Diduga mengusulkan ini perubahan umur calon Pilkada Jokowi dan familynya.

Jakarta, postjkt.com

Prabowo Marah Luar Biasa Gara-gara Revisi UU Pilkada, para partai lain juga ikut membubarkan, di jakarta, sabtu (24/08).

Prabowo sempat marah, bahwa anggota DPR-RI ikutan bahas perubahan umur Pilkada.

Para partai yang mengusungkan meruba undang-undang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) itu kemungkinan juga dari Golkar dan partai PSI.

Diduga mengusulkan ini perubahan umur calon Pilkada Jokowi dan familynya.Β 

“Kami minta DPR-RI dari partai Garindra jangan ikut campur tentang merubah undang-undang pilkada”, katanya Prabowo Subianto ketua umum Partai Garindra.

Menurutnya, tidak tertutup kemungkinan ikut-ikuit meroba undang-undang Pilkada, nanti dikirain masyarakat ikut meramaikan.

Kata Prabowo, ada Alasan Tak Terduga yang Buat Gerindra Tiba-tiba Balik Arah.

Prabowo ketakutan dengan masifnya demonstrasi akan berakibat seperti 98, bisa-bisa hasil pilpres kemarin dianulir dan pemilu diulaang.

“Batal dech jadi presiden, mending jokowi family saja yang dijadikan musuh bersama pro demokrasi”, katanya @ditonotonegoro.
Kata akun @ditonotonegoro, Iya, kan Mahkamah yang mokoskan usia gibran bukankah masih bertentangan dengan UU KPU.

“Tapi tetep saja gibran diloloskan? Artinya cacat konstitusi”, kata @bejih1
Β Benar, Dobol lah.

Menurut akun @Fxnatizen, Wowo dan wiwi itu sami mawon !!

Ia juga menambahkan, semua kerusakan hukum negeri ini akal-akalan mereka and the gank.

Setelah kepojok saja acting marah-marah, padhal gerindra inisiator ruu pilkada kan ?

“Dasko dan hbbrohman getol banget tuh mau sahkan ruu pilkada”, katanya @fxnatizen.

(Henry / postjkt)

Bahkan ironisnya lagi, para Maoisme yang diduga mempengarui dalam politik di DPR-RI.

Jakarta, postjkt.com

Habib. Muhamad Rizieq Shihab (MRS) mengatakan melalui BTV dan bahkan viral, bahwa Pemerintah Indonesia saat ini sudah haus moral, Jakarta, Jumat (23/08)

Banyak ketua umum parpol yang berkuasa, mengunakan keputusannya melebihi kekuasaan presiden.

Bahkan ironisnya lagi, para Maoisme yang diduga mempengarui dalam politik di DPR-RI, sehingga terjadi keputusan ketua partailah yang berkuasa.

Jika tidak di indahkan oleh ketua umum partai, bisa saja ia di pecat dari pengurusan partai.

Bukan keputusan DPR-RI membahas undang-undang di Gedung Senayan DPR-RI.

“Apa salahnya, jika anggota DPR-RI tidak membawa aspirasi rakyat dan dibawa aspirasi Ketua Partai lebih baik di hapus saja anggota DPR di pusat”, tuturnya Habib. Muhamad Rizieq Shihab di media sosial (Medsos).

Menurur Hab. MRS, Semoga Suara 1BHR5 Dapat Didengarkan Oleh Semua Pejabat dan Rakyat NKRI.

Disinilah terjadi pratek-pratek manapoli kekusaan partai, bisa berimbas pada kebijikan rakyat.

“Kebobrokan PARTAI-PARTAI dibongkar oleh IB HRS dan sebaiknya DIBUBARIN saja”, katanya.

Kata MRS, sebenarnya tidak ada perlu partai banyak, cukup dua partai atau tidak pakai partai juga bisa.

