Nilai Sementara, Nilai Matakuliah Anti korupsi untuk kampus Arrahmaniyyah Depok-sepatan

Tangerang, postjkt.com

Nilai Sementara, Nilai Matakuliah Anti korupsi untuk kampus Arrahmaniyyah Depok-sepatan

KAMPUS STKIP ARRAHMANIYAH DEPOK – BOGOR
TAHUN 2022, NOPEMBER
TENAGA PENGAJAR : HEVVI HENRIZAN, SE, M.SI
KAMPUS STKIP ARRAHMANIYAH DEPOK – BOGOR : ANTI KORUPSI
NO NIM NAMA MAHASISWA P/L NILAI UTS TAHUN 2022
ABSEN TUGAS UTS UAS TOTAL N-RAPORT N-HURUF Kerjakan Tambahan
40% 15% 10% 35%
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12
1 Abdul Rohim L 50 0 70 71 191 47,75 D Makalah
2 Ahmad Rifai Salsas L 60 0 70 73 203 50,75 D Makalah
3 Ajun L 60 0 70 76 206 51,5 D Makalah
4 Anggun Nathasya P 50 0 73 71 194 48,5 D Makalah
5 Diki Chanra L 50 0 68 70 188 47 D Makalah
6 Muhamad Firmansyah L 50 0 68 118 29,5 E Makalah
7 Gunawan W L 60 0 70 70 200 50 D Makalah
8 Juheti P 60 0 75 77 212 53 D Makalah
9 Juliyanah P 60 0 70 76 206 51,5 D Makalah
10 Khoirunnisah Syah P 60 0 70 78 208 52 D Makalah
11 M. Faiz H L 60 0 70 70 200 50 D Makalah
12 M. Yusuf L 60 0 70 71 201 50,25 D Makalah
13 Maman L 60 0 70 74 204 51 D Makalah
14 Muhamad Khoirul Akbar L 60 0 68 73 201 50,25 D Makalah
15 Muhamad Musowi L 60 0 68 72 200 50 D Makalah
16 Muhamad Qomarzzam L 60 0 68 72 200 50 D Makalah
17 Nailah Magfiroh P 60 0 68 72 200 50 D Makalah
18 Nia Aldina P 60 0 72 72 204 51 D Makalah
19 Nina Sutiawati P 60 0 73 73 206 51,5 D Makalah
20 Nur Aulia Sari P 20 0 73 78 171 42,75 E Makalah
21 Nur Hasanah P 60 0 75 72 207 51,75 D Makalah
22 Riswadana Imawan L 20 0 73 93 23,25 E Makalah
23 Siti Anisah P 60 0 70 73 203 50,75 D Makalah
24 Siti Fadilatul Uzlah P 60 0 74 73 207 51,75 D Makalah
25 Siti Robiatul Adawiyah P 60 0 70 75 205 51,25 D Makalah
26 Siti Sumiyati P 60 0 70 76 206 51,5 D Makalah
27 Sri Shuhada P 60 0 72 73 205 51,25 D Makalah
28 Syarif Setiawan L 60 0 70 72 202 50,5 D Makalah
29 Upiq Laila Hannum P 60 0 74 74 208 52 D Makalah
30 Wulan Putri Utami P 60 0 70 73 203 50,75 D Makalah
31 Yatna L 60 0 75 73 208 52 D Makalah
32 Ade Purnomo L 60 0 74 72 206 51,5 D Makalah
33 Santi Dwi damanyanti P 60 0 75 72 207 51,75 D Makalah
34 M. Faktur Rizqi A L 60 0 75 73 208 52 D Makalah
35 Ahmad Dairobby L 60 0 75 73 208 52 D Makalah
36 M. Allan Maulana L 20 0 0 71 91 22,75 E Makalah
37 Ika Subarkah P 20 0 0 73 93 23,25 E Makalah
38 Riki Riyanto L 20 0 0 75 95 23,75 E Makalah
39 Akbarudin L 20 0 0 70 90 22,5 E Makalah

 

Nilai Sementara, Nilai Matakuliah Pancasila : untuk Kampus STKIP Arrahmaniyyah Depok

Tangerang, postjkt.com

Nilai Sementara, Nilai Matakuliah Pancasila : untuk Kampus STKIP Arrahmaniyyah Depok

