PENDAFTARAN PESERTA DIDIK BARU 2025?

POSTJKTC. COM / BANTEN, Penerima peserta didik baru, sudah dimulai pertanggal 16 Juni 2025, secara online melalui link ppdb.bantenprov.go.id. Berjalan dengan berbagai kendala, link tidak respon dan menolak.

Menurut informasi yang dihimpun media POSTJKT. COM, setalah masuk tahap pertama pendaftaran. Terdapat dua pilihan sekolah tertera dalam daftar situs. Yang dituju dan pilihan kedua yang terdekat.

Pilihan kedua yang dicantumkakan jika ditolak dengan sekolah pilihan pertama, dialihkan kesekolah swasta.

Sangat disayangkan jika pilihan pertama tolak, pilihan alternatif ke swasta. Pilihan swasta yang di camtumkan di Kabupaten Tangerang, kecamatan Tigaraksa SMA PGRI 58 yang notaben sekolah tersebut tidak layak sebagai sarana pendidikan.

Kondisi sekolah yang disarankan secara otomatis dari sistem penerimaan murid baru sangat memprihatinkan. Dimana keadaan sekolah sudah tidak terawat dan mengalami kerusakan disetiap sisi bangunan, lebih layak disebut kandang hewan.

Ditempatkan berbeda, kepala sekolah SMA PGRI 58 Idris, mengakui keadan sekolah seperti yang terlihat saat ini ya ga layak. Pungkasnya.

Selamat mejabat 10 tahun, Indris mengakui tidak pernah mendapatkan bantuan apa pun, selain dana oprasional sekolah. Indris juga menjelaskan, bahwa status lahan sekolah juga tidak jelas, alias tak bertuan. Lahan yang saat ini ditempati dalam pengawasan ormas setempat. Bahkan sudah ada pemagaran sepihak oleh ormas.

SMA PGRI 58 dalam daftar dapodik

SMAS PGRI 58 TIGA RAKSA

SMAS PGRI 58 TIGA RAKSA
Kab. Tangerang, Prov. Banten
Akreditasi
C
Informasi Umum
Kepala Sekolah

Nomor Pokok Sekolah Nasional

20603324

Jumlah Guru & Tenaga Pendidikan

0

Status Sekolah

Swasta

Rasio Guru dan Murid

1:Infinity

Jumlah Murid

30

Anggaran Dana BOS
2024
Tahun
Rp 39.260.000

Jumlah dana yang diterima sekolah

Sedang Disalurkan

Status

Jumlah Siswa Penerima
52
Tanggal Pencairan
18 Januari 2024
Rincian Penggunaan
penerimaan Peserta Didik baru
Rp 3.265.200

pengembangan perpustakaan dan/atau layanan pojok baca
Rp 0

pelaksanaan kegiatan pembelajaran dan bermain
Rp 5.000.000

pelaksanaan kegiatan evaluasi/asesmen pembelajaran dan bermain
Rp 2.371.200

pelaksanaan administrasi kegiatan Satuan Pendidikan
Rp 4.214.400

pengembangan profesi pendidik dan tenaga kependidikan
Rp 0

langganan daya dan jasa
Rp 2.214.000

pemeliharaan sarana dan prasarana
Rp 3.000.000

penyediaan alat multimedia pembelajaran
Rp 0

pembayaran honor
Rp 0

penyelenggaraan kegiatan uji kompetensi keahlian, sertifikasi kompetensi keahlian dan uji kompetensi kemampuan bahasa Inggris berstandar internasional dan bahasa asing lainnya bagi kelas akhir SMK atau SMALB
Rp 0

pembayaran honor
Rp 19.020.000

Total Dana
Rp 39.084.800

Anggaran Dana BOS
2024
Tahun
Rp 39.260.000

Jumlah dana yang diterima sekolah

Sedang Disalurkan

Status

Jumlah Siswa Penerima
52
Tanggal Pencairan
09 Agustus 2024
Rincian Penggunaan
penerimaan Peserta Didik baru
Rp 0

pengembangan perpustakaan dan/atau layanan pojok baca
Rp 0

pelaksanaan kegiatan pembelajaran dan bermain
Rp 7.000.000

pelaksanaan kegiatan evaluasi/asesmen pembelajaran dan bermain
Rp 3.771.200

pelaksanaan administrasi kegiatan Satuan Pendidikan
Rp 3.050.000

pengembangan profesi pendidik dan tenaga kependidikan
Rp 0

langganan daya dan jasa
Rp 2.214.000

pemeliharaan sarana dan prasarana
Rp 2.580.000

penyediaan alat multimedia pembelajaran
Rp 0

pembayaran honor
Rp 0

penyelenggaraan kegiatan uji kompetensi keahlian, sertifikasi kompetensi keahlian dan uji kompetensi kemampuan bahasa Inggris berstandar internasional dan bahasa asing lainnya bagi kelas akhir SMK atau SMALB
Rp 0

pembayaran honor
Rp 20.820.000

Total Dana
Rp 39.435.200

Anggaran Dana BOS
2023
Tahun
Rp 61.155.000

Jumlah dana yang diterima sekolah

Sedang Disalurkan

Status

Jumlah Siswa Penerima
81
Tanggal Pencairan
16 Februari 2023
Rincian Penggunaan
penerimaan Peserta Didik baru
Rp 0

pengembangan perpustakaan
Rp 2.452.000

kegiatan pembelajaran dan ekstrakurikuler
Rp 4.800.000

kegiatan asesmen/evaluasi pembelajaran
Rp 10.905.600

administrasi kegiatan sekolah
Rp 2.353.800

pengembangan profesi guru dan tenaga kependidikan
Rp 0

langganan daya dan jasa
Rp 2.220.000

pemeliharaan sarana dan prasarana Sekolah
Rp 0

penyelenggaraan kegiatan kesehatan, gizi, dan kebersihan
Rp 0

penyelenggaraan bursa kerja khusus, praktik kerja industri atau praktik kerja lapangan di dalam negeri, pemantauan kebekerjaan, pemagangan guru, dan lembaga sertifikasi profesi pihak pertama
Rp 0

penyelenggaraan kegiatan uji kompetensi keahlian, sertifikasi kompetensi keahlian dan uji kompetensi kemampuan bahasa Inggris berstandar internasional dan bahasa asing lainnya bagi kelas akhir SMK atau SMALB
Rp 0

pembayaran honor
Rp 37.380.000

Total Dana
Rp 60.111.400

Anggaran Dana BOS
2023
Tahun
Rp 61.155.000

Jumlah dana yang diterima sekolah

Sedang Disalurkan

Status

Jumlah Siswa Penerima
81
Tanggal Pencairan
24 Juli 2023
Rincian Penggunaan
penerimaan Peserta Didik baru
Rp 0

pengembangan perpustakaan
Rp 0

kegiatan pembelajaran dan ekstrakurikuler
Rp 4.800.000

kegiatan asesmen/evaluasi pembelajaran
Rp 8.196.000

administrasi kegiatan sekolah
Rp 4.707.600

pengembangan profesi guru dan tenaga kependidikan
Rp 0

langganan daya dan jasa
Rp 2.220.000

pemeliharaan sarana dan prasarana Sekolah
Rp 0

penyelenggaraan kegiatan kesehatan, gizi, dan kebersihan
Rp 4.895.000

penyelenggaraan bursa kerja khusus, praktik kerja industri atau praktik kerja lapangan di dalam negeri, pemantauan kebekerjaan, pemagangan guru, dan lembaga sertifikasi profesi pihak pertama
Rp 0

penyelenggaraan kegiatan uji kompetensi keahlian, sertifikasi kompetensi keahlian dan uji kompetensi kemampuan bahasa Inggris berstandar internasional dan bahasa asing lainnya bagi kelas akhir SMK atau SMALB
Rp 0

pembayaran honor
Rp 37.380.000

Total Dana
Rp 62.198.600

 

Jauh berbeda dengan kondisi dilapangan, menurut salah satu guru bahasa , mengungkapkan, jumlah siswa dari tahun ajaran baru 2024-2025, jumlah siswa hanya 19 orang dengan satu jurusan. Saat sudah menginjak kelas 12.

Kepala Sekolah SMA PGRI 58 IDRIS

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Kurangnya pengawasan dinas pendidikan Provinsi Banten, perlu dipertanyakan. Standar kelayapan prasaran pendidikan, yang tidak memadai, membuat keprihatinan orang tua calon siswa.

