Perubahan TKD, Sekda Soma Minta OPD Lakukan Terobosan Dan Jangan Mengurangi Kualitas Kinerja.

Postjkt.com / Tangerang, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Tangerang, Soma Atmaja, meminta semua Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk melakukan terobosan dan penyesuaian dalam menghadapi perubahan kebijakan Transfer ke Daerah (TKD) yang berdampak pada APBD 2026. Menurut Soma, perubahan ini menuntut pengetatan anggaran dan peningkatan efisiensi tanpa mengurangi kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Dalam upaya memperkuat kemampuan fiskal daerah, Soma menekankan pentingnya optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan potensi sumber pendapatan lainnya. Bapenda, DTRB, dan DBMPTSP diminta memperkuat integrasi data dan menindaklanjuti rekomendasi BPK untuk meningkatkan akurasi pendataan objek pajak.

“Data yang terintegrasi antara Bapenda, DTRB, dan DBMPTSP menjadi kunci. Begitu datanya lengkap, tindak lanjut pajaknya bisa dieksekusi lebih cepat,” tegas Soma.

Selain itu, Soma juga mengingatkan tentang kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana di penghujung tahun, seperti banjir dan angin puting beliung, serta pentingnya soliditas ASN dalam menjalankan tugas.

“Data yang terintegrasi antara Bapenda, DTRB, dan DBMPTSP menjadi kunci. Begitu datanya lengkap, tindak lanjut pajaknya bisa dieksekusi lebih cepat,” tegas Soma.

Selain itu, Soma juga mengingatkan tentang kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana di penghujung tahun, seperti banjir dan angin puting beliung, serta pentingnya soliditas ASN dalam menjalankan tugas.

Realisasi PAD Kabupaten Tangerang November 2025 Menembus Rp3,7 Triliun.

Postjkt.com // Tangerang Realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor pajak di Kabupaten Tangerang hingga 14 November 2025 mencapai Rp3,769 triliun, atau 91,41% dari target APBD perubahan yang ditetapkan sebesar Rp4,123 triliun. Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Tangerang, Slamet Budhi Muljanto, mengungkapkan bahwa target PAD sektor pajak di TA 2025 ini mengalami kenaikan sekitar Rp360 miliar dari target awal APBD TA 2025 yang diproyeksikan sebesar Rp3,763 triliun. Selain itu, target ini juga naik sekitar Rp153 miliar dibandingkan capaian pendapatan sektor pajak di tahun sebelumnya (2024) yang sebesar Rp3,615 triliun.

Slamet Budhi Muljanto, Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Tangerang, menyatakan optimismenya untuk mencapai target pendapatan asli daerah (PAD) di akhir tahun 2025. Ia menyebutkan bahwa hingga kini masih tersisa waktu sekitar 1 bulan untuk mengejar kekurangan sekitar 8% atau kurang Rp354 miliar dari target pendapatan.

Capaian pendapatan Rp3.769 triliun bersumber dari pajak bumi dan bangunan, bea perolehan hak atas tanah dan bangunan, reklame dan pajak air bawah tanah. Kemudian pajak barang dan jasa tertentu, yaitu hotel, restoran, hiburan, penerangan jalan dan parkir. Selain itu, perolehan mata pajak baru, yaitu open pajak kendaraan bermotor Rp322 miliar dan bea balik nama kendaraan bermotor Rp214 miliar.

Slamet juga menekankan bahwa Bapenda akan bekerja lebih optimal untuk mengejar pendapatan dengan mengidentifikasi dan ekstensifikasi atau mencari wajib pajak baru. Hal ini karena pajak merupakan nadi pembangunan daerah.

Dengan capaian yang telah diraih dan optimisme yang tinggi, Slamet berharap dapat melampaui target pendapatan di akhir tahun 2025.

 

(Purba)

Anggaran Pendapatan Belanja Daerah Jumbo, Angka kemiskinan tetap memilukan?

Postjkt.com Kabupaten Tangerang menghadapi tantangan besar dalam mengatasi kemiskinan meskipun memiliki Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) terbesar di Provinsi Banten, yaitu Rp8,65 triliun. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Tangerang dari hasil Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) Maret 2025, masih ada sekitar 260.900 jiwa atau 6,42% penduduk yang hidup dalam kemiskinan.

