, tapi memilih untuk tidak menjeratnya dan membuat aman para penjahat Investasi Bodong,” katanya Bambang, SH
“Kedua, Whisnu Hermawan meloloskan 2 gembong, Net 89 PT SMI yang membobol 7 Triliun uang korbannya melalui modus robot trading yang mengimingi memberikan profit 10% sebulan.
Tersangka Andreas Andreyanto dan Sammy, berhasil di loloskan Whisnu setelah sebelumnya ditetapkan sebagai tersangka.
Para Tersangka ini selalu berhasil lolos dan seolah tidak tersentuh oleh Mabes Polri berkat bantuan Whisnu dan tim oknum nya yang memberikan early signal untuk kabur sebelum di tahan.” Kelakar Alvin Lim seraya tersenyum.
“Ketiga, adalah Penjahat Perusahaan Asuransi Bodong Wanartha, Evelina dan Manfred Pietruschka yang mengondol belasan Triliun uang premi para pemegang polis.
Walau sudah diketahui jelas keberadaan kedua Tersangka Wanaartha berada di Beverly Hills, Amerika, seolah Whisnu Hermawan dan tim tidak bergeming menangkap para Tersangka.
Malah Whisnu beralasan akan menelusuri dugaan kewarganegaraan Evelina Pietruschka yang beralih menjadi warga negara Amerika.
Whisnu Hermawan dalam keterangan pers nya beralasan bahwa sudah menerbitkan Red Notice Interpol ke semua DPO tersebut.
Dan memastikan bahwa mereka masih kewarganegaraan Indonesia.
“Mabes POLRI sudah menerbitkan Red Notice Interpol. Semiga para DPO lekas menyerahkan diri” ucap Whisnu Hermawan di Mabes Polri.
Alvin Lim selaku pendiri LQ Indonesia Lawfirm, mengatakan akan mengusulkan agar Whisnu mendapatkan Record Muri, sebagai tuan rumah yang baik bagi para penjahat dan gembong kejahatan keuangan.
“Pelayanan kelas dunia dan fasilitas khusus tersedia untuk para penjahat kejahatan keuangan.
Mulai dari paket, peringatan awal untuk kabur, kabur keluar negeri, dan jasa pembuatan Paspor dan kewarganegaraan baru, tersedia dan jasa pura-pura pencarian dan paket berkas penyidikan.
Agar bisa menang Praperadilan seperti yang terjadi pada 5 Tersangka lain Net 89.
Semua tersedia dan dapat diperoleh melalui Priority Service. Makin besar jumlah kerugian korban, makin banyak pelayanan lepas dari jeratan pidana dan karpet merah di Mabes untuk para penjahat keuangan.
Mabes Polri terutama Tipideksus mempersiapkan Indonesia menjadi Tuan Rumah terbaik bagi para penjahat Investasi bodong di seluruh dunia, numero uno.
Tidak heran Menkopolhukamnya juga pura-pura tidak tahu.” Tutup Alvin Lim seraya mengelengkan kepalanya.
LQ Indonesia Lawfirm Law firm terkenal yang diakui track recordnya banyak menyelesaikan kasus pidana dan perdata, serta membantu masyarakat luas.
LQ Indonesia Lawfirm dapat dihubungi di 0817-489-0999 wilayah Tangerang dan 0818-0489-0999 wilayah Jakarta.
Para wanita muda dan juga tak luput juga laki-laki ikut antri di Pengadilan Agama Kab. Bogor, Jawa Barat, tadi pagi sekitar pukul 07.45 wib, rabu (10/01).
Diduga wanita cantik ada calo, untuk di tampung salah satu tempat, bahkan namanya cerai tak mungkin compak seperti itu.
Hal ini terbukti wanita muda ini akan di pekerjakan tempat hiburan malam, tempatnya di mana sampai saat belum dapat keterangan wanita ini.
“Tidak tertutup kemungkinan, pasti ia di pekerjakan di luar jakarta”, katanya Jainal, SH, Aktivis,
Kantor Pengadilan Agama sempat ramai dan antrian pajang, sehingga di sorot oleh LSM dan Aktivis, bahwa tahun 2024 ini mulai meningkat perceraian.
Bahkan para wanita cantik dan muda-muda ini, ia cerai ingin cari pasang yang lebih wah.
Sekitar ratusan para pencari keadilan rumah tangga itu, sempat antrian panjang.
Diduga mereka tak bahagia rumah tangga, dan ia kawin mudah.