KAMPUS STKIP ARRAHMANIYAH DEPOK – BOGOR
TAHUN 2022, NOPEMBER
TENAGA PENGAJAR : HEVVI HENRIZAN, SE, M.SI
KAMPUS STKIP ARRAHMANIYAH DEPOK – BOGOR : Pendidikan Pancasila
NO NIM NAMA MAHASISWA P/L NILAI UTS TAHUN 2022
ABSEN TUGAS UTS UAS TOTAL N-RAPORT N-HURUF Kerjakan Tambahan
40% 15% 10% 35%
1 3 4 5 6 7 8 9
1 Abdul Rohim L 60 0 70 70 200 50 D Makalah
2 Ahmad Rifai Salsas P 60 0 70 130 32,5 E Makalah
3 Anggun Nathasya P 50 0 73 72 195 48,75 D Makalah
4 Diki Chanra P 50 0 68 70 188 47 D Makalah
5 Muhamad Firmansyah L 50 0 68 118 29,5 E Makalah
6 Gunawan W L 60 0 70 130 32,5 E Makalah
7 Juheti L 60 0 75 73 208 52 D Makalah
8 Khoirunnisah Syah P 60 0 70 73 203 50,75 D Makalah
9 M. Faiz H P 50 0 70 120 30 E Makalah
10 Muhamad Yusuf P 60 0 70 72 202 50,5 D Makalah
11 Maman L 60 0 70 73 203 50,75 D Makalah
12 Muhamad Khoirul Akbar P 60 0 68 70 198 49,5 D Makalah
13 Muhamad Qomarzzam P 60 0 68 72 200 50 D Makalah
14 Nailah Magfiroh P 60 0 72 132 33 E Makalah
15 Nia Aldina L 60 0 73 70 203 50,75 D Makalah
16 Nina Sutiawati P 60 0 73 70 203 50,75 D Makalah
17 Nur Aulia Sari P 60 0 75 74 209 52,25 D Makalah
18 Nur Hasanah P 60 0 73 77 210 52,5 D Makalah
19 Riswadana Imawan P 30 0 68 98 24,5 E Makalah
20 Siti Anisah L 60 0 74 70 204 51 D Makalah
21 Siti Fadilatul Uzlah P 60 0 70 73 203 50,75 D Makalah
22 Siti Robiatul Adawiyah P 20 0 70 74 164 41 E Makalah
23 Siti Sumiyati P 60 0 72 78 210 52,5 D Makalah
24 Syarif Setiawan P 60 0 74 71 205 51,25 D Makalah
25 Wulan Putri Utami P 60 0 75 73 208 52 D Makalah
26 Yatna L 60 0 74 70 204 51 D Makalah
27 Ade Purnomo L 60 0 70 130 32,5 E Makalah
28 Santi Dwi Damanyanti P 60 0 73 73 206 51,5 D Makalah
29 M. Allan Maulana L 20 0 0 70 90 22,5 E Makalah
30 Ade Purnama L 20 0 0 70 90 22,5 E Makalah

Otak akan berkembang dengan baik jika mendapatkan stimulasi yang tepat dan sebaliknya otak tidak akan berkembang dengan baik jika stimulasi.

Mojekerto, postjkt.com

Anak yang di bawah umur melakukan sipat orang dewasa, kini kedua pelaku kini di periksa polisi.

Kemudian anak itu di cabul oleh kedua temannya bermain ini di sebabkan sering nonton adegan vidio di Hanphon

Anaknya korban ibu menuturan, bahwa anakny perempuan masih duduk di TK B, kini di cabuli kedua anak yang berumur 8 tahun.

Seorang anak perempuan yang duduk di bangku TK dicabuli tiga anak SD di wilayah Kecamatan Dlanggu, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, pada Sabtu (7/1/2023).

Diberitakan Kompas.com, Jumat (20/1/2023), tiga anak SD berusia 8 tahun itu mencabuli anak TK berumur 6 tahun yang merupakan tetangga dan teman bermainnya.

Akibat kejadian ini, korban mengalami trauma hingga enggan sekolah dan keluar rumah untuk bermain.

Lalu, mengapa anak kecil bisa melakukan tindakan pencabulan? Apa upaya pencegahan yang bisa dilakukan orangtua?

Menurut ahli psikologi perkembangan UIN Bandung Rosleny Marliani, otak anak berkembang berkat pengaruh faktor genetik dan lingkungan, baik internal maupun eksternal. dikutip kompas.com

Faktor internal berasal dari dalam dirinya, sedangkan faktor eksternal bisa berupa kondisi saat ibu hamil, tempat tinggal, dan pola asuh.