Sorotan Utama:
– Data Kemiskinan Lemah: Ketua Fraksi DPRD Kabupaten Tangerang, Deden Umardana, menekankan bahwa lemahnya data kemiskinan menyebabkan program bantuan tidak tepat sasaran.
– Audit Program APBD*: Deden meminta audit menyeluruh terhadap program APBD yang ditujukan untuk penanganan kemiskinan.
– Peningkatan APBD Tidak Berbanding Lurus dengan Penurunan Kemiskinan: APBD Kabupaten Tangerang meningkat menjadi Rp8,72 triliun pada 2025, namun penurunan angka kemiskinan hanya *0,13% dibandingkan tahun sebelumnya.

Langkah yang Disarankan:
– Perkuat Validasi Data Warga Miskin*: Untuk memastikan bantuan seperti PKH, BPNT, dan lainnya tepat sasaran.
– Evaluasi Program APBD: Jika program tidak berdampak signifikan, harus diganti dengan program yang lebih efektif untuk menurunkan angka pengangguran dan kemiskinan.

 

Dewan Perwakilan Rakyat Daerah ( DPRD ) Kabupaten Tangerang setujui Rancangan Peraturan Daerah (Perda) Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Tangerang Tahun Anggaran 2025 untuk menjadi Perda. Seluruh fraksi telah menyampaikan pandangan akhir dalam Rapat Paripurna pada Senin, (25/11). Pimpinan DPRD dan Pj. Bupati menandatangani berita acara persetujuan bersama terhadap R-APBD tersebut.

Anggaran Pendapatan Daerah dalam Nota Keuangan Rancangan Perda tentang APBD Tahun 2025 direncanakan sebesar Rp7,52 triliun, tetapi setelah pembahasan bersama DPRD meningkat sebesar Rp8,12 triliun atau mengalami kenaikan naik sekitar 7,86%. Kenaikan tersebut berasal dari komponen yang terdapat dalam Pendapatan Daerah, yakni Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan Pendapatan Transfer.

Untuk PAD sendiri ditargetkan sebesar Rp4,57 triliun atau bertambah Rp313,18 miliar dari sebelum pembahasan bersama DPRD. Adapun peningkatan tersebut bersumber dari pajak daerah, retribusi daerah, hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan dan lain-lain PAD yang sah. Lalu, Pendapatan Transfer, yang terdiri atas Pendapatan Transfer Pemerintah Pusat dan Pendapatan Transfer antar Daerah ditargetkan Rp3,54 triliun, meningkat Rp278,24 miliar atau naik 8,51% dari sebelum pembahasan.

Kemudian, pada Belanja Daerah dianggarkan sebesar Rp8,49 triliun atau naik 7,49%. Adapun pos-pos tersebut berisikan Belanja Operasi, Belanja Modal, Belanja Tidak Terduga, dan Belanja Transfer. Dari sisi Pembiayaan Daerah, Pemda menargetkan Penerimaan sebesar Rp400 miliar dan menganggarkan Pengeluaran sebesar Rp30 miliar, yang dialokasikan untuk penyertaan modal PT LKM Artha Kerta Raharja sebesar Rp10 miliar sesuai dengan Perda No. 3 tahun 2023, dan Unit Pengelola Dana Bergulir Dinas Koperasi sebesar Rp20 miliar sesuai dengan Perda No. 5 Tahun 2019.

Dalam rapat ini, fraksi-fraksi turut menyampaikan apresiasi atas kinerja Badan Anggaran dan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD), dan Pemerintah Daerah atas pembahasan Raperda tentang APBD Tahun 2025 yang berjalan dengan baik, lancer, dan sukses. Antara KUA, PPAS, dan Struktur APBD harus disinkronisasikan agar dapat berjalan secara efisien, efektif, dan sesuai dengan prioritas pembangunan daerah. Diperlukan juga indikator yang menggambarkan capaian kinerja.

DPRD mendukung upaya Pemda dalam menggali potensi pendapatan dari transaksi lahan yang terjadi di wilayah Kabupaten Tangerang. Mengingat banyaknya lahan yang terkena dampak pembangunan infrastruktur, baik yang bersifat publik maupun swasta. Pemungutan juga dapat dioptimalkan pada kawasan yang memiliki potensi, seperti PIK 2, Bandara Soekarno-Hatta, dan Gading Serpong melalui pajak daerah, retribusi, atau pengelolaan lahan yang lebih efisien. Upaya lainnya yang dilakukan juga dengan perluasan digitalisasi layanan pajak dan retribusi daerah melalui QRIS, Virtual Account, dan Mobil Banking.