“Kami cerai tak bahagia, dan untuk hidup rumah tangga agak susah, dan memdingan cerai cari kerja”, katanya MDS (21) wanita cantik ini.
Menurut MDS, ia sudah cerai ia akan di salurkan pekerjaan keluar negeri dan ada juga tawaran gaji besar.
Laki-laki ini juga ikut antrian untuk memutuskan pisah dari istrinya, ia akan mencari pekerjaan di luar kota Bogor.
“Untung-untung ia akan mendapatkan pekerjaan yang agak luman”, katanya sahrul (25) gaya-gaya bencong itu.
Menurut Whatsapp grup yang antri ada kemunginan calo pekerja yang mengerakan, sehingga wanita cantik ini rela meninggalkan keluarganya untuk mencari pekerjaan.
“Kami juga minta pada pihak polisi Bogor dan sekitarnya, sehingga wanita cantik ini diduga ada penampung dan diduga keras ada calo tenaga kerja”, ujarnya rahmad, vidio yang beredar 3 : 41 menit di group whatsapp.
Diduga pengadaan barang dan jasa di tingkat SD sampai SMP di kota Tangerang, Korupsi.
Pengadaan barang dan jasa itu kompunter yang di berikan pada tingkat SD sampai Kota Tangerang, ada berbauk korupsi.
Saat beberapa media yang kompirmasi pada Dinas Pendidikan Tangerang, seolah-olah pusing dan tak mau dengar awak media.
“Kami minta pada Dinas Pendidikan Kota Tangerang, jujur saja, berapa yang belum di antar dan berapa unit yang telah di berikan pada pihak sekolah”, katanya SBK dari Awak Media.
Menurut Informasi miring, pengadaan barang dan jasa ada dugaan korupsi.
Bahwa sebagimana Undang – undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang PERS, dimana salah satu fungsi yaitu melaksanakan kontrol sosial untuk mencegah terjadinya penyalahgunaan kekuasaan baik korupsi, nepotisme maupun penyelewengan dan penyimpangan lainnya, selasa (09/01).
Kami dari Redaksi Media Online mcnnusantara.com dan bersama matapost.com ingin mempertanyakan / Konfirmasi
sehubungan dengan realisasi paket pekerjaan Pengadaan Peralatan Labolatorium Komputer SD/SMP Negeri dengan nilai pagu anggaran senilai Rp. 1.830.985.500 TA 2020. dan Pengadaan Peralatan Labolatorium Komputer SD dengan nilai pagu
anggaran senilai Rp. 346.154.000 TA 2021.
1. Berapa unit jumlah komputer tersebut?
2. berapa harga perunitnya ?
3. Apa mereknya ?
Sebelum hal ini kami berikan / publikasikan, kami perlu mendapatkan informasi yang jelas serta akurat berdasarkan Undang β undang PERS No. 40 Tahun 1999 tentang PERS, serta Undang – undang No. 14 Tahun 2008 tentang Informasi Keterbukaan Publik.
Ketika awak media mempertanyakan perihal surat konfirmasi tersebut kepada Sekretaris Dinas (Sekdis) Pendidikan Kota Tangerang Totong.
Jawaban yang dikirim melalui pesan WhatsApp justru terkesan gagal paham dan tidak nyambung dengan surat konfirmasi.
Tentunya menimbulkan pertanyaan, dan terkesan ada yang ditutup-tutupi dan tidak transparan terkait anggaran Pengadaan Peralatan Laboratorium Komputer untuk jenjang SDN dan SMPN di Kota Tangerang Tahun 2021.
Sementara itu, Kepala bidang Investigasi LSM Government Againts Corruption & Discrimination (GAC&D) Mangatas Situmorang S.H angkat bicara ketidak pahamnya seorang Sekdis Pendidikan tentang UU Pers No 40 dan keterbukaan informasi publik.
Oknum Sekdis Pendidikan terkesan menutup nutupi persoalan yang di duga mengarah ke tindak pidana korupsi yang dilakukan kepala dinas pendidikan pengadaan komputer pada waktu zaman covid 19.
“Seorang pejabat setingkat Sekdis tidak memahami apa itu Keterbukaan Publik sangatlah aneh, atau memang ini benar ada yang ditutup-tutupi.
Karena ini menyangkut uang rakyat, tentu patut kita dalami lebih jauh terkait realisasi anggaran tersebut dan kami menghimbau aparat penegak hukum untuk segera menyelidik terkait hal ini,”Jelas Mangatas Situmorang S.H di kantornya selasa,