“Otak akan berkembang dengan baik jika mendapatkan stimulasi yang tepat dan sebaliknya otak tidak akan berkembang dengan baik jika stimulasi yang diperoleh tidak tepat,” jelasnya saat dihubungi Kompas.com pada Sabtu (21/1/2023).

Rosleny menyebutkan, otak anak tumbuh dan mampu menyerap informasi seiring bertambahnya usia.

“Informasi yang diserap itu baik atau buruk tergantung stimulasi yang diperoleh,” tambahnya.

yadi / aroma/ deni / postjkt

Didug anak yang hilang di culik kini Video viral adanya dugaan penculikan anak di Desa Pondok Kelor, Kecamatan Sepatan Timur.

TANGERANG – POSTJKT.COM

Pihak Polisi akan terus melakukan survei dan pencarian ada anak yang hilang

Sampai sudah 3 hari anak itu menghilang dari rumahnya, tampa ada sepengetahuan orang tuanya pergi.

Kasus ini tengah di selidik oleh Polse Sepatan, agar segera anak ini ketemu.

Video viral adanya dugaan penculikan anak di Desa Pondok Kelor, Kecamatan Sepatan Timur, Kabupaten Tangerang tersebar di masyarakat dan membuat panik para orang tua.

Tampak terlihat dalam rekaman video yang berdurasi 12 detik, puluhan warga mengerumi seorang wanita paru baya yang mengenakan baju hitam kembang-kembang dengan fostur tubuh tinggi kurus.

Bukan hanya berkerumun, warga Pondok Kelor lantas membawa wanita paru baya tersebut ke Mapolsek Sepatan untuk diamankan, agar tidak terjadi sesuatu hal yang tidak diinginkan.

Saat dikonfirmasi awak media via telpon whats app. Kapolsek Sepatan, AKP Sriyono membenarkan, pihaknya telah mengamankan seorang wanita paru baya di Desa Pondok Kelor untuk dimintai keterangan. dikutip portalbanten,com

“Ya betul kita amankan seorang wanita, tapi benar atau tidak nya dia seorang penculik kita belum tahu, masih kita mintai keterangan saksi-saksi, masih kita cek kebenarannya,” ucapnya, Sabtu 21/01/2023 sore.

Menurut Sriyono, saat ini pihaknya belum bisa memastikan, bahwa wanita tersebut melakukan penculikan anak kecil di Desa Pondok Kelor. Sebab katanya, wanita tersebut tidak dikenal oleh warga lalui dicurigai.

dani / hrp / yati / postjkt

Terhadap Walimurid siswa ketika penyerahan raport disekolah, pihak guru SDN mengklarifikasi.

Tangerang, postjkt.com

Sekolah Dasar Negri Sukamanah Klarifikasi Terkait Dugaan Adanya Pungutan Uang Kepada Siswa

Menanggapi pemberitaan oleh salah satu media online tentang adanya dugaan pungutan uang dari pihak Sekolah Dasar Negri (SDN) Sukamanah.

Terhadap Walimurid siswa ketika penyerahan raport disekolah, pihak guru SDN mengklarifikasi kepada media bahwa itu hanya kesalahpahamnya saja.

Kampung Salimah, Rt.10/4 Desa Sukamanah, kecamatan Jambe, Kabupaten Tangerang Jumat, (20/01/2023).

Hal itu disampaikan langsung kepada awak media oleh pihak sekolah. Oji menjelaskan bahwa.

Tidak ada pungutan yang di wajibkan terhadap wali murid siswa sewaktu pengambilan raport seperti yang di sangkakan oleh pemberitaan yang beredar itu.

” Kami tidak ada mewajibkan pungutan apapun kepada Wali murid disekolah.

Kalaupun ada pihak wali murid secara sukarela memberi itu atas kemauan sendiri tampa ada paksaan dari kami, artinya.

Mau wali murid tidak memberi apapun terhadap kami.

kami tetap memberikan apa yang menjadi hak Murid seperti raport sekolah tetap kami serahkan dan tidak ada ditahan-tahan,” tutur Guru Oji.

Bendahara sekolah SDN Sukamanah yang juga hadir diruangan menambahkan, setiap ada kebijakan yang menyangkut kepentingan murid-murid.