“MaasyaaAllaah.. AllaahuAkbar, negara indonesia diduga pihak Moeisme sudah masuk, bahkan ada lobian-lobain sehingga akan ada kekuasan baru”, ujarnya.

Menurut Anis Baswedan matan calon Presiden lalu, ia juga kuatir pada kondisi saat ini, bahwa partai dan politik sudah merebutkan kekuasaan.

Yang akan dampak pada rakyat juga. Ada kabarnya lagi, bahwa di dewan akan di bahas tentang Pilkada untuk anak presiden.

“Bahkan pembahasan itu diduga ada penekanan antara pendukung partai dan Moeisme juga melobih, sehingga kekuasannya juga di tidak terganggu”, katanya Anis di medsos.

(feri / henry )

Melengkapi pakaian adatnya, Menteri AHY mengenakan hiasan kepala, jas, celana panjang, dan sarung pendek sepanjang lutut.

Kalimantan, postjkt.com

Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengikuti upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-79 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Upacara yang dipimpin oleh Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo ini digelar di Lapangan Upacara Istana Negara, Ibu Kota Nusantara (IKN) pada Sabtu (17/08/2024).

Dalam kesempatan ini, Menteri AHY bersama Pembina IKAWATI ATR/BPN, Annisa Pohan Yudhoyono mengenakan Baamar Galung Pancar Matahari, pakaian adat dari daerah Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah.

Pakaian yang biasa dipakai oleh pengantin dari Suku Banjar ini memiliki ciri khas aplikasi warna dan detail yang gemerlap, sehingga seolah bermandikan sinar matahari.

Melengkapi pakaian adatnya, Menteri AHY mengenakan hiasan kepala, jas, celana panjang, dan sarung pendek sepanjang lutut.

Sementara itu, Annisa Pohan Yudhoyono mengenakan amar/mahkota dari logam berwarna emas berbentuk dua naga berebutan mustika dan tumpukan kembang goyang yang dipercantik dengan hiasan bunga.

“Serta ronce dari kelopak mawar merah dan kembang melati yang menguncup untuk melambangkan kesucian”, katanya AHY sambil melaku naik kereta.

( trisno ).

Gambar MMR di robek oleh orang tak kenal di jalan Mekasari.

Tangerang, postjkt.com

Dijalan Raya Mekarsari didepan SDN Sukasari II Desa Mekarsari Kec. Rajeg Kab. Tangerang, Banten di robek juga bennernya, sabtu (17/08).

Siapa yang merobek benner H. Moch.Maesyal Rasyid (MMR) calon Bupati Tangerang dan bahkan gambar semega itu di robek, ada apa ya?.

Secara prilaku, sebenarnya tidak baik dan tidak elok, namun warga yang merobek dan bahkan yang di salahkan siapa?.

“Hampir di Tangerang kecamatan Tangerang Utara merobek Benner MMR di jalanan”, tuturnya Dadang Herman (45) warga.

Karena Benner yang mega dan besar di pajang sepanjang jalan di robek, berarti warga tak setujuh, kemungkinan seperti itu.

Menurut Dadang, belum tentu ia didukung oleh ASN dan para penjabat di Kabupaten Tangerang, sedangkan di warga saja banyak gambar ukuran besar di robek oleh orang yang tak kenal.

Apalagi ia termasuk lama menjadi Sekda Kab. Tangerang, kenapa warga bisa-bisa merobek bennernya.

Secara politik kemungkinan bisa saja lawan politiknya, atau ASN yang tak jadi-jadi penjabat yang sakit hati saat ia sebagai penjabat Sekda Kab Tangerang.

“Siapa yang merobek benner MMR berarti pendukung MMR tidak senang sama gambar dan bennernya”, tutur Dian.

Semejak media ini menayangkan berita MMR tidak satupun dari tim pendukungnya yang di komfirmasi.

(den / memes)

Airlangga terlihat mukanya, disamping mengundurkan diri terlihat terpaksa diduga ada tekanan.

