mgid.com, 748800, DIRECT, d4c29acad76ce94f
Makmurdin Muslim ia tak terima di tipu oleh oknum polisi, ia melaporkan pada polisi juga.

Makmurdin Muslim ia tak terima di tipu oleh oknum polisi, ia melaporkan pada polisi juga.

Jakarta, postjkt.com

Sadis sekali, orang yang mencari pekerjaan di tipu oleh oknum Polisi Bripda WSN, di Jakarta, kamis (19/09).

Makmurdin Muslim ia tak terima di tipu oleh oknum polisi, ia melaporkan pada polisi juga.

Oknum Polisi WSN menipu pencari kerja sebanyak 15 orang.

Penipuan ini di libatkan beberapa orang, dengan cara menyetorkan uang.

Uang yang di sektorkan, masuk tidak uang uang hilang.

Ada sekitar 15 orang teman arief di tipu oleh oknum polisi yang bertugas di Polda Metro Jaya sebut saja WSN.

Kini korban tak terima, lalu korban melaporkan pada pihak polisi pula.

“Saya merasa di tipu oleh Oknum polisi WSN akan di janjika masuk kerja di PT. KAI”, katanya Zaenal.

Menurut Zaenal, juga merasa di tipu dengan termasuk Makmurdin dan teman lainnya.

“Kami minta pada aparat propam dan intansi aparat hukum WSN agar di proses hukum”, katanya.

Menurut informasi, bahwa WSN sampai saat ini belum di proses hukum.

Laporan sudah masuk, kami juga berharap pada pihak Polda agar WSN di tangkap.

Menurut Makmurdin Muslim (27), warga Kembangan, Jakarta Barat, menyebut, bukan hanya dirinya yang menjadi korban dugaan penipuan anggota Bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) Polda Metro Jaya berinisial Bripda WSN.

Pria yang akrab disapa Arif menyebut, ada belasan korban lain yang diduga juga jadi korban penipuan lowongan pekerjaan yang dijanjikan Bripda WSN di PT Kereta Api Indonesia (Persero).

“Sebetulnya korbanya banyak, yang saya tahu korbanya kurang lebih sekitar 15,” ungkap Arif saat dikonfirmasi, Selasa (17/9/2024), dikutip kompas.com.

Arif bercerita, penipuan ini bermula pada Mei 2024.

Saat itu, ia mengetahui lowongan pekerjaan sebagai teknisi di PT Kereta Api Indonesia (Persero) melalui status WhatsApp teman istrinya yang bernama Ajeng.

Lowongan pekerjaan tersebut ternyata diketahui Ajeng dari suaminya yang merupakan teman dari Bripda WSN.

“Awal permasalahan ini dari statusnya Ajeng, dia istrinya polisi aktif.

Dia mengunggah info (lowongan pekerjaan) dari Bripda WSN yang dipublikasikan ke status (WhatsApp)-nya Ajeng,” ujar Arif.

(dono / ari)