POSTJKT.COM | TANGERANG, Bupati Moch. Rudi Maesyal Rasyid, meninjau progres kesiapan pematangan lahan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatiwaringin di Kecamatan Mauk. Lahan ini akan digunakan untuk pembangunan fasilitas pengolahan sampah berbasis energi, yang diharapkan dapat mengatasi volume sampah yang menumpuk di TPA Jatiwaringin.
Pembangunan instalasi pengolah sampah menjadi energi listrik (PSEL) ini memerlukan bahan baku minimal 1.000 ton sampah perhari, yang akan diproses melalui teknologi untuk menghasilkan panas atau biogas yang menggerakkan turbin generator.

Kabupaten Tangerang memiliki volume sampah yang mencukupi untuk mendukung operasional PLTSa, yaitu sekitar 2.700 ton perhari. Bahkan, akan ada kolaborasi dengan Kota Tangerang dan Kota Tangerang Selatan untuk meningkatkan pasokan sampah.
Kehadiran PSEL di TPA Jatiwaringin diharapkan dapat menjadi solusi jangka panjang dalam pengelolaan sampah berkelanjutan sekaligus menghasilkan energi listrik yang ramah lingkungan.
Bupati Maesyal Rasyid dan rombongan meninjau langsung progres pematangan dan pemadatan lahan untuk pembangunan fasilitas pengolahan sampah berbasis energi di TPA Jatiwaringin, Mauk. Ini adalah tahapan awal yang penting untuk memastikan lahan siap digunakan. (Liputan postjkt.com)
Bupati Maesyal Rasyid menyatakan bahwa setelah proses pematangan dan pemadatan lahan selesai, Pemerintah Kabupaten Tangerang akan melaporkan kesiapan tersebut kepada Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) sebagai tindak lanjut pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PSEL) di TPA Jatiwaringin. Ini adalah langkah penting untuk memastikan proses pembangunan berjalan lancar. 👍
Redaksi/sp/purba.