Jakarta, postjkt.com

Para petinggi partai Golkar juga saat ini di kejutkan mengudurkan diri dari kursi ketua umum dari pohon beringin, dengan secara profesional.

Airlangga terlihat mukanya, disamping mengundurkan diri terlihat terpaksa diduga ada tekanan.

Bahwa ia tak mau urusan lagi sama Jokowi, karena ia sudah cukup mengantarkan anaknya jadi menjadi wakil presiden itu.

Ada Pula yang prediksi bahwa Ailangga di politisir oleh para petinggi partai yang punya kepentingan.

Tetapi ia tak menyebutkan bahwa ia mengundurkan diri jadi apa setelah ia tak menduduki jabatan partai.

Ada kemungkinan pohon beringin bisa di ambil kembali anak suharto matan presiden.

Maka jokowi berambisi bahwa kesang anak sulung mencalonkan DKI Jakarta wakil Gubenur, berharap Airlangga mendukung.

Ternyata Airlangga mengundurkan diri dari jabatan ketua umum pohon beringin itu.

Ketua Dewan Penasihat Golkar Luhut Binsar Pandjaitan merespons mundurnya Airlangga Hartarto dari kursi ketua umum Golkar.

Luhut menilai, keputusan Airlangga merupakan hak yang bersangkutan secara pribadi.

Ada penyebab lain, itu ia tak sebutkan dan itu keputusan Airlangga merupakan hak yang bersangkutan secara pribadi.

“Kami juga tak tau pasti, apakah ia ada tekanan dari jokowi, sehingga ia keluar dari Partai Golkar ini”, tuturnya Luhut.

Yang parti kata Luhut, yang pasti ia sudah mengundurkan diri dari pohon beringin itu.

Airlangga telah buka suara soal pengunduran diri dari Ketua Umum Partai Golkar.

Airlangga menyatakan dirinya sudah mundur dari posisi tersebut per Sabtu (10/8) malam, dikutip detiknews.com.

Airlangga menyebutkan pengunduran diri ini demi memastikan stabilitas transisi pemerintahan baru.

Dengan mengucap basmalah, Airlangga menyatakan mundur dari Ketum Golkar.

“Selamat pagi para kader Golkar yang saya cintai.

Saya Airlangga Hartarto, setelah mempertimbangkan dan untuk menjaga keutuhan Partai Golkar, secara profesional dan melalui edukasi”, tuturnya.

Menurut Wawan pendukung partai Golkar ini, ia berharap partai yang berlambang pohon beringin agar kembali pada keluarga H. Moch. Suharto matan presiden RI, agar yang lain tak punya kepentingan lagi.

“Mudah-mudahan Anak Suharto peluang menjadi ketua umum”, tuturnya di Whatsapp group.

(henry / heri)

H.Moch.Maesyal Rasyid dalam sambutan menyampaikan permohonan maaf atas keterlambatan.

Tangerang, postjkt.com

Bakal Calon Bupati Tangerang Drs H Moch Maesyal Rasyid.M.Si, mendapat dukungan kembali dari tokoh tokoh masyarakat dari berbagai elemen yang tergabung di RUMASYA.

Dukungan ini di bacakan saat deklarasi dan pengukuhan pengurus RUMASYA Kabupaten Tangerang.

Korcam dan Kordes Kordes serta Korkel,bertempat di rumah joglo dian mustika grubuk Bojong Nangka Kecamatan Kelapa Dua.(08-08-2024).

Hadir dalam kesepatan itu para pengurus RUMASYA kabupaten,Korcam,Kordes, Dewan Pembina,Dewan Penasehat,PKUB Kecamatan Kelapa Dua dan undangan lainnya.

Dalam Kesempatan itu, H.Moch.Maesyal Rasyid dalam sambutan menyampaikan permohonan maaf atas keterlambatan hadir karena ada acara mendadak di banten.