Selanjutnya, DPRD mendorong agar kebijakan anggaran dapat difokuskan untuk program-program yang berdampak langsung pada kesejahteraan rakyat, seperti pendidikan, kesehatan, pemberdayaan ekonomi lokal, peningkatan pelayanan publik, dan pembangunan infrastruktur. Dalam konteks ini, Pemda juga harus memprioritaskan sektor usaha mikro, seperti mempermudah akses permodalan, pendampingan usaha, memperbanyak program padat karya, serta memaksimalkan fungsi BLK dengan memberi keterampilan kerja.

Dalam bidang kesehatan, DPRD berharap anggaran dapat difokuskan pada program Universal Health Coverage (UHC) atau Jaminan Kesehatan Semesta bagi masyarakat, termasuk anggaran penanganan stunting. Kami berharap Pemerintah daerah harus dapat menjamin dan memastikan seluruh masyarakat Kabupaten Tangerang sudah memiliki akses terhadap layanan kesehatan yang komprehensif dan bermutu, tanpa terkendala masalah biaya.

Dalam mendukung terselenggara dan tercapainya tujuan pendidikan, DPRD menilai diperlukannya berbagai langkah seperti, pembangunan berbasis data, pemerataan sekolah sesuai dengan jumlah penduduk, mewujudkan Gerakan Sekolah Menyenangkan (GSM) dengan kurikulum yang dapat meningkatkan minat siswa, bagi siswa yang berprestasi diberikan reward sehingga akan lebih tumbuh semangat untuk lebih berprestasi, sekolah gratis dan terjangkau, dan penerapan teknologi digitalisasi.

 

Red

PT. Adis Dimension Footwear Mendapatkan Apresiasi Dari Bupati Kab.Tangerang, sebagai mitra pemerintah daerah dalam Meningkatkan kwalitas Tenaga Kerja.

Postjkt.com / Tangerang – Bupati Tangerang Moch Maesyal Rasyid menyampaikan apresiasinya kepada PT Adis Dimension Footwear yangΒ  dinilai konsisten menjadi mitra strategis pemerintah daerah dalam peningkatan kualitas tenaga kerja serta memperluas kesejahteraan karyawan melalui pengembangan koperasi.

 

Hal ini disampaikan Bupati Maesyal, saat bersama Gubernur Banten, Andra Soni meresmikan Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) dan Adis Mart, Koperasi Pegawai PT Adis Dimension Footwear di Kecamatan Balaraja, Senin (17/11/2025).

 

β€œPeresmian LPK dan Koperasi Adis Mart ini menandai komitmen kuat pemerintah daerah dan PT Adis dalam meningkatkan keterampilan tenaga kerja serta memperluas kesejahteraan karyawan melalui pengembangan koperasi,” ujar Bupati Maesyal.

 

Dia menambahkan bahwa pemerintah daerah sebelumnya telah membuka pelatihan keterampilan di BLK Jayanti untuk 400 peserta.

 

Pelatihan tersebut hasil kerja sama dengan berbagai perusahaan di Kabupaten Tangerang, termasuk PT Adis.

 

β€œDari 400 peserta pelatihan, luar biasa PT Adis saat itu langsung menerima 250 orang. Ini bentuk kolaborasi nyata antara pemerintah daerah dan dunia usaha,” imbuhnya.

 

Ia juga menegaskan bahwa PT Adis merupakan salah satu perusahaan mitra pemerintah daerah yang telah bersinergi dan berkolaborasi dalam pembangunan daerah.

 

Untuk itu, pihaknya juga berharap PT. Adis terus menguatkan komitmennya, salah satunya dalam menjaga stabilitas hubungan ketenagakerjaan dan menghindari pemutusan hubungan kerja (PHK).

 

β€œDalam kondisi apa pun, kami atas nama pemerintah daerah memohon jangan sampai ada PHK. Karena jika satu perusahaan besar melakukan PHK, saya khawatir perusahaan lain akan ikut,” serunya.

 

Dia juga berharap Koperasi Adis Mart dapat terus berkembang dan bisa memberikan manfaat, baik untuk para pekerja PT. Adis maupun masyarakat sekitar.

 

β€œIni koperasi yang luar biasa. Selain untuk anggota dan karyawan, kini sayapnya dikembangkan untuk masyarakat. Semoga terus memberi manfaat,” pungkasnya.

 

Hal yang sama juga diutarakan Gubernur Banten Andra Soni. Dalam sambutannya, dia sangat mengapresiasi upaya-upaya PT Adis Dimension Footwear yang sangat peduli terhadap pengembangan dan peningkatan kapasitas SDM serta kesejahteraan melalui koperasi.

 

Menurut Gubernur, PT Adis menjadi salah satu pabrik sepatu dengan penanaman modal dalam negeri (PMDN) yang dikelola oleh putra daerah, dan memiliki karakter kepemimpinan yang kuat serta visioner.

