Diduga pekerjaan tidak memenuhui standar Disnaker dan fisik seperti batu, dan besi yang di pakai memenuhui Standar RAB.

Teluknaga, postjkt.com

Pihak inspektorat Tigaraksa, harus cermat pemeriksaan dan BPK Provinsi Banten, untuk proyek yang tidak memakai standar operasional dan atributnya..

Diduga pekerjaan tidak memenuhui standar Disnaker dan fisik seperti batu, dan besi yang di pakai memenuhui Standar RAB.

FA AMPUH. ( Forum Aksi Aliansi Masyarakat Peduli Hukum ) Catur Winata Ketua FA. AMPUH. mengatakan bahwa pihanya akan melaporan proyek yang di erjakan tidak berdasar aturan. Sabtu (22/10)

“Jika tidak adanya plang. Di sebabkan akhibat adanya konpirasi antara pengawas dan pelaksana proyek alun-alun di Teluknaga”,  katanya FA AMPUH Catur Winata Sabtu (23/10)

Yang seakan mati fungsi. Adanya kesengajaan dan pembiaran, dan meminta agar BPK.RI (Badan pemeriksa keuangan Republik Indonesia ) agar segera mengaudit pelaksanaan proyek tesebut. Dan menjatuhkan sanksi. Kepada oknumnya perusahaan itu.

“Diduga Proyek pekerjaan Alun-alun di depan Gedung Kecamatan Teluknaga kabupaten Tangerang Banten diduga tidak pakai papan informasi kini menjadi sorotan. Pasalnya, di lokasi proyek tidak ada ditemukan papan anggaran dan terkesan asal jadi”, katanya Catur Winata

Diduga, ada indikasi proyek tersebut tidak ingin masyaakat tidak tahu, sehingga terkesan ditutup-tutupi supaya tidak diketahui nilai anggaran dan sumber anggaran yang digunakan di lapangan.

Dugaan tersebut diperkuat dari keterangan Kasi Pembangunan Kecamatan Teluknaga, Dasuki, S.Pd dirinya bingung saat ditemui wartawan di ruang kerjanya.

“Kami juga sudah memberiantahkan pada perusahaan dan juga bilang sama pemborongnya agar dibuatkan papan proyeknya, namun sampai sekarang belum di pasang,” kata Dasuki,(19/10/2022).

Menurut Dari keterangan Dasuki, informasi yang kami dapat itu tidak salah dan kalau proyek tersebut bernilai Rp.2 milyar rupiah dan sumber anggaran dari APBD Kabupaten Tangerang.

Terakhir, saat disinggung tentang pihak yang mengerjakan, Dasuki hanya bisa menjelaskan, kalau proyek tersebut dikerjakan oleh H. tidak jelas.

Sampai akhir penjelasan, Dasuk tidak mengetahui PT. yang mengerjakan, bahkan dengan gamblang oleh Dasuki lupa nama PT perusahaannya.

“Saya lupa nama Perusahaannya, tapi nanti kita ingatkan dan saya kasih tau ke bapak,” kata Dasuki kepada wartawan menemuinya di ruang kerja, selasa.

Dilihat dari kondisi pengerjaan proyek Alun-alun tersebut, pembangunan sudah berjalan sampai 40% dan sesuatu yang janggal dan patut dipertanyakan, dengan pengerjaan sejauh itu tidak ada papan anggaran di pampang.

Sementara itu, hingga berita ini diturunkan belum juga ada papan nama proyek, dan belum diketahui persis nama PT/ perusahaan yang melakukan pekerjaan tersebut, dan diketahui hanya seseorang yang bernama PT. Ya tidak Jelas sebagai pelaksana, belum dapat berkomonikasi dan tidak jelas juntrungnya.

(henry / posb)

admin

Media online posjkt.com lahir dari pemikiran tokoh rakyat, bergerak dibidang karya jurnalistik yang diawasi oleh dewan pers. Dengan kemajuan tehnologi yang terus berkembang dan pentingnya informasi yang cepat dan terkonfirmasi. Media yang terlahir dari pemikiran tokoh masyarakat. - Media postjkt.com untuk menyampaikan pesan atau ide. - Media yang lahir dari aspirasi dan kebutuhan masyarakat, yang kemudian dikembangkan oleh tokoh masyarakat. - Media online Posjkt.com (situs web, blog) yang dibuat untuk menyampaikan informasi dan gagasan, berbagi informasi dan memobilisasi dukungan mempromosikan ide, membangun kesadaran, dan menggerakkan perubahan sosial.

Lihat Semua Postingan