“Nutrisi Hilang karena Cacingan? Begini Cara Mencegahnya”

TANGERANG,POSTJKTC.COM | RSUD-TIGARAKSA,Cacingan adalah infeksi akibat masuknya cacing parasit ke dalam tubuh, terutama ke usus manusia. Jenis cacing yang umum menyerang antara lain cacing gelang, cacing tambang, dan cacing cambuk. Cacing-cacing ini bisa masuk melalui makanan yang tidak bersih, tanah yang tercemar, atau tangan yang kotor. Meskipun terlihat ringan, cacingan dapat menyebabkan masalah kesehatan serius, khususnya pada anak-anak. Anak yang mengalami cacingan bisa terlihat kurus, lesu, dan sering sakit karena tubuhnya kekurangan gizi akibat nutrisi yang diambil oleh cacing dalam usus.Gejala cacingan bisa beragam, seperti nafsu makan menurun, berat badan sulit naik, sakit perut berulang, perut buncit, dan gatal di sekitar anus terutama pada malam hari. Dalam beberapa kasus, cacingan juga bisa menyebabkan anemia (kurang darah) karena cacing mengambil darah dari dinding usus, terutama cacing tambang. Jika dibiarkan, cacingan dapat mengganggu tumbuh kembang anak, menurunkan kemampuan belajar, dan berisiko menyebabkan stunting atau tubuh pendek akibat kekurangan gizi kronis.Beberapa faktor risiko kecacingan antara lain kurangnya kebersihan pribadi, tidak mencuci tangan setelah BAB atau sebelum makan, makan makanan yang tidak bersih, tidak menggunakan alas kaki saat bermain di tanah, serta buang air besar di sembarang tempat. Lingkungan tempat tinggal yang padat dan minim fasilitas sanitasi juga meningkatkan kemungkinan penyebaran telur cacing secara luas di masyarakat.
Untungnya, cacingan dapat dicegah dengan langkah-langkah sederhana. Kementerian Kesehatan menganjurkan pemberian obat cacing setiap 6 bulan sekali bagi anak usia 1–12 tahun melalui program nasional bernama Pemberian Obat Pencegahan Massal (POPM). Selain itu, kebiasaan hidup bersih dan sehat sangat penting: cuci tangan pakai sabun, konsumsi makanan yang dimasak matang dan dicuci bersih, buang air besar di jamban sehat, serta selalu menggunakan alas kaki saat beraktivitas di luar rumah, khususnya di tanah.
Dengan pencegahan yang konsisten dan edukasi yang menyeluruh, kita bisa menurunkan angka kecacingan di Indonesia. Orang tua, guru, petugas kesehatan, dan masyarakat luas memiliki peran penting dalam menjaga kebersihan lingkungan dan mengajarkan kebiasaan baik kepada anak-anak sejak dini. Mari bersama cegah kecacingan, agar anak-anak tumbuh sehat, kuat, dan cerdas.
Segera periksa ke dokter atau fasilitas kesehatan jika ada keluarga yang merasakan gejala cacingan, agar bisa dilakukan pemeriksaan lebih lanjut dan penanganan yang tepat.
Poliklinik Anak hadir di RSUD Tigaraksa pada jadwal berikut :
Nama Dokter :
dr. Qeis Ramadhan, Sp.A
Hari Layanan Senin, Rabu & Jum’at
Jam Pelayanan : 08.00 s.d 12.00
Nama Dokter : dr. Radot Sihombing, Sp.A
Hari Layanan Selasa & Kamis
Jam Pelayanan 08.00 s.d 12.00
Untuk informasi lengkap terkait layanan dan fasilitas RSUD Tigaraksa masyarakat dapat menghubungi,
call center…
RSUD Tigaraksa pada nomor 0852-1361-7014 serta mengakses informasi melalui Instagram resmi RSUD Tigaraksa (@rsud.tigaraksa) dan website (rsudtigaraksa.tangerangkab.go.id)
Dengan tata nilai “TERBAIK”, RSUD Tigaraksa terus berkomitmen memberikan layanan kesehatan terbaik untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat kabupaten Tangerang.