“Saya mohon maaf atas keterlambatan hadir, karena ada acara mendadak di banten”, Ucapnya.

Setelah sambutan H.Moch.Maesyal Rasyid langsung menandah tangani nota kesepaham atau MOU dengan RUMASYA,nota kesepahaman ini adalah RUMASYA sebagai team pemenangan H.Moch.Maesyal Rasyid untuk menjadi Bupati Tangerang 2025 – 2030.

Penandatanganan tersebut RUMASYA langsung di wakilkan oleh ketua umum M.Soleh SP, SE,.M.Si. disaksikan oleh RUMASYA pengurus Kabupaten, Korcam,Kordes, Korkel dan para dewan pembina serta dewan Penasehat.

Kemudian di lanjutkan pembacaan Naskah dukungan untuk H.Moch.Maesyal Rasyid, Yang di bacakan langsung oleh Sekretaris Umum RUMASYa E.Jayadi SH, Isi naskah tersebut sebagai berikut :

Kami Tim Pemenangan RUMASYA dari 29 Kecamatan yang ada di Kabupaten Tangerang siap berada di garda terdepan dalam turut menentukan arah kemajuan Kabupaten Tangerang.

Dalam proses demokrasi dan mendukung kepemimpinan Kabupaten Tangerang yang visioner, berintegritas dan sejalan dengan visi gerakan Menuju Sejahtera yang semakin GEMILANG.

Kami Tim Pemenangan RUMASYA, mendukung tegaknya Pancasila dan Pilar Kebangsaan, serta lahirnya kepemimpinan Kabupaten Tangerang yang mampu membawa Kabupaten Tangerang menjadi Wilayah yang Gemah Ripah Loh Jinawi

Kami Tim Pemenangan RUMASYA , dengan ini menyatakan, MENDUKUNG Drs H. Moch Maesyal Rasyid , MSi , sebagai Calon Bupati Kabupaten Tangerang dalam Pilkada tahun 2024.

Demikian Naskah Deklarasi ini kami sampaikan, sebagai maklumat politikTim Pemenangan *RUMASYA*.

Selanjutnya, kami Tim Pemenangan RUMASYA akan menggalang segenap potensi , segenap elemen masyarakat di 29 Kecamatan yang ada di Kabupaten Tangerang.

Untuk memenangkan Bapak Drs H. Moch Maesyal Rasyid , MSi sebagai Bupati Kabupaten Tangerang periode tahun 2025 – 2030.

M.Soleh SP.SE,.M.Si berpesan kepada semua pengurus RUMASYA dari semua tingkatan agar segera mengalang dukungan untuk H.Moch.Maesyal Rasyid,” Sebelum ke tetanga terdekat atau saudara kita ajak keluarga se rumah untuk mendukung beliau,

Baru ke tetanga sebelah rumah dan selanjutnya”, Pesan Ketua Umum RUMASYA.

Di tambahkan oleh Kang uj,bahwa dalam waktu dekat RUMASYA akan merumuskan segala sesuatunya untuk pemenangan H.Moch.Maesyal Rasyid

(Red/hairul)

Tak pantas gambar salah satu Calon Bupati Tangerang, dipajang depan pagar sekolah Dasar.

Tangeang, postjkt.com

Sekolah Dasar Negeri (SDN) Sarakan, Desa Sarakan Kec. Sepatan Kab. Tangerang, Banten di pasang gambar dan Benner salah satu calon H. Moch. Maesyal Rasyid di pagar Sekolah, Senin (05/08).

Tak pantas gambar salah satu Calon Bupati Tangerang, dipajang depan pagar sekolah Dasar.

Tim Sukses Gambar H. Moch. Maesyal Rosyid Diduga tidak beretika tempat SDN main tancap.

Sebenarnya tak baik seorang gambar calon di pasang di depan pagar SDN Sarakan, seolah-olah anak sekolah sudah di ajarkankan berbohong dan berpolitik.