 

 

Red. Switno Purba

 

๐—•๐˜‚๐—ฝ๐—ฎ๐˜๐—ถ ๐—ง๐—ฎ๐—ป๐—ด๐—ฒ๐—ฟ๐—ฎ๐—ป๐—ด ๐——๐—ฎ๐—บ๐—ฝ๐—ถ๐—ป๐—ด๐—ถ ๐— ๐—ฒ๐—ป๐—ฝ๐—ผ๐—ฟ๐—ฎ ๐—ฑ๐—ฎ๐—ป ๐— ๐—ฒ๐—ป๐—ฑ๐—ฒ๐˜€ ๐—ฝ๐—ฎ๐—ฑ๐—ฎ ๐—”๐—ฝ๐—ฒ๐—น ๐—ฃ๐—ฒ๐—บ๐˜‚๐—ฑ๐—ฎ ๐—ฃ๐—ฒ๐—น๐—ผ๐—ฝ๐—ผ๐—ฟ ๐—ฆ๐—ถ๐—ฎ๐—ด๐—ฎ ๐— ๐—ฒ๐—บ๐—ฏ๐—ฎ๐—ป๐—ด๐˜‚๐—ป ๐——๐—ฒ๐˜€๐—ฎ

๐—ฃ๐—ผ๐˜€๐˜๐—ท๐—ธ๐˜.๐—ฐ๐—ผ๐—บ || ๐—ง๐—”๐—ก๐—š๐—˜๐—ฅ๐—”๐—ก๐—š โ€” ๐—•๐˜‚๐—ฝ๐—ฎ๐˜๐—ถ ๐—ง๐—ฎ๐—ป๐—ด๐—ฒ๐—ฟ๐—ฎ๐—ป๐—ด ๐—› ๐— ๐—ผ๐—ฐ๐—ต ๐— ๐—ฎ๐—ฒ๐˜€๐˜†๐—ฎ๐—น ๐—ฅ๐—ฎ๐˜€๐˜†๐—ถ๐—ฑ ๐—บ๐—ฒ๐—ป๐—ฑ๐—ฎ๐—บ๐—ฝ๐—ถ๐—ป๐—ด๐—ถ ๐— ๐—ฒ๐—ป๐˜๐—ฒ๐—ฟ๐—ถ ๐—ฃ๐—ฒ๐—บ๐˜‚๐—ฑ๐—ฎ ๐—ฑ๐—ฎ๐—ป ๐—ข๐—น๐—ฎ๐—ต๐—ฟ๐—ฎ๐—ด๐—ฎ (๐— ๐—ฒ๐—ป๐—ฝ๐—ผ๐—ฟ๐—ฎ) ๐——๐—ถ๐˜๐—ผ ๐—”๐—ฟ๐—ถ๐—ผ๐˜๐—ฒ๐—ฑ๐—ท๐—ผ ๐—ฑ๐—ฎ๐—ป ๐— ๐—ฒ๐—ป๐˜๐—ฒ๐—ฟ๐—ถ ๐——๐—ฒ๐˜€๐—ฎ (๐— ๐—ฒ๐—ป๐—ฑ๐—ฒ๐˜€) ๐—ฃ๐——๐—ง ๐—ฌ๐—ฎ๐—ป๐—ฑ๐—ฟ๐—ถ ๐—ฆ๐˜‚๐˜€๐—ฎ๐—ป๐˜๐—ผ ๐—ฝ๐—ฎ๐—ฑ๐—ฎ ๐—”๐—ฝ๐—ฒ๐—น ๐—ฃ๐—ฒ๐—บ๐˜‚๐—ฑ๐—ฎ ๐—ฃ๐—ฒ๐—น๐—ผ๐—ฝ๐—ผ๐—ฟ ๐—ฆ๐—ถ๐—ฎ๐—ด๐—ฎ ๐— ๐—ฒ๐—บ๐—ฏ๐—ฎ๐—ป๐—ด๐˜‚๐—ป ๐——๐—ฒ๐˜€๐—ฎ. ๐—”๐—ฐ๐—ฎ๐—ฟ๐—ฎ ๐—ถ๐—ป๐—ถ ๐—ฑ๐—ถ๐—ด๐—ฒ๐—น๐—ฎ๐—ฟ ๐—ฑ๐—ถ ๐——๐—ฒ๐˜€๐—ฎ ๐—๐—ฎ๐˜๐—ฎ๐—ธ๐—ฒ, ๐—ž๐—ฒ๐—ฐ๐—ฎ๐—บ๐—ฎ๐˜๐—ฎ๐—ป ๐—ฃ๐—ฎ๐—ด๐—ฒ๐—ฑ๐—ฎ๐—ป๐—ด๐—ฎ๐—ป, ๐—ž๐—ฎ๐—ฏ๐˜‚๐—ฝ๐—ฎ๐˜๐—ฒ๐—ป ๐—ง๐—ฎ๐—ป๐—ด๐—ฒ๐—ฟ๐—ฎ๐—ป๐—ด, ๐—ฆ๐—ฒ๐—ป๐—ถ๐—ป (๐Ÿญ๐Ÿฒ/๐Ÿฒ/๐Ÿฎ๐Ÿฑ).

 

๐——๐—ฎ๐—น๐—ฎ๐—บ ๐˜€๐—ฎ๐—บ๐—ฏ๐˜‚๐˜๐—ฎ๐—ป๐—ป๐˜†๐—ฎ, ๐—•๐˜‚๐—ฝ๐—ฎ๐˜๐—ถ ๐—ง๐—ฎ๐—ป๐—ด๐—ฒ๐—ฟ๐—ฎ๐—ป๐—ด ๐— ๐—ผ๐—ฐ๐—ต ๐— ๐—ฎ๐—ฒ๐˜€๐˜†๐—ฎ๐—น ๐—ฅ๐—ฎ๐˜€๐˜†๐—ถ๐—ฑ ๐—บ๐—ฒ๐—ป๐˜†๐—ฎ๐—บ๐—ฝ๐—ฎ๐—ถ๐—ธ๐—ฎ๐—ป ๐—ฎ๐—ฝ๐—ฟ๐—ฒ๐˜€๐—ถ๐—ฎ๐˜€๐—ถ ๐—ฑ๐—ฎ๐—ป ๐˜‚๐—ฐ๐—ฎ๐—ฝ๐—ฎ๐—ป ๐˜€๐—ฒ๐—น๐—ฎ๐—บ๐—ฎ๐˜ ๐—ฑ๐—ฎ๐˜๐—ฎ๐—ป๐—ด ๐—ธ๐—ฒ๐—ฝ๐—ฎ๐—ฑ๐—ฎ ๐—ฝ๐—ฎ๐—ฟ๐—ฎ ๐—ฝ๐—ฒ๐˜€๐—ฒ๐—ฟ๐˜๐—ฎ ๐—ฎ๐—ฝ๐—ฒ๐—น ๐—ฑ๐—ฎ๐—ฟ๐—ถ ๐—ฏ๐—ฒ๐—ฟ๐—ฏ๐—ฎ๐—ด๐—ฎ๐—ถ ๐—ฑ๐—ฒ๐˜€๐—ฎ ๐—ฑ๐—ถ ๐—ž๐—ฎ๐—ฏ๐˜‚๐—ฝ๐—ฎ๐˜๐—ฒ๐—ป ๐—ง๐—ฎ๐—ป๐—ด๐—ฒ๐—ฟ๐—ฎ๐—ป๐—ด ๐—ฑ๐—ฎ๐—ป ๐—ฑ๐—ฎ๐—ฟ๐—ถ ๐—น๐˜‚๐—ฎ๐—ฟ ๐—ž๐—ฎ๐—ฏ๐˜‚๐—ฝ๐—ฎ๐˜๐—ฒ๐—ป ๐—ง๐—ฎ๐—ป๐—ด๐—ฒ๐—ฟ๐—ฎ๐—ป๐—ด. ๐—”๐—ฝ๐—ฒ๐—น ๐—ฝ๐—ฒ๐—บ๐˜‚๐—ฑ๐—ฎ ๐—ฝ๐—ฒ๐—น๐—ผ๐—ฝ๐—ผ๐—ฟ ๐˜€๐—ถ๐—ฎ๐—ด๐—ฎ ๐—บ๐—ฒ๐—บ๐—ฏ๐—ฎ๐—ป๐—ด๐˜‚๐—ป ๐—ฑ๐—ฒ๐˜€๐—ฎ ๐—ฑ๐—ถ๐—ด๐—ฒ๐—น๐—ฎ๐—ฟ ๐˜‚๐—ป๐˜๐˜‚๐—ธ ๐—บ๐—ฒ๐—บ๐—ฝ๐—ฒ๐—ฟ๐—ธ๐˜‚๐—ฎ๐˜ ๐˜€๐—ฒ๐—บ๐—ฎ๐—ป๐—ด๐—ฎ๐˜ ๐—บ๐—ฒ๐—บ๐—ฏ๐—ฎ๐—ป๐—ด๐˜‚๐—ป ๐—ฑ๐—ฒ๐˜€๐—ฎ ๐˜†๐—ฎ๐—ป๐—ด ๐—ฑ๐—ถ๐—ฝ๐—ฒ๐—น๐—ผ๐—ฝ๐—ผ๐—ฟ๐—ถ ๐—ฝ๐—ฒ๐—บ๐˜‚๐—ฑ๐—ฎ.