Akan dilakukan sosialisasi terlebih dahulu, agar terjaga kondusifitas proses belajar mengajar disekolah.

Menurut dia, peristiwa yang terjadi seperti dalam pemberitaan media online tersebut cuma mis komunikasi antara salah seorang pihak wali murid yang jadi narasumber dengan pihak sekolah.

” Iya pak, kita selalu sosialisasi dulu dan pemberitahuan terlebih dahulu kalo ada kebijakan yang menyangkut siswa disekolah.

Dalam menjaga kondusifitas proses belajar mengajar kita tidak pernah membebankan apapun bentuk pungutan uang terhadap siswa, karna kami juga paham.

Sekolah tidak boleh memungut bayaran apapun kepada murid dan itu tetap kami jaga,” tutupnya.

(Satrio / postjkt)

Pos Yamara Satgas Pamtas RI-PNG Yonif 132/BS mendatangi SD Inpres Pir V dalam rangka membantu menjadi tenaga pendidik.

KAB. KEROOM, POSTJKT.COM

Pos Yamara Satgas Pamtas RI-PNG Yonif 132/BS mendatangi SD Inpres Pir V dalam rangka membantu menjadi tenaga pendidik di Sekolah yang terletak Di Pir V, Distrik Arso Timur, Kab.Keerom, Prov.Papua, pada Hari Kamis (19/01/2023). dikutip L86News.com

Kegiatan tersebut merupakan salah satu program Satgas Pamtas Yonif 132/BS untuk meningkatkan pengetahuan serta wawasan generasi muda di perbatasan sekaligus memberikan motivasi kepada siswa-siswi di SDN Inpres Pir V.

Kegiatan yang dipimpin langsung oleh Danpos Yamara Letda Inf Andi Hendrata Siregar dengan dibantu beberapa anggotanya tersebut mendapatkan respon yang sangat baik dan luar biasa dari Kepala Sekolah, Guru, terutama para siswa.

Siswa/i sangat terbantu Danpos Yamara Letda Inf Andi, telah mengapdikan jiwa dan raga untuk anak-anak yang membutuhkan ilmu pendudikan.

“Kami berteruma kasih pada Danpos Yamara, sehingga beliau dapat simpatisan dari masyarakat setempat”, ujar Denio (34) ketua suku.

Danpos / henri / postjkt

Gubernur Maluku Utara (Malut), Abdul Gani Kasuba mengakui, pertumbuhan ekonomi bisa menembus 27 persen

Malaku Utara, Postjkt.com

Gubernur Maluku Utara (Malut), Abdul Gani Kasuba mengatakan Negara Kaya dari hasil Bumi dan Alam belum tentu di rasakan oleh rakyatnya sendiri.

Undang-Undang Dasar 1945 Pasal 33 ayat (3)  menegaskan  bahwa  bumi, air, dan langit

kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat. Mengingat mineral dan batubara sebagai kekayaan alam yang terkandung di dalam bumi merupakan sumber daya alam yang tak terbarukan, pengelolaannya perlu dilakukan seoptimal mungkin, efisien, transparan, berkelanjutan dan berwawasan lingkungan, serta berkeadilan agar memperoleh manfaat sebesar-besar bagi kemakmuran rakyat secara  berkelanjutan.

Sudah beberapa tahun indonesia sudah mardeka, tetapi hasil bumi dan alam masih dijajah oleh orang asing.

Mardeka dari mana ya?, Pada hal Pemerintah Indonesia Pijaman dan hutang pada Negara sampai 7,000 triliun, tetapi pabrik saja masih banyak orang asing.

Gubernur Maluku Utara (Malut), Abdul Gani Kasuba mengakui, pertumbuhan ekonomi bisa menembus 27 persen, namun tidak dirasakan rakyatnya. Kehidupan mereka tetap bergelimang kemiskinan.

Dalam Rapat Kerja Nasional Pengelolaan Dana Lingkungan Hidup Tahun 2022, Jakarta, Rabu (21/12/2022), Gubernur Kasuba berani bicara jujur.

Dia menyatakan, perekonomian Malut di triwulan III-2022, melesat hingga 27 persen. Ini pertumbuhan ekonomi tertinggi di dunia.

Tapi sayang, tingginya pertumbuhan ekonomi yang terjadi di Malut, tidak berkualitas.