 

β€œSaya paling senang bergaul dengan orang-orang yang optimis. Dan saya melihat PT Adis, khususnya Pak Haryanto, adalah sosok yang memiliki optimisme tinggi dan mampu menular ke lingkungan perusahaan,” ujar Andra Soni.

 

Selain itu, dia juga berharap Lembaga Pelatihan Kerja yang diresmikan tersebut juga bisa menjadi pusat pembelajaran bagi pengembangan koperasi dan pelatihan tenaga kerja di Banten.

 

β€œKami ingin belajar dari PT Adis. Mesin-mesin pelatihan yang ada bisa dimanfaatkan untuk melatih masyarakat secara rutin. Pemerintah provinsi siap berkolaborasi,” ujarnya.

 

Gubernur juga menegaskan bahwa optimisme dan kerja sama antara pemerintah daerah, dunia usaha, dan masyarakat menjadi kunci kemajuan Provinsi Banten.

 

β€œMelalui moment ini diharapkan menjadi model kerja sama yang efektif dalam peningkatan SDM, pemberdayaan koperasi, dan penciptaan lapangan kerja di Kabupaten Tangerang dan Banten pada umumnya,” pungkasnya.

Bupati Tangerang Tinjau Pembangunan Pompa Air di Bencongan Kelapa Dua

Postjkt.com Tangerang,–Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid meninjau langsung pembangunan pompa air pengendali banjir di kawasan Bencongan, Kecamatan Kelapa Dua, Kamis (13/11/25).

Dalam tinjauannya, Bupati Maesyal Rasyid yang didampingi anggota DPRD Provinsi Banten serta jajaran Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) Kabupaten Tangerang, Lurah mengatakan bahwa pembangunan pompa air di Bencongan tersebut merupakan salah satu langkah antisipatif menghadapi musim penghujan dan mengurangi risiko banjir di wilayah perbatasan Kabupaten dan Kota Tangerang.

β€œDi Bencongan ini, saya bersama dengan dewan Provinsi Banten meninjau langsung pemasangan pompa air sebagai antisipasi di musim penghujan. Mudah-mudahan dengan pompa ini bisa mengurangi tingkat genangan atau volume air saat banjir,” ujar Bupati Maesyal Rasyid

Ia juga menambahkan bahwa selain pembangunan pompa. Pihaknya juga akan melakukan koordinasi dan berkolaborasi lintas wilayah antara Pemerintah Kabupaten Tangerang dan Pemerintah Kota Tangerang yang tujuan utamanya agar masyarakat di kedua wilayah ini sama-sama terhindar dari banjir.

β€œDi wilayah ini memang berbatasan langsung dengan Kota Tangerang. Nanti kami akan berkoordinasi lebih lanjut dengan Wali Kota Tangerang agar upaya pengendalian banjir bisa dilakukan bersama,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) Kabupaten Tangerang, Iwan Firmansyah, menjelaskan bahwa pihaknya tengah membangun pompa pengendali banjir berkapasitas 180mΒ³ perjam di RW 25, Jalan Mataram, Kelurahan Bencongan Indah. Pompa ini dibangun untuk mengatasi genangan yang kerap terjadi akibat meluapnya Kali Sabi saat curah hujan tinggi.

β€œKehadiran pompa ini diharapkan mampu mempercepat aliran air dan mengurangi risiko banjir di kawasan permukiman sekitar. Sebagai tindak lanjut, kami juga telah merencanakan pembangunan tiga unit pompa tambahan di RW 18, RW 20, dan RW 31 Bencongan pada tahun 2026,” jelas Iwan.

Selain pembangunan pompa, pihaknya juga akan melakukan peninggian tanggul di Kali Sabi untuk memperkuat perlindungan terhadap luapan air.

“Upaya terpadu ini merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Kabupaten Tangerang dalam meningkatkan infrastruktur pengendali banjir dan mewujudkan lingkungan yang lebih aman dan nyaman bagi masyarakat,” tandasnya

Sebelum melakukan peninjauan ke lokasi pembangunan pompa air, Bupati Tangerang bersama rombongan juga menyempatkan diri mengunjungi Puskesmas Jalan Kutai dan Puskesmas Jalan emas Kecamatan Kelapa Dua untuk melihat secara langsung pelayanan kesehatan terhadap masyarakat sekitar

Dikutip web (Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setda Kab. Tangerang)

 