 

โ€œ๐—”๐—ฝ๐—ฒ๐—น ๐—ถ๐—ป๐—ถ ๐˜€๐—ฒ๐—น๐—ฎ๐—ฟ๐—ฎ๐˜€ ๐—ฑ๐—ฒ๐—ป๐—ด๐—ฎ๐—ป ๐˜€๐—ฒ๐—บ๐—ฎ๐—ป๐—ด๐—ฎ๐˜ ๐—ธ๐—ฎ๐—บ๐—ถ ๐—ฑ๐—ฎ๐—น๐—ฎ๐—บ ๐—บ๐—ฒ๐—บ๐—ฏ๐—ฒ๐—ฟ๐—ฑ๐—ฎ๐˜†๐—ฎ๐—ธ๐—ฎ๐—ป ๐—ฝ๐—ผ๐˜๐—ฒ๐—ป๐˜€๐—ถ ๐—ฝ๐—ฒ๐—บ๐˜‚๐—ฑ๐—ฎ ๐—ฑ๐—ถ ๐—ฑ๐—ฒ๐˜€๐—ฎ. ๐—ฃ๐—ฒ๐—บ๐—ฒ๐—ฟ๐—ถ๐—ป๐˜๐—ฎ๐—ต ๐—ž๐—ฎ๐—ฏ๐˜‚๐—ฝ๐—ฎ๐˜๐—ฒ๐—ป ๐—ง๐—ฎ๐—ป๐—ด๐—ฒ๐—ฟ๐—ฎ๐—ป๐—ด ๐˜๐—ฒ๐—น๐—ฎ๐—ต ๐—บ๐—ฒ๐—บ๐—ฏ๐˜‚๐—ธ๐—ฎ ๐—ฟ๐˜‚๐—ฎ๐—ป๐—ด ๐˜€๐—ฒ๐—น๐˜‚๐—ฎ๐˜€-๐—น๐˜‚๐—ฎ๐˜€๐—ป๐˜†๐—ฎ ๐—ฏ๐—ฎ๐—ด๐—ถ ๐—ฝ๐—ฎ๐—ฟ๐—ฎ ๐—ฝ๐—ฒ๐—บ๐˜‚๐—ฑ๐—ฎ ๐˜‚๐—ป๐˜๐˜‚๐—ธ ๐—ถ๐—ธ๐˜‚๐˜ ๐˜€๐—ฒ๐—ฟ๐˜๐—ฎ ๐—บ๐—ฒ๐—บ๐—ฏ๐—ฎ๐—ป๐—ด๐˜‚๐—ป ๐—ฑ๐—ฒ๐˜€๐—ฎ ๐—บ๐—ฒ๐—น๐—ฎ๐—น๐˜‚๐—ถ ๐—ธ๐—ผ๐—ฝ๐—ฒ๐—ฟ๐—ฎ๐˜€๐—ถ, ๐—ธ๐—ฒ๐—ด๐—ถ๐—ฎ๐˜๐—ฎ๐—ป ๐˜„๐—ถ๐—ฟ๐—ฎ๐˜‚๐˜€๐—ฎ๐—ต๐—ฎ, ๐—ต๐—ถ๐—ป๐—ด๐—ด๐—ฎ ๐—ฝ๐—ฟ๐—ผ๐—ด๐—ฟ๐—ฎ๐—บ ๐—ธ๐—ฒ๐—ฝ๐—ฒ๐—บ๐˜‚๐—ฑ๐—ฎ๐—ฎ๐—ป ๐˜†๐—ฎ๐—ป๐—ด ๐—ฏ๐—ฒ๐—ฟ๐—ธ๐—ฒ๐—น๐—ฎ๐—ป๐—ท๐˜‚๐˜๐—ฎ๐—ป,โ€ ๐˜‚๐—ท๐—ฎ๐—ฟ ๐—•๐˜‚๐—ฝ๐—ฎ๐˜๐—ถ ๐— ๐—ฎ๐—ฒ๐˜€๐˜†๐—ฎ๐—น ๐—ฅ๐—ฎ๐˜€๐˜†๐—ถ๐—ฑ.

 

๐——๐—ถ๐—ธ๐—ฒ๐˜๐—ฎ๐—ต๐˜‚๐—ถ, ๐—ž๐—ฎ๐—ฏ๐˜‚๐—ฝ๐—ฎ๐˜๐—ฒ๐—ป ๐—ง๐—ฎ๐—ป๐—ด๐—ฒ๐—ฟ๐—ฎ๐—ป๐—ด ๐—บ๐—ฒ๐—บ๐—ถ๐—น๐—ถ๐—ธ๐—ถ ๐Ÿฎ๐Ÿฐ๐Ÿฒ ๐—ฑ๐—ฒ๐˜€๐—ฎ, ๐Ÿฎ๐Ÿด ๐—ธ๐—ฒ๐—น๐˜‚๐—ฟ๐—ฎ๐—ต๐—ฎ๐—ป, ๐˜€๐—ฒ๐—ฟ๐˜๐—ฎ ๐—น๐—ฒ๐—ฏ๐—ถ๐—ต ๐—ฑ๐—ฎ๐—ฟ๐—ถ ๐Ÿญ๐Ÿฏ.๐Ÿฌ๐Ÿฌ๐Ÿฌ ๐—ฅ๐—ง/๐—ฅ๐—ช. ๐—•๐˜‚๐—ฝ๐—ฎ๐˜๐—ถ ๐—ฏ๐—ฎ๐—ป๐—ด๐—ด๐—ฎ ๐—ธ๐—ฎ๐—ฟ๐—ฒ๐—ป๐—ฎ ๐——๐—ฒ๐˜€๐—ฎ ๐—๐—ฎ๐˜๐—ฎ๐—ธ๐—ฒ, ๐—ž๐—ฒ๐—ฐ๐—ฎ๐—บ๐—ฎ๐˜๐—ฎ๐—ป ๐—ฃ๐—ฎ๐—ด๐—ฒ๐—ฑ๐—ฎ๐—ป๐—ด๐—ฎ๐—ป, ๐—บ๐—ฒ๐—ป๐—ท๐—ฎ๐—ฑ๐—ถ ๐˜„๐—ถ๐—น๐—ฎ๐˜†๐—ฎ๐—ต ๐—ฝ๐—ฒ๐—ฟ๐—ฐ๐—ผ๐—ป๐˜๐—ผ๐—ต๐—ฎ๐—ป ๐—ฝ๐—ฟ๐—ผ๐—ด๐—ฟ๐—ฎ๐—บ โ€œ๐——๐—ฒ๐˜€๐—ฎ ๐— ๐—ฒ๐—ฟ๐—ฎ๐—ต ๐—ฃ๐˜‚๐˜๐—ถ๐—ตโ€, ๐—ธ๐—ผ๐—น๐—ฎ๐—ฏ๐—ผ๐—ฟ๐—ฎ๐˜€๐—ถ ๐—ฏ๐—ฒ๐—ฟ๐˜€๐—ฎ๐—บ๐—ฎ ๐—ž๐—ฒ๐—บ๐—ฒ๐—ป๐—ฑ๐—ฒ๐˜€ ๐—ฑ๐—ฎ๐—ป ๐—ž๐—ฒ๐—บ๐—ฒ๐—ป๐—ฝ๐—ผ๐—ฟ๐—ฎ. ๐—ž๐—ผ๐—น๐—ฎ๐—ฏ๐—ผ๐—ฟ๐—ฎ๐˜€๐—ถ ๐—ฑ๐—ฎ๐—ป ๐—ธ๐—ฒ๐—ฟ๐—ท๐—ฎ ๐˜€๐—ฎ๐—บ๐—ฎ ๐—ถ๐—ป๐—ถ ๐—บ๐—ฒ๐—ป๐—ฑ๐—ผ๐—ฟ๐—ผ๐—ป๐—ด ๐—ฝ๐—ฒ๐—บ๐˜‚๐—ฑ๐—ฎ ๐—บ๐—ฒ๐—ป๐—ท๐—ฎ๐—ฑ๐—ถ ๐—ฎ๐—ด๐—ฒ๐—ป ๐—ฝ๐—ฒ๐—ฟ๐˜‚๐—ฏ๐—ฎ๐—ต๐—ฎ๐—ป ๐˜†๐—ฎ๐—ป๐—ด ๐—ฝ๐—ฟ๐—ผ๐—ฑ๐˜‚๐—ธ๐˜๐—ถ๐—ณ ๐—ฑ๐—ฎ๐—ป ๐˜€๐—ผ๐—น๐˜‚๐˜๐—ถ๐—ณ ๐—ฑ๐—ถ ๐—น๐—ถ๐—ป๐—ด๐—ธ๐˜‚๐—ป๐—ด๐—ฎ๐—ป ๐—บ๐—ฎ๐˜€๐—ถ๐—ป๐—ด-๐—บ๐—ฎ๐˜€๐—ถ๐—ป๐—ด.