Lantaran tidak membuat warga Malut semakin sejahtera. Masalah ini disampaikannya kepada Menteri Keuangan Sri Mulyani.

Selain itu, Gubernur Kasuba mempertanyakan pernyataan Presiden Jokowi yang menyebut perekonomian Malut tumbuh 27 persen, namun hati-hati.

“Viral Maluku Utara 27 persen, katanya hati-hati. Kalau kita hati-hati akan sulit menjaga pertumbuhan ekonomi. Sebab di sana, Maluku Utara hampir semua pulau, punya tambang nikel. Yang berpotensi merusak lingkungan,” jelas mantan politikus PKS itu.

Gubernur Kasuba mengatakan, ada dua masalah besar di Malut yang perlu segera diselesaikan.

Pertama, pertumbuhan ekonomi harus diupayakan berdampak signifikan terhadap kesejahteraan warga Malut.

“Kedua, segala bentuk aktivitas ekonomi tidak merusak lingkungan. termasuk kegiatan tambang,” terang putra Halmahera Selatan itu.

Permasalahan, kata dia, anggaran Provinsi Malut kecil, sehingga tidak cukup untuk menyelesaikan kedua masalah tersebut. Intinya, Gubernur Kasuba ingin adanya tambahan dana untuk daerahnya.

“Karena itu, bu menteri saya minta uang saja, untuk bisa menyelesaikan persoalan-persoalan di Maluku Utara,” kata Gubernur Kasuba. .

Pendapat Admin :
– Lihat aja Tambang Nikel di Malut Tsb Banyaknya Tenaga Kasar dari TKA CHINO .
– Sisa2 Limbah jadi kerusakan lingkungan kelak bagi anak cucu kemudian hari .
– Ekonomi Masyarakat tetap miskin walau SDA melimpah
– Yg Untung gede anda sdh bisa menebaknya ( SIKOK BAGI DUO )

Sumber : Demokrazi.id / postjk

Ketakutan para orang tua murid bermain lato-lato membuat anaknya takut kena kepala dan mata.

Pakanbaru, postjkt.com

Ternyata bermain lato-lato juga berbahaya untuk siswa yang di bawa umur, Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru, Provinsi Riau, melarang murid bermain lato-lato di sekolah. Hal ini dilakukan dalam upaya mewujudkan lingkungan kondusif untuk kegiatan belajar mengajar.

Ketakutan para orang tua murid bermain lato-lato membuat anaknya takut kena kepala dan mata.

Sebelum terjadi lebih baik lato di hentikan, produksinya, jika perlu aparat agar meraziakan kerena lato, suatu saat bisa berbahaya.

“Kami berharap pada Bupati Pakanbaru agar di buatkan surat edaran melalui Kepala Dinas Pendidikan setempat”, kata Asri Amsyah, SH orang tua murid.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru Abdul Jamal mengatakan, pengumuman mengenai larangan bermain lato-lato di sekolah telah disampaikan secara lisan dalam pertemuan dengan para kepala sekolah maupun guru.

Menurut dia, dinas juga bisa mengeluarkan surat edaran mengenai larangan bermain lato-lato di sekolah jika diperlukan.

Dia menyampaikan, sekolah merupakan tempat kegiatan belajar mengajar, karenanya siswa dilarang membawa dan bermain lato-lato di lingkungan sekolah.

Selain itu, ia melanjutkan, penggunaan mainan lato-lato selain menimbulkan suara bising juga bisa membahayakan kalau sampai melenting dan mengenai orang atau kaca di bangunan sekolah.

“Sudah kita sampaikan juga bahwa memang permainan ini juga kan berbahaya. Guru-guru pasti juga sudah menyampaikan hal ini kepada siswa-siswanya. Kita tak ingin terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” katanya, di Pekanbaru, Ahad (15/1/2023).

Dia juga mengimbau orang tua murid mengawasi anak-anak mereka saat bermain lato-lato di lingkungan sekitar rumah.

“Kita juga butuh perhatian dari orang tua, kalau memang ini membahayakan orang tua tolong ingatkan anaknya.

Tapi yang jelas kalau kita jaminannya di sekolah kalau jam belajar tak boleh bermain. Jangankan main lato-lato, bermain lainnya juga tak boleh kalau waktunya belajar,” katanya. dikutip datariau.com

Meski demikian, Jamal mengemukakan, lato-lato juga mendatangkan manfaat positif pada anak.