Gambar Calon Bupati Tangerang itu di robek orang yang tak kenal.

Bahkan secara etika dan tidak elok, gambar calon Bupati Tangerang di pasang depan pagar.

Sebenarnya seumur SDN itu, tidak boleh menurut betika, kalau menurut undang-undang belum ada yang melarang.

Namun secara moril dan etika, tak sepantasnya gambar Benner Pasangan calon Bupati Tangerang, tidak beretikan dalam menancapkan ubul-ubul di depan sekolah.

“Kami minta pada para tokoh ulama, gambar atau benner calon agar di cabut, tidak baik anak di bawa umur pasang gambar-gambar politik”, tuturnya Radiansyah, S.Pd seorang guru.

Kata Radiansyah, jika kami membuka benner di depan sekolah, nanti kami di tuduh merusak.

Ternyata benner yang sudah rusak, dan dirusak oleh oleh orang yang tak kenal.

“Karena tak pantas gambar calon Bupati Tangerang, di pasang di depan anak-anak yang masuk-keluar masuk sekolah”, ujarnya Radi (45) orang tua murid.

Belum lama ini gambar itu juga, sempat di lempar oleh anak-anak dengan batu, ketika ia jajan keluar pagar.

“Karena belum mengalami, siapa itu foto bergambar itu”, tuturnya.

(Yenny / den)

Kami minta Pengamat Abal-abal itu, dosen apa izajahnya masalahnya harus di buktikan hasil pengamatnya jangan buat gaduh.

Tangerang, postjkt.com

Pemberitaan mengenai pembangunan jamban yang dilakukan oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Tangerang, Banten, semakin mengundang polemik, kamis (01/08).

Para wartawan desak oknum pengamat abal-abal Tangkap, karena sudah memberikan statmen yang ngawur dan kayak orang mabok. Kini sudah membuat gaduh di ruang maya, dan di internet dan media sosial (Medsos).

Jika hal ini di minta perkumpulan wartawan dan organisasi tangkap oknum pengamat abal-abal.

“Kami minta Pengamat Abal-abal itu, dosen apa izajahnya masalahnya harus di buktikan hasil pengamatnya jangan buat gaduh”, katanya Wartawan Senior.

Pengamat itu tahu ga, media itu induknya kemana? Media itu induknya keperusahaan bukan induk Dewan Pers, keperusahaan pers ia berinduk.

Selagi Ia mempunyai Perusahaan (PT) maka ia tidak abal-abal, karena PT. itu induknya pada pemerintah, ia bayar pajak dan sesuai ketentuan menteri keuangan.

Kalau Pengamat Abal-abal itu induknya kemana? Kejaksaankah, ke Presidenkah, atau Ke KPK? yang jelas seorang pengamat itu harus mendapatkan sertifikat dari Peguruan tinggi, sekurang-kurangnya ia dosen.

Bukan tamat SMP, SMA atau SD. Kami minta pada aparat polisi di tangkap dan di proses sesuai undang-undang ITE dan undang-unadng Siber”, tutur Samsudin, SH, MH aktivis dosen.

“Kalau Ia mempunyai izajah SD, SMP dan SMA itu disebut Natizen, bukan pengamat”, katanya.

Pengamat sekurang-kurangnya Dosen karena ia berpikirnya leluasa ia tak ada kepentingan pribadi, ia memberikan penerus bangsa.

Menurut Samsudin, SH, MH, bahkan yang disebut-sebut sebagai Pengamat Politik pun mulai ikut nimbrung menjadi ‘pengamat jamban’, tapi terkesan ngelantur dan bahkan menghakimi konteks di balik pemberitaan pembangunan jamban oleh Kejaksaan tersebut.

Menurut Pesta Tampubolon selaku Ketua DPD Ikatan Wartawan Online Indonesia (IWO-I), seorang pengamat itu harus bijak dan luas wawasannya dan tidak asal nyerocos apalagi sampai menyebut media sebagai media abal-abal.