 

“๐—ง๐—ฒ๐—ฟ๐—ถ๐—บ๐—ฎ ๐—ธ๐—ฎ๐˜€๐—ถ๐—ต ๐—ธ๐—ฒ๐—ฝ๐—ฎ๐—ฑ๐—ฎ ๐— ๐—ฒ๐—ป๐—ฝ๐—ผ๐—ฟ๐—ฎ ๐—ฑ๐—ฎ๐—ป ๐— ๐—ฒ๐—ป๐—ฑ๐—ฒ๐˜€ ๐˜†๐—ฎ๐—ป๐—ด ๐˜๐—ฒ๐—น๐—ฎ๐—ต ๐—บ๐—ฒ๐—บ๐—ถ๐—น๐—ถ๐—ต ๐——๐—ฒ๐˜€๐—ฎ ๐—๐—ฎ๐˜๐—ฎ๐—ธ๐—ฒ ๐—ž๐—ฒ๐—ฐ๐—ฎ๐—บ๐—ฎ๐˜๐—ฎ๐—ป ๐—ฃ๐—ฎ๐—ด๐—ฒ๐—ฑ๐—ฎ๐—ป๐—ด๐—ฎ๐—ป ๐—ถ๐—ป๐—ถ ๐˜€๐—ฒ๐—ฏ๐—ฎ๐—ด๐—ฎ๐—ถ ๐—ฝ๐—ฒ๐—ฟ๐—ฐ๐—ผ๐—ป๐˜๐—ผ๐—ต๐—ฎ๐—ป ๐——๐—ฒ๐˜€๐—ฎ ๐— ๐—ฒ๐—ฟ๐—ฎ๐—ต ๐—ฃ๐˜‚๐˜๐—ถ๐—ต,” ๐˜‚๐—ท๐—ฎ๐—ฟ๐—ป๐˜†๐—ฎ.

 

๐—ฆ๐—ฒ๐—บ๐—ฒ๐—ป๐˜๐—ฎ๐—ฟ๐—ฎ ๐—ถ๐˜๐˜‚, ๐— ๐—ฒ๐—ป๐—ฝ๐—ผ๐—ฟ๐—ฎ ๐——๐—ถ๐˜๐—ผ ๐—”๐—ฟ๐—ถ๐—ผ๐˜๐—ฒ๐—ฑ๐—ท๐—ผ ๐—บ๐—ฒ๐—ป๐—ฒ๐—ธ๐—ฎ๐—ป๐—ธ๐—ฎ๐—ป ๐—ฝ๐—ฒ๐—ป๐˜๐—ถ๐—ป๐—ด๐—ป๐˜†๐—ฎ ๐—ธ๐—ฒ๐—ต๐—ฎ๐—ฑ๐—ถ๐—ฟ๐—ฎ๐—ป ๐—ฃ๐—ฒ๐—บ๐˜‚๐—ฑ๐—ฎ ๐—ฃ๐—ฒ๐—น๐—ผ๐—ฝ๐—ผ๐—ฟ ๐——๐—ฒ๐˜€๐—ฎ ๐˜€๐—ฒ๐—ฏ๐—ฎ๐—ด๐—ฎ๐—ถ ๐—ฝ๐—ฒ๐—ป๐—ด๐—ด๐—ฒ๐—ฟ๐—ฎ๐—ธ ๐—ฝ๐—ฒ๐—บ๐—ฏ๐—ฎ๐—ป๐—ด๐˜‚๐—ป๐—ฎ๐—ป ๐—ฏ๐—ฒ๐—ฟ๐—ฏ๐—ฎ๐˜€๐—ถ๐˜€ ๐—ถ๐—ป๐—ผ๐˜ƒ๐—ฎ๐˜€๐—ถ ๐—ฑ๐—ฎ๐—ป ๐—ธ๐—ผ๐—น๐—ฎ๐—ฏ๐—ผ๐—ฟ๐—ฎ๐˜€๐—ถ. ๐—œ๐—ฎ ๐—บ๐—ฒ๐—ป๐˜†๐—ฎ๐—บ๐—ฝ๐—ฎ๐—ถ๐—ธ๐—ฎ๐—ป ๐—ฏ๐—ฎ๐—ต๐˜„๐—ฎ ๐˜๐—ฎ๐—ต๐˜‚๐—ป ๐Ÿฎ๐Ÿฌ๐Ÿฎ๐Ÿฑ ๐—ถ๐—ป๐—ถ, ๐—ฝ๐—ฒ๐—บ๐—ฒ๐—ฟ๐—ถ๐—ป๐˜๐—ฎ๐—ต ๐—บ๐—ฒ๐—น๐˜‚๐—ป๐—ฐ๐˜‚๐—ฟ๐—ธ๐—ฎ๐—ป ๐—Ÿ๐—ผ๐—บ๐—ฏ๐—ฎ ๐—ฃ๐—ฒ๐—บ๐˜‚๐—ฑ๐—ฎ ๐—ฃ๐—ฒ๐—น๐—ผ๐—ฝ๐—ผ๐—ฟ ๐——๐—ฒ๐˜€๐—ฎ ๐Ÿฎ๐Ÿฌ๐Ÿฎ๐Ÿฑ ๐—ฑ๐—ฒ๐—ป๐—ด๐—ฎ๐—ป ๐—น๐—ถ๐—บ๐—ฎ ๐—ธ๐—ฎ๐˜๐—ฒ๐—ด๐—ผ๐—ฟ๐—ถ ๐˜‚๐˜๐—ฎ๐—บ๐—ฎ: ๐—ธ๐—ฒ๐˜„๐—ถ๐—ฟ๐—ฎ๐˜‚๐˜€๐—ฎ๐—ต๐—ฎ๐—ฎ๐—ป, ๐˜€๐—ฒ๐—ป๐—ถ ๐—ฑ๐—ฎ๐—ป ๐—ฏ๐˜‚๐—ฑ๐—ฎ๐˜†๐—ฎ, ๐—ฒ๐—ธ๐—ผ๐—ป๐—ผ๐—บ๐—ถ ๐—ฑ๐—ถ๐—ด๐—ถ๐˜๐—ฎ๐—น, ๐—น๐—ถ๐—ป๐—ด๐—ธ๐˜‚๐—ป๐—ด๐—ฎ๐—ป, ๐˜€๐—ฒ๐—ฟ๐˜๐—ฎ ๐˜€๐—ผ๐˜€๐—ถ๐—ฎ๐—น ๐—ธ๐—ฒ๐—บ๐—ฎ๐˜€๐˜†๐—ฎ๐—ฟ๐—ฎ๐—ธ๐—ฎ๐˜๐—ฎ๐—ป.

๐—•๐˜‚๐—ฝ๐—ฎ๐˜๐—ถ ๐—ธ๐—ฎ๐—ฏ๐˜‚๐—ฝ๐—ฎ๐˜๐—ฒ๐—ป ๐—ง๐—ฎ๐—ป๐—ด๐—ฒ๐—ฟ๐—ฎ๐—ป๐—ด ๐—ฅ๐˜‚๐—ฑ๐—ถ ๐— ๐—ฎ๐—ฒ๐˜†๐˜€๐—ต๐—ฎ๐—น

โ€œ๐—Ÿ๐—ถ๐—บ๐—ฎ ๐—ธ๐—ฎ๐˜๐—ฒ๐—ด๐—ผ๐—ฟ๐—ถ ๐—ถ๐—ป๐—ถ ๐—ฏ๐˜‚๐—ธ๐—ฎ๐—ป ๐˜€๐—ฒ๐—ธ๐—ฎ๐—ฑ๐—ฎ๐—ฟ ๐—ธ๐—ผ๐—บ๐—ฝ๐—ฒ๐˜๐—ถ๐˜€๐—ถ, ๐—บ๐—ฒ๐—น๐—ฎ๐—ถ๐—ป๐—ธ๐—ฎ๐—ป ๐—ฎ๐—น๐—ฎ๐˜ ๐˜๐—ฟ๐—ฎ๐—ป๐˜€๐—ณ๐—ผ๐—ฟ๐—บ๐—ฎ๐˜€๐—ถ ๐—ฑ๐—ฒ๐˜€๐—ฎ ๐—ฎ๐—ด๐—ฎ๐—ฟ ๐—น๐—ฒ๐—ฏ๐—ถ๐—ต ๐—บ๐—ฎ๐—ป๐—ฑ๐—ถ๐—ฟ๐—ถ ๐—ฑ๐—ฎ๐—ป ๐˜€๐—ฒ๐—ท๐—ฎ๐—ต๐˜๐—ฒ๐—ฟ๐—ฎ. ๐—•๐—ฎ๐˜†๐—ฎ๐—ป๐—ด๐—ธ๐—ฎ๐—ป ๐—ท๐—ถ๐—ธ๐—ฎ ๐˜€๐—ฒ๐˜๐—ถ๐—ฎ๐—ฝ ๐—ฑ๐—ฒ๐˜€๐—ฎ ๐—ฝ๐˜‚๐—ป๐˜†๐—ฎ ๐˜€๐—ฎ๐˜๐˜‚ ๐—ถ๐—ป๐˜€๐—ฝ๐—ถ๐—ฟ๐—ฎ๐˜๐—ผ๐—ฟ ๐—ฑ๐—ฎ๐—ป ๐—บ๐—ผ๐˜๐—ถ๐˜ƒ๐—ฎ๐˜๐—ผ๐—ฟ ๐—ฑ๐—ฎ๐—ฟ๐—ถ ๐—ธ๐—ฎ๐—น๐—ฎ๐—ป๐—ด๐—ฎ๐—ป ๐—บ๐˜‚๐—ฑ๐—ฎ ๐—œ๐—ป๐—ฑ๐—ผ๐—ป๐—ฒ๐˜€๐—ถ๐—ฎ ๐—ฎ๐—ธ๐—ฎ๐—ป ๐—บ๐—ฒ๐—น๐—ฒ๐˜€๐—ฎ๐˜ ๐—ท๐—ฎ๐˜‚๐—ต ๐—ธ๐—ฒ ๐—ฑ๐—ฒ๐—ฝ๐—ฎ๐—ป,โ€ ๐—ท๐—ฒ๐—น๐—ฎ๐˜€ ๐——๐—ถ๐˜๐—ผ.