Red.pstjkt /purba/SituMeang

Baca selengkapnya

DINAS TATA RUANG DAN BANGUNAN MEMPERINGATI HARI PAHLAWAN 10 NOVEMBER 2025

POSTJKT.COM, Tangerang, 10 November 2025_DTRB.”Hari Pahlawan adalah hari untuk menghormati jasa-jasa pahlawan bangsa yang telah berjuang untuk kemerdekaan dan kedaulatan negara. Mari kita jadikan hari ini sebagai momentum untuk meningkatkan semangat nasionalisme dan patriotisme, serta menjadi generasi yang tangguh dan berakhlak mulia, siap meneruskan perjuangan pahlawan untuk membangun bangsa yang lebih baik.” (DTRB KABUPATEN TANGERANG)

 

 

 

 

Red.

Bupati Tangerang Buka Pelatihan Strategi Kemitraan

Bupati Tangerang Buka Pelatihan Strategi Kemitraan

Postjkt.com 11/12, Tangerang, Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid yang didampingi Wakil Bupati Tangerang, Intan Nurul Hikmah secara resmi membuka acara pelatihan kemitraan yang merupakan kerjasama antara Dekranasda Kab. Tangerang dengan Dinas Koperasi dan UsahaΒ  Mikro (Diskum) di Fame Hotel Gading Serpong, Selasa (11/11/25).

Dalam sambutannya, Bupati Maesyal RasyidΒ mengatakan sangat mendukung kolaborasi antara Dekranasda bersama Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kab. Tangerang yang terus melakukan berbagai upaya dan terobosan dalam rangka memperkuat peran UMKM sehingga dapat memberikan kontribusi dalam menopang perekonomian daerah.

“Di tahun 2024, UMKM ada 61.000 di Kabupaten Tangerang, setelah 8 bulan sudah mencapai 72.000. Pemerintah Daerah Kabupaten Tangerang mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada Dekranasda, Dinas Koperasi dan seluruh pelaku usaha yang sudah memberikan kontribusi terhadap jalannya roda perekonomian di Kabupaten Tangerang,” ujar Bupati Maesyal Rasyid.

Lanjut, Pemkab Tangerang melalui Diskum, Disperindag dan perangkat daerah terkait lainnya terus melakukan pendampingan, pelatihan dan sosialisasi untuk meningkatkan kompetensi para pelaku UMKM di Kab. Tangerang.

“Bapak-bapak, ibu-ibu di sini dilatih dalam rangka menambah kompetensi, menambah wawasan, menambah semangat. Jadi kalau, bapak, ibu semangat, kami juga akan lebih semangat dalam rangka meningkatkan kepedulian terhadap pelaku UMKM, terhadap pengrajin-pengrajin yang ada di Kabupaten Tangerang,” ungkapnya.

Pada kesempatan yang sama, Wabup Intan mengatakan bahwa kemitraan merupakan salah satu faktor penting dan utama yang menentukan tumbuh kembang dan peningkatan kompetensi para pelaku UMKM di Kabupaten Tangerang.

“Kemitraan ini merupakan salah satu faktor penting bagi peningkatan kompetensi para pelaku UMKM. Dengan adanya kemitraan ini, para pelaku UMKM kita, bisa terbantu banyak, baik dari sisi peningkatan kapasitas dan kualitas produk yang dihasilkan maupun perluasan pasar dan bantuan lunak lainnya yang mereka butuhkan,” jelas Wabup Intan

Sementara itu, Kadis Koperasi dan Usaha Mikro (Diskum)yang membacakan sambutan Ketua Dekranasda Kab. Tangerang, Anna Ratna Maemunah mengatakan bahwa kegiatan pelatihan yang mengambil tema Stratergi Kemitraan tersebut bertujuan untuk memperkuat dan meningkatkan sinergi antara pelaku usaha kreatif dengan berbagai pihak, khususnya pemerintah dan Dekranasda.

“Kegiatan yang diikuti oleh para pelaku usaha kreatif UMKM binaan Dekranasda ini bertujuan untuk memperkuat jaringan kerjasama dan membangun ekosistem ekonomi kreatif yang berdaya saing serta berkelanjutan, serta meningkatkan wawasan dan kapasitas pelaku usaha kreatif mengenai pentingnya strategi kemitraan,” kata Anna.

Pihaknya berharap melalui kegiatan tersebut dapat memberikan dampak positif yang berkelanjutan bagi peningkatan kapasitas dan kesejahteraan para pelaku UMKM di Kabupaten Tangerang.

Dikutip, web (Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setda Kab. Tangerang)
NO: 400.14.4.3/23-Prokopim/XI/2025

 

Red. SituMeang