Menurut dia, kehadiran mainan itu bisa mengurangi frekuensi anak bermain gim, menggunakan gawai, dan mendorong anak-anak kembali bermain dan berinteraksi dengan kawan-kawannya.

asril / henry / deni / postjkt

 

Seminar Nasional FISIP UMT, Mahasiswa Harus Perdalam Nilai-Nilai Pancasila. Mahasiswa FISIP UMT Sukses Gelar Seminar Nasional Pancasila.

*

TANGERANG — postjkt.com

Sebanyak 250 Mahasiswa Program Studi (prodi) Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (FISIP) Universitas Muhammadiyah Tangerang (UMT) antusias mengikuti seminar nasional Pancasila.

Kegiatan bertema Nilai-nilai Pancasila dalam Berbangsa dan Bernegara tersebut digelar di Aula Jenderal Sudirman, Kampus UMT, Minggu (15/1/2023).

Kegiatan tersebut menghadirkan narasumber ST Wahana Ananta (anggota Komisi VI DPR RI), Dr. Tantry Widiyanarti (akademisi UMT), Muhammad Daud (akademisi Institut Ilmu Al Qur’an Jakarta), yang dipandu moderator Yusuf Fauzi, M.Soc.Sc.

Dalam sambutannya, Ketua Pelaksana Kegiatan Mohamad Romli mengatakan, tujuan digelarnya acara itu untuk meningkatkan pemahaman dan menambah wawasan mahasiswa FISIP UMT tentang nilai-nilai Pancasila, kemudian diharapkan dapat mempraktikkannya dalam kehidupan sehari-hari.

“Kami berharap, melalui seminar ini, wawasan kebangsaan kami sebagai anak bangsa semakin luas.

Sehingga kami dapat menjadi generasi muda penerus bangsa yang mampu berkiprah untuk mengharumkan nama keluarga, serta bangsa dan negara,” ungkapnya.

Wakil Dekan 1 FISIP UMT Dr. Nurhakim mengapresiasi mahasiswa Prodi Ilmu Komunikasi yang telah menyelenggarakan seminar nasional tersebut.

Menurut Nurhakim, tema kegiatan tersebut sangat relevan, sebab nilai-nilai Pancasila harus terus dihidupkembangkan.

“Karena banyak nilai-nilai Pancasila yang konteksnya harus terus dipahami dalam kehidupan saat ini.

Sebab jika kita salah memahaminya, akan jadi bias dan kabur. Sehingga acara seminar ini sangat bagus sekali,” ujarnya.

Ananta Wahana yang menjadi pemateri pertama memaparkan mulai dari sejarah perumusan Pancasila hingga fungsi Pancasila.

Ananta memaparkan, Pancasila yang menjadi pengikat dan pemersatu bangsa Indonesia yang memiliki luas wilayah 2 juta Km², jumlah penduduk sekitar 270 jiwa yang tersebar di 17.504 pulau dengan keragaman etnis, suku, bahasa, hingga agama.

“Sampai cendekiawan Barat menyebut Indonesia negara khayalan. Sebab jarak tempuh dengan naik pesawat dari Aceh ke Papua sama dengan dari Jakarta ke Makkah.

Satu negara sama dengan 11 negara,” paparnya.

Menurut Ananta, luasnya wilayah Indonesia adalah jasa pemerintah Kolonial Belanda yang membuang Bung Karno (Soekarno) ke Brastagi, Bangka, Bengkulu, Ende, Jawa Barat, dan lain-lain.

“Sehingga dalam pengasiangannya itu, menginspirasi Pidato Bung Karno lahirnya Pancasila 1 Juni 1945.

Pancasila sebagai pemersatu atau pengikat antar wilayah, rasa kebangsaan, serta kekayaan perbedaan Indonesia,” terangnya.

Kemudian, dia menyontohkan beberapa negara yang tercerai berai karena tidak memiliki pengikat sebagaimana yang dimiliki bangsa Indonesia.

Bangsa-bangsa yang tak sekompleks Indonesia itu namun kini menjadi bangsa-bangsa kecil di antaranya Yugoslavia yang pecah menjadi 7 negara.

“Yugoslavia yang luas wilayahnya hanya 200 Km² pecah menjadi 7 negara, yaitu Serbia, Montenegro, Bosnia, Kosovo, Slovenia (Kroasia), Herzegovina, dan Makedonia Utara.