 

๐—Ÿ๐—ฒ๐—ฏ๐—ถ๐—ต ๐—น๐—ฎ๐—ป๐—ท๐˜‚๐˜, ๐— ๐—ฒ๐—ป๐˜๐—ฒ๐—ฟ๐—ถ ๐——๐—ฒ๐˜€๐—ฎ ๐—ฃ๐——๐—ง ๐—ฌ๐—ฎ๐—ป๐—ฑ๐—ฟ๐—ถ ๐—ฆ๐˜‚๐˜€๐—ฎ๐—ป๐˜๐—ผ ๐—บ๐—ฒ๐—ป๐—ฒ๐—ด๐—ฎ๐˜€๐—ธ๐—ฎ๐—ป ๐—ฏ๐—ฎ๐—ต๐˜„๐—ฎ ๐—ฝ๐—ฟ๐—ผ๐—ด๐—ฟ๐—ฎ๐—บ ๐—ถ๐—ป๐—ถ ๐—ฎ๐—ฑ๐—ฎ๐—น๐—ฎ๐—ต ๐—ท๐—ฎ๐˜„๐—ฎ๐—ฏ๐—ฎ๐—ป ๐˜๐—ฒ๐—ฟ๐—ต๐—ฎ๐—ฑ๐—ฎ๐—ฝ ๐˜๐—ฎ๐—ป๐˜๐—ฎ๐—ป๐—ด๐—ฎ๐—ป ๐˜€๐—ผ๐˜€๐—ถ๐—ฎ๐—น ๐—ฑ๐—ถ ๐—ฑ๐—ฒ๐˜€๐—ฎ, ๐˜๐—ฒ๐—ฟ๐—บ๐—ฎ๐˜€๐˜‚๐—ธ ๐—ฝ๐—ฒ๐—ป๐˜†๐—ฎ๐—น๐—ฎ๐—ต๐—ด๐˜‚๐—ป๐—ฎ๐—ฎ๐—ป ๐—ป๐—ฎ๐—ฟ๐—ธ๐—ผ๐—ฏ๐—ฎ, ๐—ท๐˜‚๐—ฑ๐—ถ ๐—ผ๐—ป๐—น๐—ถ๐—ป๐—ฒ, ๐—ต๐—ถ๐—ป๐—ด๐—ด๐—ฎ ๐—ธ๐—ฒ๐—ป๐—ฎ๐—ธ๐—ฎ๐—น๐—ฎ๐—ป ๐—ฟ๐—ฒ๐—บ๐—ฎ๐—ท๐—ฎ. ๐—œ๐—ฎ ๐—บ๐—ฒ๐—ป๐˜†๐—ฒ๐—ฏ๐˜‚๐˜ ๐—ฏ๐—ฎ๐—ต๐˜„๐—ฎ ๐—ธ๐—ฒ๐˜๐—ฒ๐—ฟ๐—น๐—ถ๐—ฏ๐—ฎ๐˜๐—ฎ๐—ป ๐—ฝ๐—ฒ๐—บ๐˜‚๐—ฑ๐—ฎ ๐˜€๐—ฒ๐—ฏ๐—ฎ๐—ด๐—ฎ๐—ถ ๐—ฝ๐—ฒ๐—น๐—ผ๐—ฝ๐—ผ๐—ฟ ๐—ฝ๐—ฒ๐—บ๐—ฏ๐—ฎ๐—ป๐—ด๐˜‚๐—ป๐—ฎ๐—ป ๐˜€๐—ฎ๐—ป๐—ด๐—ฎ๐˜ ๐—ฝ๐—ฒ๐—ป๐˜๐—ถ๐—ป๐—ด ๐—ฑ๐—ฎ๐—น๐—ฎ๐—บ ๐—บ๐—ฒ๐—ป๐—ฑ๐—ผ๐—ฟ๐—ผ๐—ป๐—ด ๐—ฝ๐—ฒ๐—บ๐—ฒ๐—ฟ๐—ฎ๐˜๐—ฎ๐—ฎ๐—ป ๐—ฒ๐—ธ๐—ผ๐—ป๐—ผ๐—บ๐—ถ ๐˜€๐—ฒ๐—ฏ๐—ฎ๐—ด๐—ฎ๐—ถ๐—บ๐—ฎ๐—ป๐—ฎ ๐˜ƒ๐—ถ๐˜€๐—ถ ๐—ฃ๐—ฟ๐—ฒ๐˜€๐—ถ๐—ฑ๐—ฒ๐—ป ๐—ฃ๐—ฟ๐—ฎ๐—ฏ๐—ผ๐˜„๐—ผ ๐—ฆ๐˜‚๐—ฏ๐—ถ๐—ฎ๐—ป๐˜๐—ผ.

 

โ€œ๐—๐—ฎ๐—ป๐—ด๐—ฎ๐—ป ๐—บ๐—ฎ๐—น๐˜‚ ๐—ท๐—ฎ๐—ฑ๐—ถ ๐—ผ๐—ฟ๐—ฎ๐—ป๐—ด ๐—ฑ๐—ฒ๐˜€๐—ฎ. ๐—ฆ๐—ฎ๐—ฎ๐˜ ๐—ถ๐—ป๐—ถ ๐—ฑ๐—ฒ๐˜€๐—ฎ ๐—บ๐—ฒ๐—ป๐—ท๐—ฎ๐—ฑ๐—ถ ๐—ฝ๐˜‚๐˜€๐—ฎ๐˜ ๐—ฝ๐—ฒ๐—ฟ๐—ต๐—ฎ๐˜๐—ถ๐—ฎ๐—ป ๐—ฑ๐—ฎ๐—ป ๐—ฝ๐—ฟ๐—ถ๐—ผ๐—ฟ๐—ถ๐˜๐—ฎ๐˜€ ๐—ฝ๐—ฒ๐—บ๐—ฏ๐—ฎ๐—ป๐—ด๐˜‚๐—ป๐—ฎ๐—ป ๐—ป๐—ฎ๐˜€๐—ถ๐—ผ๐—ป๐—ฎ๐—น. ๐—ฃ๐—ฒ๐—บ๐˜‚๐—ฑ๐—ฎ ๐—ฝ๐—ฒ๐—น๐—ผ๐—ฝ๐—ผ๐—ฟ ๐—ท๐—ฎ๐—ป๐—ด๐—ฎ๐—ป ๐—ท๐—ฎ๐—ฑ๐—ถ ๐—ฝ๐—ฒ๐—ป๐—ผ๐—ป๐˜๐—ผ๐—ป ๐—ฑ๐—ถ ๐—ป๐—ฒ๐—ด๐—ฒ๐—ฟ๐—ถ ๐˜€๐—ฒ๐—ป๐—ฑ๐—ถ๐—ฟ๐—ถ, ๐˜๐—ฒ๐˜๐—ฎ๐—ฝ๐—ถ ๐—ต๐—ฎ๐—ฟ๐˜‚๐˜€ ๐—ท๐—ฎ๐—ฑ๐—ถ ๐—ฝ๐—ฒ๐—บ๐—ฎ๐—ถ๐—ป ๐˜‚๐˜๐—ฎ๐—บ๐—ฎ. ๐— ๐—ฎ๐˜€๐—ฎ ๐—ฑ๐—ฒ๐—ฝ๐—ฎ๐—ป ๐—œ๐—ป๐—ฑ๐—ผ๐—ป๐—ฒ๐˜€๐—ถ๐—ฎ, ๐˜๐—ฒ๐—ฟ๐—บ๐—ฎ๐˜€๐˜‚๐—ธ ๐˜ƒ๐—ถ๐˜€๐—ถ ๐—œ๐—ป๐—ฑ๐—ผ๐—ป๐—ฒ๐˜€๐—ถ๐—ฎ ๐—˜๐—บ๐—ฎ๐˜€ ๐Ÿฎ๐Ÿฌ๐Ÿฐ๐Ÿฑ, ๐˜€๐—ฎ๐—ป๐—ด๐—ฎ๐˜ ๐—ฏ๐—ฒ๐—ฟ๐—ด๐—ฎ๐—ป๐˜๐˜‚๐—ป๐—ด ๐—ฝ๐—ฎ๐—ฑ๐—ฎ ๐—ธ๐—ถ๐—ฝ๐—ฟ๐—ฎ๐—ต ๐—ฝ๐—ฒ๐—บ๐˜‚๐—ฑ๐—ฎ ๐—ฑ๐—ฒ๐˜€๐—ฎ,โ€ ๐˜๐—ฎ๐—ป๐—ฑ๐—ฎ๐˜€ ๐—ฌ๐—ฎ๐—ป๐—ฑ๐—ฟ๐—ถ.