“Kalau hanya berdasarkan suatu media tidak terdaftar di Dewan Pers disebutnya media itu abal-abal, berarti sang pengamat itu kurang jauh pikniknya dan sangat sempit pengetahuanya mengenai UU Nomor 49 Tahun 1999 tentang Pers, dianya tapi terlampau sembrono bicara,” Tegas Pesta Tampubolon, Rabu (31/7/2024).

“Sama saja pengamat itu menuduh, bahwa Ketua Dewan Pers yang sekarang dijabat Ibu Ninik Rahayu sebagai ketua Dewan Pers abal-abal.

Karena beliau sendirilah yang mengatakan, ‘setiap orang dapat mendirikan perusahaan pers dan menjalankan tugas jurnalistik tanpa harus mendaftar ke lembaga mana pun, termasuk ke Dewan Pers’. Hal itu dinyatakan Ninik Rahayu dalam keterangan resminya, tanggal 4 bulan April 2024 lalu,” jelas Pesta.

Lanjutnya, gara-gara pengamat itu sembarangan mendiskreditkan menuduh media abal-abal, akhirnya makin ketahuan SDM dan kredibilitas pengamat itu memandang fungsi peran media dari sudut pandang sempit.

Harusnya sebagai pengamat, katanya, dia mesti sadar bahwa nama beliau itu dibesarkan oleh media tanpa memandang kelas media yang memberitakan dia.

Tapi itu lah, tambahnya, orang pintar belum tentu bijak.

“Sudah banyak pengamat politik ternama di Indonesia ini sering saya lihat tampil di Media Televisi besar Nasional, namun belum pernah saya dengar nada bicarannya seperti itu berani melecehkan media.

Memang sekarang ini makin banyak orang pinter makin keblinger,” katanya.

Masih menurutnya, kalau patokannya hanya karena suatu media tidak terdaftar di Dewan Pers, dituding menjadi media abal-abal, berarti ujarnya, kita juga bisa berseloroh menyebutnya sebagai pengamat abal-abal dalam tanda kutip.

“Ini harus dipertegas kepada pengamat tersebut, apa kualifikasinya sampai dia berhak mengelompokkan sebagai media abal-abal dan tidak abal-abal.

Sedangkan Ibu Ninik Rahayu saja yang nota bene sebagai Ketua Dewan Pers tidak pernah menyebutkan bahwa media yang tidak terdaftar di Dewan Pers tidak pernah disebutkannya media abal-abal,” ujarnya.

Sementara itu, adapun jaminan kebebasan pers di Indonesia merupakan bentuk pelaksanaan UUD 1945 Pasal 28 telah mengatur kebebasan berserikat dan berkumpul dengan bunyi selengkapnya sebagai berikut:

Kemerdekaan berserikat dan berkumpul, mengeluarkan pikiran dengan lisan dan tulisan dan sebagainya ditetapkan dengan undang-undang.

Adapun landasan kebebasan pers di Indonesia ditegaskan kembali dengan lahirnya UU Nomor 49 Tahun1999 dengan berbagai pertimbangan pembentukan sebagai berikut, salah satunya yaitu:

Pers nasional adalah wahana komunikasi massa, penyebar informasi, dari pembentuk opini harus dapat melaksanakan asas, fungsi, hak, kewajiban dan peranannya dengan sebaik-baiknya berdasarkan kemerdekaan pers yang profesional sehingga harus mendapat jaminan dan perlindungan hukum, serta bebas dari campur tangan dan paksaan dari manapun.

(Budi)

Sekitar 11 juta hak pilih Provinsi Sumatra Utara.

Sumut, postjkt.com

Siap Sukseskan Pilkada Serentak, Fatoni Pastikan Pemprov Sumut Telah Realisasikan 100% Dana Hibah Pilkada.