Negara besar karena tidak ada pengikat seperti Pancasila yang juga bercerai berai yaitu Uni Soviet yang pecah menjadi 15 negara, di antaranya ada yang sedang berperang, yaitu Rusia dengan Ukrania.

Uni Soviet terpecah belah menjadi Rusia, Uzbekistan, Ukrania, Armenia, Georgia, Azerbain, Belarusia, Kazakhstan, Estonia, dan lain-lain.

“Kita sangat bersyukur karena mendapatkan warisan dari para pendahulu kita yaitu Pancasila yang menjadi pemersatu bangsa Indonesia,” katanya.

Narasumber kedua yaitu Muhammad Daud menerangkan, nilai-nilai Pancasila selaras dengan Islam.

Islam dan Pancasila berjalan seiringan. Sebab umat Islam dalam kehidupan dituntut untuk berbuat kebaikan yang selaras dengan nilai-nilai Pancasila.

Daud menyebutkan keselarasan itu di antaranya Pancasila sebagai pelindung dan pelayanan agama-agama. Dia mengutip dalil Al Qur’an surat Yunus ayat 99 dan dan Al-Maidah ayat 48.

“Kemudian seruan berbuat adil kepada semua umat manusia, dalilnya Al Qur’an surat Annisa ayat 58, An-Nahal ayat 90. Memperkokoh persatuan, Al Qur’an surat Al Hujurat ayat 13, dan mengedepankan musyawarah, dalilnya surat Al-Syura ayat 38,” terangnya.

Masih kata Daud, agama semestinya sebagai sumber untuk meningkatkan peradaban, bukan sebagai identitas kelompok sosial, sehingga kehadiran agama yang berbeda-beda tidak dimaknai sebagai ancaman antar kelompok agama itu sendiri.

“Agama bisa meneguhkan nilai-nilai Pancasila ketika agama dimaknai oleh pemeluknya sebagai sumber peradaban dalam masyarakat plural. Berislamlah secara subtansi, bukan dengan simbol-simbol,” tegasnya.

Narasumber ketiga yaitu Dr Tantry Widiyanarti menelaah etika Pancasila yang dijabarkan dari sila-sila Pancasila, yang terkandung lima nilai, di antaranya : spiritualitas, humanis, solidaritas, menghargai orang lain, dan peduli.

Tantry menekankan, pengimplementasian etika Pancasila dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara sangat penting.

Sebab, permasalahan yang dihadapi bangsa Indonesia saat ini yaitu korupsi, terorisme, pelanggaran HAM, kesenjangan sosial, ketidakadilan hukum, dan kurangnya kesadaran membayar pajak.

“Alasan munculnya Pancasila sebagai sistem etika karena terjadi dekadensi moral, korupsi yang merajalela, kurangnya kontribusi dalam pembangunan, pelanggaran hak-hak asasi manusia, dan kerusakan lingkungan,” katanya.

Pancasila sebagai sistem etika, menurut Tantry, sangat mendesak. Pertama sebagai sumber moral dan inspirasi bagi penentu sikap, tindakan, dan keputusan yang diambil setiap warga negara.

Kemudian memberi panduan bagi setiap warga negara, sehingga memiliki orientasi yang jelas dalam tata pergaulan, baik lokal, nasional, maupun internasional.

“Urgensi Pancasila sebagai sistem etika juga karena menjadi dasar analisis berbagai kebijakan yang dibuat oleh penyelenggara negara, dan filter untuk menyaring pluralitas,” pungkasnya.

Deni / dri / postjkt

Mahasiswa Fak.Tehnik UNHAS Tewas Saat Mengikuti Kegiatan Diksar di Kab. Maros

Maros-postjkt.com

Seorang Mahasiswa Fakultas Tehnik Universitas Hasanuddin (UNHAS) Makassar meninggal dunia setelah mengikuti kegiatan Pendidikan Dasar (Diksar) Mahasiswa Pecinta Alam (Mapala) di Kabupaten Maros.

“Sebelum tewas, Firendy Marjevy Wehantouw (19) Mahasiswa Fakultas Tehnik Arsitektur UNHAS angkatan 2021 tersebut diduga mengalami drof (penurunan stamina).

Saat melakukan perjalanan jauh dengan berjalan kaki dari Desa Sambueja Kecamatan Simbang bersama 11 peserta diksar lainnya akan menuju puncak dengan jarak tempuh melewati 6 desa dengan target waktu 6 hari pelaksanaan, ujar Ibrahim Ketua Mapala 09 Tehnik UNHAS.