 

๐— ๐—ฒ๐—ป๐˜‚๐—ฟ๐˜‚๐˜ ๐—ฑ๐—ถ๐—ฎ, ๐—ธ๐—ฒ๐—ด๐—ถ๐—ฎ๐˜๐—ฎ๐—ป ๐˜๐—ฒ๐—ฟ๐˜€๐—ฒ๐—ฏ๐˜‚๐˜ ๐—ท๐˜‚๐—ด๐—ฎ ๐—บ๐—ฒ๐—ป๐—ท๐—ฎ๐—ฑ๐—ถ ๐—บ๐—ผ๐—บ๐—ฒ๐—ป๐˜๐˜‚๐—บ ๐—ฝ๐—ฒ๐—ป๐˜๐—ถ๐—ป๐—ด ๐—ฑ๐—ฎ๐—น๐—ฎ๐—บ ๐—บ๐—ฒ๐—ป๐—ฒ๐—ด๐—ฎ๐˜€๐—ธ๐—ฎ๐—ป ๐—ฏ๐—ฎ๐—ต๐˜„๐—ฎ ๐—บ๐—ฒ๐—บ๐—ฏ๐—ฎ๐—ป๐—ด๐˜‚๐—ป ๐—ฑ๐—ฒ๐˜€๐—ฎ ๐—ฎ๐—ฑ๐—ฎ๐—น๐—ฎ๐—ต ๐—ณ๐—ผ๐—ป๐—ฑ๐—ฎ๐˜€๐—ถ ๐—บ๐—ฒ๐—บ๐—ฏ๐—ฎ๐—ป๐—ด๐˜‚๐—ป ๐—œ๐—ป๐—ฑ๐—ผ๐—ป๐—ฒ๐˜€๐—ถ๐—ฎ. ๐—ฆ๐—ถ๐—ป๐—ฒ๐—ฟ๐—ด๐—ถ ๐—ฎ๐—ป๐˜๐—ฎ๐—ฟ๐—ฝ๐—ฒ๐—บ๐—ฒ๐—ฟ๐—ถ๐—ป๐˜๐—ฎ๐—ต, ๐—ธ๐—ฒ๐—บ๐—ฒ๐—ป๐˜๐—ฒ๐—ฟ๐—ถ๐—ฎ๐—ป, ๐—ฑ๐—ฎ๐—ป ๐—ฝ๐—ฒ๐—บ๐˜‚๐—ฑ๐—ฎ ๐—ฎ๐—ธ๐—ฎ๐—ป ๐—บ๐—ฒ๐—ป๐—ท๐—ฎ๐—ฑ๐—ถ ๐—ธ๐—ฒ๐—ธ๐˜‚๐—ฎ๐˜๐—ฎ๐—ป ๐˜‚๐˜๐—ฎ๐—บ๐—ฎ ๐—ฑ๐—ฎ๐—น๐—ฎ๐—บ ๐—บ๐—ฒ๐—ฟ๐—ฎ๐—ถ๐—ต ๐—ธ๐—ฒ๐—บ๐—ฎ๐—ท๐˜‚๐—ฎ๐—ป ๐˜†๐—ฎ๐—ป๐—ด ๐—ถ๐—ป๐—ธ๐—น๐˜‚๐˜€๐—ถ๐—ณ ๐—ฑ๐—ฎ๐—ป ๐—ฏ๐—ฒ๐—ฟ๐—ธ๐—ฒ๐—น๐—ฎ๐—ป๐—ท๐˜‚๐˜๐—ฎ๐—ป ๐—ต๐—ถ๐—ป๐—ด๐—ด๐—ฎ ๐—ฝ๐—ฒ๐—น๐—ผ๐˜€๐—ผ๐—ธ ๐—ฑ๐—ฒ๐˜€๐—ฎ.

 

๐—ฅ๐—ฒ๐—ฑ.๐—ฆ๐˜„๐—ถ๐˜๐—ป๐—ผ ๐—ฃ๐˜‚๐—ฟ๐—ฏ๐—ฎ // ๐—ฃ๐—ข๐—ฆ๐—ง๐—๐—ž๐—ง ๐—ฑ๐—ถ๐—ธ๐˜‚๐˜๐—ถ๐—ฝ ๐—ฑ๐—ฎ๐—ฟ๐—ถ ๐˜„๐—ฒ๐—ฏ ๐—ฟ๐—ฒ๐˜€๐—บ๐—ถ ๐—ธ๐—ฎ๐—ฏ. ๐—ง๐—ฎ๐—ป๐—ด๐—ฒ๐—ฟ๐—ฎ๐—ป๐—ด //(๐—•๐—ฎ๐—ด๐—ถ๐—ฎ๐—ป ๐—ฃ๐—ฟ๐—ผ๐˜๐—ผ๐—ธ๐—ผ๐—น ๐—ฑ๐—ฎ๐—ป ๐—ž๐—ผ๐—บ๐˜‚๐—ป๐—ถ๐—ธ๐—ฎ๐˜€๐—ถ ๐—ฃ๐—ถ๐—บ๐—ฝ๐—ถ๐—ป๐—ฎ๐—ป ๐—ฆ๐—ฒ๐˜๐—ฑ๐—ฎ ๐—ž๐—ฎ๐—ฏ. ๐—ง๐—ฎ๐—ป๐—ด๐—ฒ๐—ฟ๐—ฎ๐—ป๐—ด)

 

 

PPDB PROVINSI BANTEN RESMI DIBUKA 16 JUNI 2025

POSTJKT. COM BANTEN // Tangerang, 16 Juni 2025, pelaksanaan pendaftaran calon siswa-siswi baru di kabupaten Tangerang, untuk tingkat SMA Negeri, mengalami kendala. Hususnya di SMA Negeri 6 kabupaten Tangerang. Silvia (36) mendaftarkan, anaknya dari mulai dini hari senin 16 Juni 2025, mengalami kendala untuk masuk, ke website, ppdb.bantenprov.id. server yang dituju selalu menolak, dengan keterangan halaman tidak ditemukan.

Kondisi web

 

Sesuai dengan keterangan digambar. Beberapa orang tua calon siswa-siswi mengalami, kesulitan dengan hal tersebut. Kurangnya pemahaman penggunaan digital, menjadi beban bagi calon siswa untuk mendaftarkan dirinya kesekolah yang dituju atau diminati.

Senada dengan kondisi yang dialami orang tua siswa, pihak panitia di SMA Negeri 6 , mengalami hal demi ky, sulit masuk ke website ppdb. Karna jaringan sibuk atau eror. Salah satu guru panitia ( engan menyebutkan namanya) penerima calon siswa SMA Negeri 6 baru, menurut hal demikian karna banyaknya yang membuka link tersebut.

Kondisi ini diperburuk dengan,ย  pilihan yang dibuat oleh Kemendikbud dalam hal pendaftaran, jalur ini itu, yang tujuannya hanya satu, yaitu mendapatkan pelayanan pendidikan di negri yang banyak aturan ini. Membuat masyarakat makin bingung dengan istilah istilah, jalur. Entah jalur apa itu, kata pengamat pendidikan, purba (43). Bukankah negara ini mewajibkan belajar 12 tahun. Wajib belajar kok pake syarat yang bertele-tele. Seharusnya jika suatu daerah belum memiliki sarana yang yang cukup, jalur jalur itu seharusnya di kecualikan. Pungkasnya.

 

 

 

 

 

Switno Purba

DESA SODONG MEWAKILI KABUPATEN TANGERANG,LOMBA DESA BERSIH

POSTJKTC.COM // Banten-Tangerang Tigaraksa Desa Sodong di Kecamatan Tigaraksa, Kabupaten Tangerang, Banten, berhasil masuk sebagai tiga besar dalam lomba desa tingkat Provinsi Banten tahun 2025. Jika lolos verifikasi lapangan, Desa Sodong akan mewakili Provinsi Banten pada lomba desa tingkat regional 1 dengan tema “Desa Tangguh Pangan, Wujudkan Ketahanan Pangan Nasional, Menuju Indonesia Emas”.