Penjabat (Pj) Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Agus Fatoni mengaku siap menyukseskan pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak Tahun 2024.

Dirinya memastikan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut telah merealisasikan 100% dana hibah untuk pesta demokrasi tersebut.

“Tentu kami siap mendukung pelaksanaan Pilkada untuk sama-sama menyukseskan pemilihan pemimpin bangsa kita,” kata Fatoni saat Rapat Koordinasi (Rakor) Kesiapan Penyelengaraan Pilkada.

Rencana Pilkada Serentak Tahun 2024 Wilayah Sumatera di Regale Internasional Convention Center, Medan, Sumatera Utara, Selasa (9/7/2024).

Pemprov Sumut telah mengalokasikan dana hibah tersebut, antara lain kepada Komisi Pemilihan Umum (KPU) sebesar Rp705 miliar.

Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) sebesar Rp223 miliar, Polri Rp49 miliar dan TNI sebesar Rp22 miliar.

“Dan untuk Kabupaten/Kota di Sumut, secara keseluruhan rata-rata sudah merealisasikan NPHD (Naskah Perjanjian Hibah Daerah),” ucap Fatoni.

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian memuji kinerja Pj Gubernur Sumut Agus Fatoni.

Dia juga memastikan bahwa NPHD Pemprov Sumut, baik itu KPU, Bawaslu, TNI dan Polri telah 100% terealisasi.

β€œIni Pak Pj Gubernurnya (Fatoni) hebat, untuk KPU beres, Bawaslu beres, untuk TNI beres, Polri juga beres, tepuk tangan untuk ini,” kata Mendagri.

Mendagri mengatakan, tugas pemerintah khususnya pemerintah daerah (Pemda) dalam Pilkada serentak adalah menyiapkan anggaran.

Agar Pilkada serentak terlaksana dengan sukses.

Selain itu, Pemda juga diminta untuk membantu fasilitasi keperluan lainnya seperti gudang, kantor ataupun distribusi logistik.

Mendagri menyebut bahwa Provinsi Sumut merupakan wilayah dengan jumlah Data Penduduk Potensial Pemilih Pemilu (DP4) tertinggi di Sumatera.

Sekitar 11 juta jiwa jumlah hak pilih. Dirinya juga meminta Pemerintah Daerah setempat untuk terus mendorong partisipasi pemilih di daerah masing-masing.

Senada dengan Mendagri, Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan Republik Indonesia (Menkopolhukam) Hadi Tjahjanto meminta kepala daerah se-Pulau Sumatera, TNI, Polri.

Semua unsur masyarakat untuk bersinergi menyukseskan Pilkada serentak.

Dia berharap stabilitas politik hukum dan keamanan perlu dijaga sebaik mungkin.

Menkopolhukam juga menegaskan bahwa Pemerintah Daerah berkewajiban mendukung dan memfasilitasi penyelenggaraan Pilkada.

Di antaranya, menciptakan ketentraman dan ketertiban umum, menjamin ketersediaan anggaran, menjamin hal pilih masyarakat, serta membentuk badan adhoc dan fasilitasi lainnya.

Tak ketinggalan, Menkopolhukam juga meminta Pemda untuk menghindari tumpang tindih wewenang antara pemerintah pusat dan daerah.

Pemda juga diminta untuk meningkatkan peran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dalam menjaga stabilitas hukum dan politik dan keamanan.

“Kita juga perlu melakukan pembinaan dan menjaga kerukunan antar-suku dan umat beragama,” kata Hadi.

Rakor ini turut dihadiri oleh Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan HAM Hadi Tjahjanto, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian.

Kepala Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) Hinsa Siburian, Plt Ketua KPU Mochammad Afifuddin dan Ketua Bawaslu Rahmat Bagja.

(Rizky Zulianda)

Mendagri untuk menjelang pemilu ini pihak DPRD juga ikut menyuseskan Pilkada dengan Baik.