Berdasarkan informasi dari salah seorang temannya yang juga selaku panitia bernama Muhammad mengatakan, korban Firendy Marjevy akrab disapa Viren awalnya dalam keadaan sehat walafiat

Setelah melakukan perjalan 4 hari dalam kegiatan tersebut dia mengeluh akan kondisi fisiknya sehingga panitia langsung memberikan penanganan.

“Melihat kondisi Viren saat itu tengah tidak sadarkan diri, panitia penyelenggara langsung melakukan penanganan dengan memapahnya melanjutkan ke lokasi tujuan (puncak).

Tetapi sangat disayangkan sebelum mencapai lokasi akhir Viren sudah dalam kondisi tak bernafas lagi, saat itupula kami melakukan rapat bersama sebelum kami mengevakuasi korban (Viren) turun kebawah, jelas Muhammad.

Diketahui, Viren meninggal pada hari ke 4 dalam pelaksanaan Diksar pengurus baru Mapala 09 Fak. Tehnik UNHAS tepatnya dilokasi Dusun Bara-baraya, Desa Bonto Manurung, Kecamatan Tompobulu Kab. Maros.

Selanjutnya kami mengevakuasi korban (Viren) dengan membawanya ke Rumah Sakit Grestelina Jalan Hertasning Kota Makassar, Sabtu (14/01/2023), pungkasnya saat dikonfirmasi oleh awak media ini.

Sementara itu, Dekan Fak. Tehnik UNHAS, Isran Ramli mewakili segenap Civitas Fak. Tehnik UNHAS menyampaikan rasa.

Duka yang mendalam atas meninggalnya Ananda Viren saat mengikuti salah satu kegiatan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) yakni Diksar Pengurus baru Mapala 09.

“Sebelumnya Pimpinan Fakultas telah melakukan evaluasi, tentunya kami tidak bisa melarang juga dalam melaksanakan kegiatan itu karena didalamnya juga terdapat tujuan-tujuan positif sebagaimana keberadaan UKM di kampus, tutur Isran.

Hanya memang sangat disayangkan terjadinya musibah ini. oleh karena itu, pihaknya akan melakukan evaluasi secara menyeluruh terhadap aktivitas dan agenda kegiatan UKM dari Mapala 09 ini.

Sambungnya, terkait dengan kejadian ini kami dari Tim Pimpinan Fakultas akan segera melakukan investigasi baik kepada panitia dilapangan maupun bagi pengurus UKM nya sendiri.

Nanti dari dasar itu kami akan mengambil langkah-langkah perbaikan sehingga harapan kedepannya tidak akan terulang lagi, pungkas Dekan Isran.

Terkait dengan tidak adanya penyampaikan ke pihak Kepolisian setempat atas kegiatan ini tentunya kami akan melakukan investigasi kepada para panitia.

Kendati sebelumnya kami telah menyampaikan kepada adek panitia saat upacara pelepasan untuk selalu melakukan koordinasi utamanya kepada aparat keamanan kepolisian, TNI, Pemerintah setempat.

Tim SAR dan sebagainya agar kegiatan yang dilaksanakan ini dapat berjalan dengan baik. kendati Mereka juga menyampaikan sebelumnya telah mengkoordinasikan itu.

Tetapi adek-adek ini tidak ada penyampaian ke pihak keamanan, tutup Dekan.

Ditempat yang sama, Wakil Rektor Bid. Akademik dan Kemahasiswaan, Prof. drg. Muhammad Ruslin, M.kes., Ph.D., Sp.BM (K) menambahkan bahwa kami memang memiliki SOP dalam pelaksanaan kegiatan.

Jadi sebelum pelaksanaan suatu kegiatan dilakukan apapun itu ada 3 dokumen yang harus submit yakni Surat Permohonan.

Surat Pernyataan Bertanggungjawab terhadap Pelaksanaan Kegiatan dan Proposal, semua dokumen ini harus lengkap masuk ke Fakultas dan kemudian dilakukan aksesmen oleh unit kami di Manajer kemahasiswaan.

Nanti dilihat semua apakah ini prosedurnya lengkap dan kalau itu terpenuhi baru pihak kami akan mengeluarkan rekomendasi, pungkasnya.

Muh Arifin / postjkt