Desa Sodong dinilai memiliki keunggulan dalam beberapa aspek, seperti ยน:
– *Keberagaman Budaya dan Toleransi*: Masyarakat Desa Sodong terdiri dari berbagai agama, seperti Islam, Kristen, Hindu, dan Konghucu, yang hidup harmonis dan bekerja sama untuk membangun desa.
– *Ketahanan Pangan*: Desa Sodong mengembangkan agrowisata untuk memanfaatkan potensi sumber daya alam sebagai model percontohan kedaulatan pangan lokal.
– *Pengembangan Desa*: Desa Sodong menunjukkan kemajuan dalam berbagai sektor, termasuk pertanian dan pariwisata.

Dengan masuk sebagai tiga besar lomba desa tingkat Provinsi Banten, Desa Sodong berpotensi menjadi wakil Provinsi Banten di tingkat regional 1. Tema “Desa Tangguh Pangan” sejalan dengan arah pembangunan nasional Indonesia yang digagas oleh Presiden Prabowo Subianto dalam konsep Asta Cita menuju Indonesia Emas 2045.

Limbah Oli Bekas di Cilincing: Bisnis Daur Ulang Berbahaya, Ancaman B3 Mengintai?

Postjkt.com // Jakarta, Melalui pantauan awak media ,puluhan pengepul limbah oli dan solar bekas kapal beroperasi di Jalan BKT (Kampung Bambu Kuning), RT. 13/02, Kelurahan Marunda, Kecamatan Cilincing, Jakarta Utara. Praktik ini menimbulkan kekhawatiran serius karena potensi bahaya bahan berbahaya dan beracun (B3) yang mengancam lingkungan dan kesehatan masyarakat.

Berdasarkan keterangan Yanto (54), seorang warga sekaligus nelayan setempat, terdapat sekitar 10-20 titik pengepul kecil di wilayah Cilincing. Para pengepul ini memperoleh limbah oli dan solar bekas dari nelayan melalui sistem barter.

“Kawan-kawan nelayan itu berangkat melaut, kadang dapat ikan. Kapal-kapal yang sandar di sana butuh lauk, kadang dibarter, akhirnya nelayan dapat solar dan oli. Karena sekarang agak sulit, meski punya uang, beli solar subsidi kuotanya terbatas,” jelas Yanto pada Kamis (13/6/2025).

Limbah oli dan solar bekas tersebut kemudian didaur ulang dan dijual kembali di pasaran. “Setelah sampai darat, dimasak lagi, di-packing lagi, dipakaikan kaleng, itu sudah jadi rahasia umum,” tambah Yanto.

Yanto menyoroti lemahnya pengawasan pemerintah dan penegakan hukum sebagai penyebab menjamurnya bisnis ini.

Ia juga mengungkapkan bahwa oli daur ulang sudah beredar luas selama bertahun-tahun.

“Kalau pemerintah jeli, mau memeriksa untuk keamanan konsumen itu sebenarnya mudah terdeteksi, nggak sulit membedakan solar daur ulang dan solar murni. Kembali lagi, pengawasan kita kurang,” ujarnya.

Hingga berita ini ditayangkan, Dinas Lingkungan Hidup Jakarta Utara dan Polsek Cilincing belum memberikan konfirmasi terkait aktivitas para pengepul limbah oli bekas ini.

Ketiadaan tanggapan dari pihak berwenang menimbulkan kekhawatiran akan semakin meluasnya praktik ilegal yang berpotensi membahayakan lingkungan dan kesehatan masyarakat.

Tindakan tegas dan pengawasan yang lebih ketat diperlukan untuk mencegah dampak buruk yang lebih besar di masa mendatang. Perlu adanya investigasi menyeluruh untuk menelusuri jalur distribusi oli daur ulang dan memastikan keamanan konsumen.

Truk pengangkut limbah

Seorang warga (45) mengharapkan instansi terkait, seperti dinas lingkungan hidup, segera menindak para pelaku pencemaran lingkungan B3, karna jika hal itu berkelanjutan, dapat mengakibatkan dampak yang buruk bagi warga dan kesehatan lingkungan.

 

 

 

Tim Red. Sp

TEREALISASI 70 PERSEN DANA DESA KEDUNG?

Postjkt.comย  || Tangerang Desa Kedung Jalan desa Kedung adalah infrastruktur penting yang menghubungkan berbagai bagian desa dan memfasilitasi aksesibilitas serta mobilitas masyarakat desa Kedung.ย  Kepala Desa Kedung, Saadullah, dihubungi melalui, pesan singkat wastup, menjelaskan bahwa pembangunan jalan desa yang sudah dikerjakan, berupa betonisasi senilai 200 juta, sudah sesuai RAB, pengecoran manual yang dilakukan pekerja tampa pengerasan lebih dahulu. Sebelumnya jalan yang sedang dikerjakan itu, sudah ada paping blok, jadi saya hanya mengecor ulang saja. Ungkapnya.ย  Karna fungsi jalan desa hanya, menghubungkan rumah-rumah, fasilitas umum, dan lahan pertanian, sehingga memudahkan akses dan mobilitas masyarakat. Pungkasnya.

Sangat disayangkan, menurut Aan biasa dipangil, sebagai kontrol sosial, mengungkan, bahwa kepala Desa Kedung, mengerjakan pembangunan jalan tersebut tidak sehat dengan kualitas yang diharapkan, karna akan pasti cepat rusak. Apalagi, anggaran yang digunakan cukup besar, kalo hanya pengecoran saja. Patut diduga kepala desa Kedung, menyunat anggaran, agar keuntungan lebih besar. Ungkap Aan

Menurut Aan. Jalan desa jika dikerjakan dengan baik, jalan desa sangat penting untuk masyarakat. Diantara nya,
*Meningkatkan ekonomi*: Jalan desa yang baik dapat meningkatkan ekonomi desa dengan memfasilitasi transportasi barang dan jasa.
. *Meningkatkan kualitas hidup*: Jalan desa yang baik dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat desa dengan memfasilitasi akses ke fasilitas kesehatan, pendidikan, dan lain-lain.

Jalan desa yang rusak atau tidak terawat dapat menghambat mobilitas dan aksesibilitas masyarakat.
Kurangnya infrastruktur*: Kurangnya infrastruktur jalan desa dapat menghambat pembangunan ekonomi dan sosial desa.

*Solusi: yang seharusnya dilakukan,

1. *Pemeliharaan jalan*: Pemeliharaan jalan desa secara teratur dapat memastikan kondisi jalan yang baik dan memfasilitasi mobilitas masyarakat.
2. *Pembangunan infrastruktur*: Pembangunan infrastruktur jalan desa yang memadai dapat meningkatkan aksesibilitas dan mobilitas masyarakat, serta mendukung pembangunan ekonomi desa.

Dengan memperbaiki kondisi jalan desa, masyarakat desa dapat menikmati kualitas hidup yang lebih baik dan meningkatkan ekonomi desa.

Jauh api dari panggang, jalan dikerjakan asal jadi .

 

 

 

Tim.

RAJA AMPAT MINTA TOLONG DIPULIHKANKEPUTUSAN BERSEJARAH PRESIDEN PRABOWO: CABUT IZIN TAMBANG RAJA AMPAT *

*KEPUTUSAN BERSEJARAH PRESIDEN PRABOWO: CABUT IZIN TAMBANG RAJA AMPAT*

JAKARTA //POSTJKT.COM // DPD MAUNG KALBAR: โ€œINDONESIA HARUS BERGERAK MEMBERSIHKAN PARU-PARU DUNIA DI KALIMANTAN BARATโ€

MAUNG KALBAR :
“KALIMANTAN BARAT:- PUSAT PERANG STRATEGIS PENYELAMATAN PARU-PARU DUNIA”

LSM MAUNG KALBAR :
PESAN TERBUKA UNTUK PRESIDEN PRABOWO, “KALBAR MENANTI EKSEKUSI KEBERANIAN NEGARA”

Pontianak rabu 11 juni 2025-

Dalam salah satu langkah korektif paling strategis di sektor lingkungan hidup nasional, Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, resmi mencabut empat Izin Usaha Pertambangan (IUP) di kawasan kritis Geopark Raja Ampat, Papua Barat Daya. Keputusan ini bukan sekadar eksekusi administratif, melainkan sebuah koreksi hukum sekaligus pernyataan global Indonesia dalam menghadapi rezim ekstraktif sumber daya alam yang selama ini menggerus keberlanjutan bumi.