Jakarta, postjkt.com

Mendagri meminta pada Kepala Daerah dengan ada pemilihan Kepala Daerah, agar menyukseskan Pemilihan Gubenur, Walikota/Bupati se-Ibdonesia, minggu (30/06).

Dan Pemda Provinsi dan Kota/Kab agar di jaga tertiban keamanan politik di Daerah Masing-masing.

Agar para porpol juga menjaga keamanan di Daerahnya masing-masing agar pemilihan jujur dan adil (jurdil).

“Didalam Pilkada Nanti jatuh Bulan Nopember 2024 nantiΒ  para dewan juga harus pantau agar para parpol yang tidak di inginkan terwujud denfan baik”, tutur mendagri di Bali buka Rakernas III ADKASI, dikutip dari share rilis dari Whatsapp, hari ini minggu.

Buka Rakernas III ADKASI, Wamendagri Tekankan Pentingnya Peran DPRD Sukseskan Pilkada 2024

Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) John Wempi Wetipo membuka Rapat Kerja Nasional (Rakernas) III Asosiasi Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Seluruh Indonesia (ADKASI), Sabtu (29/6/2024).

Rakernas yang mengusung tema β€œDPRD Kuat, dan Tetap Konsisten Menjaga NKRI” itu berlangsung di HARRIS Hotel & Residences Sunset Road, Kota Denpasar, Bali.

Dalam sambutannya, Wempi menekankan pentingnya peran DPRD dalam menyukseskan penyelenggaraan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 2024.

Peran tersebut di antaranya melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan Pilkada 2024, mendorong partisipasi masyarakat, dan memperkuat pendidikan antikorupsi.

Wempi mengatakan, suksesnya Pilkada 2024 tidak hanya menjadi tanggung jawab penyelenggara Pilkada.

Hal ini juga menjadi tanggung jawab pemerintah daerah (Pemda), termasuk jajaran pimpinan DPRD.

Dalam konteks ini, DPRD dapat memberikan dukungan terkait kebijakan, sarana dan prasarana, serta personel yang mengawasi jalannya Pilkada.

Lebih lanjut, Wempi menekankan, DPRD juga dapat memberikan dukungan lainnya dalam penyelenggaraan Pilkada 2024.

Dukungan itu di antaranya menjamin ketersediaan anggaran. DPRD dapat melakukan pengawasan terhadap realisasi Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD) untuk Pilkada.

β€œKedua, DPRD juga perlu ikut serta menjaga stabilitas politik dan pemerintahan,” imbuhnya.

Ketiga, DPRD dapat berperan aktif menjaga netralitas Aparatur Sipil Negara (ASN) sebagaimana Surat Edaran Bersama (SEB) yang ditetapkan pada 22 September 2022.

SEB tersebut diteken bersama oleh Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB), Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN), Ketua Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN), dan Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu).

Keempat, imbuh Wempi, DPRD dapat mendukung pemberian Daftar Penduduk Potensial Pemilih Pemilihan (DP4) kepada Komisi Pemilihan Umum (KPU).

β€œBesar harapan kami beberapa hal tersebut dapat kita lakukan secara sinergi dengan segenap elemen dalam mengawal dan memastikan terselenggaranya Pilkada Serentak Tahun 2024 dengan sukses, aman, tertib, dan lancar,” katanya.

Pada kesempatan itu, Wempi berharap semua pihak dapat bersinergi menyukseskan Pilkada Serentak 2024.

Sinergi itu, kata dia, perlu dijalankan bersama oleh KPU, Bawaslu, Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP), pemerintah pusat, serta Pemda.

Selain itu hal yang sama juga perlu dilakukan oleh jajaran TNI/Polri, Satpol PP, Satlinmas, hingga unsur partai politik, bakal calon legislatif (Bacaleg), media massa, organisasi kemasyarakatan (ormas), dan masyarakat.

Puspen Kemendagri