> Andri Mayudi, Ketua DPD LSM MAUNG Kalbar, secara tegas mengapresiasi keputusan presiden:
โ€œIni adalah penegakan supremasi hukum lingkungan yang sesungguhnya. Presiden tidak sekadar menegakkan aturan administratif, tetapi telah mengambil posisi geopolitik ekologi global. Indonesia menunjukkan bahwa ia tidak akan lagi menjadi sandera kartel tambang dan mafia sumber daya.โ€

EMPAT IZIN TAMBANG DICABUT: KOREKSI ATAS KEJAHATAN EKOLOGIS

Izin empat perusahaan resmi dicabut:

PT Anugerah Surya Pratama

PT Kawei Sejahtera Mining

PT Mulia Raymond Perkasa

PT Nurham

Keputusan didasarkan atas hasil audit menyeluruh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) yang menemukan pelanggaran lingkungan berat, serta rekomendasi Pemerintah Kabupaten Raja Ampat dan Provinsi Papua Barat Daya. Lokasi tambang ini berada di dalam Geopark Raja Ampat โ€” zona prioritas konservasi global yang diakui UNESCO sebagai pusat keanekaragaman hayati laut tropis dunia.

*KALIMANTAN BARAT:- PUSAT PERANG STRATEGIS PENYELAMATAN PARU-PARU DUNIA*

Meski keberanian Presiden di Raja Ampat patut diapresiasi, DPD LSM MAUNG Kalbar secara objektif menegaskan: pertarungan terbesar Indonesia dalam penyelamatan ekologi global sesungguhnya sedang terjadi di Kalimantan Barat.

> โ€œDi Kalimantan Barat, kejahatan lingkungan telah mengalami konsolidasi struktural yang jauh lebih masif dan sistematis dibandingkan Raja Ampat,โ€ ujar Andri.

Masalah dugaan utama yang kini menjerat Kalbar:

Indikasi
PETI (Pertambangan Tanpa Izin) terstruktur & dilindungi mafia politik

Mafia tanah & penguasaan lahan ilegal skala provinsi

Ekspansi perkebunan sawit ilegal tanpa sertifikasi hukum

Manipulasi AMDAL & praktek perizinan koruptif

Tumpang tindih kawasan hutan negara

> โ€œIni bukan sekadar pelanggaran administratif, tetapi bentuk terorganisasi dari ekosida nasional.โ€

PERPRES NO. 5 TAHUN 2025: BUKAN SEKADAR TEKS HUKUM, TAPI UJIAN NYALI PEMERINTAH

Peraturan Presiden No. 5 Tahun 2025 tentang Penertiban Kawasan Hutan merupakan senjata hukum yang sangat memadai. Namun tanpa keberanian implementasi, aturan itu hanya menjadi pajangan normatif.

> โ€œLegal drafting sudah selesai. Yang ditunggu sekarang adalah political courage untuk melakukan eksekusi penuh tanpa kompromi terhadap kekuatan oligarki ekonomi yang selama ini menguasai sumber daya hutan Indonesia,โ€ tegas Andri.

PEMBANGUNAN NASIONAL DIAMBANG KRISIS: PERTARUNGAN ANTARA EKONOMI DAN EKOLOGI

DPD LSM MAUNG Kalbar memperingatkan: seluruh program prioritas nasional โ€” swasembada pangan, ketahanan energi, hilirisasi industri, dan penguatan gizi nasional โ€” tidak akan pernah tercapai bila fondasi ekologis negara terus dihancurkan.

> โ€œTidak ada pangan di tanah yang gundul. Tidak ada energi tanpa air. Tidak ada hilirisasi tanpa stabilitas tata ruang. Pembangunan nasional Indonesia sedang dipertaruhkan di meja ekologi.โ€

KEJAHATAN LINGKUNGAN: KEJAHATAN TERHADAP KEMANUSIAAN ANTAR-GENERASI

LSM MAUNG Kalbar menegaskan: kejahatan lingkungan bukan lagi sekadar perampokan kekayaan negara, melainkan kejahatan terhadap hak hidup generasi mendatang (intergenerational environmental crime).

> โ€œSetiap pohon yang ditebang secara ilegal hari ini, setiap hektar hutan yang dialihfungsikan secara koruptif, sedang merampas hak hidup anak cucu kita di masa depan.โ€

PESAN TERBUKA UNTUK PRESIDEN PRABOWO: KALIMANTAN BARAT MENANTI EKSEKUSI KEBERANIAN NEGARA

> โ€œPresiden Prabowo telah mengambil posisi terhormat dalam diplomasi ekologi global lewat keputusan di Raja Ampat. Namun panggung utama keberanian itu kini ada di Kalimantan Barat. Kami โ€” DPD LSM MAUNG Kalbar โ€” siap menjadi mitra sipil pemerintah dalam membersihkan paru-paru dunia ini dari cengkeraman mafia sumber daya alam. Ini bukan sekadar urusan lokal, ini pertempuran global antara eksistensi atau kehancuran.

(TIM/RED posjktc.

Sumber : Divisi Humas DPD LSM Kalbar

BUPATI KAB TANGERANG RUDI M, IBU INTAN LUNCURKAN PROGRAM ANTAR JEMPUT SEKOLAH GRATIS

BANTEN TANGERANG POSTJKTC. COM Pemerintah Kabupatenย  Tangerang secara resmi meluncurkan program uji coba angkutan sekolah gratis untuk pelajar di wilayah Kabupaten Tangerang. Acara peluncuran program tersebut dilakukan langsung oleh Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid, bersama Wakil Bupati Tangerang, Intan Nurul Hikmah di area Bizpoint, Kecamatan Cikupa. Selasa, (10/6/2025).

Bupati Maesyal Rasyid menegaskan bahwa program ini merupakan bentuk komitmen, Pemkab Tangerang dalam meningkatkan pelayanan publik, khususnya di bidang pendidikan. Program ini merupakan hasil kerja sama antara pemerintah daerah dan Perum DAMRI serta hibah satu unit kendaraan dari Kementerian Perhubungan.

โ€œHari ini kita mulai layanan antar-jemput bagi siswa-siswi agar mereka dapat sekolah dengan aman dan tepat waktu. Ini menjadi bagian dari langkah kami menghadirkan pendidikan yang lebih inklusif, termasuk dengan menggratiskan biaya pendidikan bagi siswa SD dan SMP swasta secara bertahap,โ€ ungkap Bupati.

Pihaknya berharap program angkutan sekolah gratis ini juga dapat menekan angka kecelakaan lalu lintas di kalangan pelajar, mengurangi kemacetan akibat penggunaan kendaraan pribadi, serta menjadi bagian dari upaya pengentasan kemiskinan ekstrem dan pengendalian inflasi daerah.

โ€œKami mohon peran serta dari orang tua dan masyarakat untuk menjaga serta memanfaatkan fasilitas ini dengan baik. Sosialisasi juga akan terus dilakukan agar anak-anak tahu titik kumpul dan rute kendaraan,โ€ tuturnya.

Lanjut dia, Pemkab Tangerang telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp40 miliar untuk tahun 2025, dan akan terus ditingkatkan pada tahun-tahun berikutnya untuk program sekolah gratis SD dan SMP swasta. Pihaknya berharap, dalam waktu kurang dari lima tahun, seluruh siswa SD dan SMP swasta di Kabupaten Tangerang bisa menikmati pendidikan gratis secara menyeluruh.

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Tangerang, Ahmad Taufik, dalam laporannya menyebutkan bahwa program ini akan mulai beroperasi pada Juni hingga Desember 2025 untuk zona 1 wilayah Tigaraksa, dengan tiga unit bus sedang Damri dan satu unit HiAce hibah dari Kemenhub.

Adapun jam operasional angkutan sekolah ini meliputi: pagi, 05.00 โ€“ 07.30 WIB, siang: 12.00 โ€“ 15.00 WIB dan sore: 16.00 โ€“ 18.00 WIB

โ€œRute utama yang dilalui antara lain untuk keberangkatan: BizPoint Cikupa -Jl. Pemda Tigaraksa -JI. KH. Syekh Nawawi -Jl. Taman Adiyasa -Jl. Syekh Mubarok โ€“ Jl. Aria Jaya Santika โ€“ SDN Negeri Seglog. Dan untuk kedatangan: SDN Negeri Seglog-Jl. Aria Jaya Santika โ€“ Jl. Syekh Mubarok โ€“ JI. KH. Syekh Nawawi โ€“ Jl. Pemda Tigaraksa โ€“ U-turn Pos Pantau Dishub Tigaraksa โ€“ Bizpoint Cikupa,โ€ jelas Taufik

Menurut Rudi M Bupati kabupaten Tangerang, Program Angkutan Sekolah Gratis ini merupakan wujud nyata Pemkab Tangerang dalam menghadirkan layanan yang berdampak langsung bagi masyarakat.

โ€œHarapannya, program angkutan sekolah gratis ini juga dapat menciptakan generasi penerus yang lebih berdaya dan berpendidikan,โ€ pungkasnya.

 

 

 

 

 

 

Red. Purba.