Sumber :
RSUD TIGARAKSA
By- SP.
Redaksi Postjkt.com
TANGERANG POSTJKT.COM, Bupati Tangerang, Moch Maesyal Rasyid, menyampaikan komitmen pemerintah Kabupaten Tangerang untuk menegakkan Peraturan Daerah Nomor 10 Tahun 2018 tentang Kawasan Tanpa Rokok (KTR). Beberapa poin penting dari pernyataan Bupati Rudi M, bertujuan menjaga kesehatan masyarakat dan menciptakan lingkungan yang sehat, bukan membatasi kebebasan masyarakat atau mengganggu industri rokok. Adapun fasilitas Publik yang tercakup dalam peraturan tersebut, Rumah sakit, puskesmas, klinik, apotek, sekolah, kampus, tempat ibadah, arena olahraga, kantor pemerintahan, dan tempat pelayanan publik lainnya.
Bagi masyarakat penikmat tembakau (Rokok) Pemerintah daerah menyiapkan smoking area di beberapa titik tertentu untuk menjaga keseimbangan antara hak perokok dan hak masyarakat lain yang ingin menghirup udara bersih. Instruksi Bupati Memasang tanda larangan merokok di kawasan-kawasan tertentu dan melakukan sosialisasi secara masif kepada masyarakat.
Tujuan utama dari perda yang buat Pemerintah kabupaten Tangerang untuk m elindungi kesehatan masyarakat dan menciptakan lingkungan yang sehat, nyaman, dan bebas dari asap rokok.

Bupati Rudi Maesyal juga menegaskan bahwa dirinya sebagai perokok tetap mendukung penuh Perda KTR demi kesehatan bersama. Ia berharap dengan adanya penegakan aturan yang jelas dan komitmen bersama, masyarakat akan lebih sadar mengenai bahaya rokok.
PURBA#RED

Postjktc.com Tangerang Berdasarkan hasil data sensus yang dilakukan pemerintah, Angka Kematian Ibu (AKI) di Indonesia masih menjadi masalah serius. Berdasarkan data Sensus Penduduk tahun 2020, AKI di Indonesia mencapai 189 per 100.000 kelahiran hidup. Dinas kesehatan kabupaten Tangerang terus berupaya untuk menekan dan menurunkan aki akb di Kabupaten Tangerang melalui program penurunan aki akb, dengan menyelenggarakan workshop supervisi PENYELIAAN FASILITATIF bagi BIKOR / Bidan Koordinator Puskesmas di Kabupaten Tangerang.

Bidan koordinator merupakan tenaga kesehatan atau garda terdepan di puskesmas memiliki peran yang sangat penting dalam pelayanan kesehatan ibu dan anak, terutama dalam pencegahan kematian ibu hamil. Bidan koordinator yang ada di kabupaten Tangerang harus melakukan bimbingan dan arahan serta melaporkan ke pihak pihak terkait hususnya dinas kesehatan keadaan yang sebenarnya di lapangan. Ungkap Ibu Nuriya Gustina Timkes Propinsi Banten, keawak media postjakarta.com. Aspek penting terkait peran bidan koordinator seperti bekerja dalam segala Kondisi.
Bidan koordinator diharapkan mampu bekerja dalam berbagai kondisi dan siap mengambil keputusan cepat dan tepat dalam situasi kritis. Dapat bekerja Sama dengan pihak pihak lain seperti berkordinasi dengan pihak kecamatan maupun desa.
Bidan koordinator harus bisa bekerja sama dengan pihak-pihak lain seperti kecamatan dan masyarakat umum untuk meningkatkan pelayanan kesehatan.
Dalam pencegahan kematian ibu hamil, bidan diharapkan menjadi garda terdepan dalam penyelamatan ibu dan bayi.

Dalam penyuluhan yang diberikan Nuriya Gustina narasumber dari dinas kesehatan provinsi Banten menegaskan
profesionalisme dalam menjalankan tugas, menjadi tolak ukur keberhasilan program.
Bidan juga harus profesional dalam menjalankan tugas-tugasnya untuk memastikan pelayanan kesehatan yang optimal.
Program yang Mendukung Peran Bidan Koordinator
Program Perencanaan Persalinan dan Pencegahan Komplikasi (P4K). Program ini bertujuan meningkatkan cakupan dan mutu pelayanan kesehatan bagi ibu hamil dan bayi baru lahir melalui peningkatan peran aktif keluarga dan masyarakat dalam merencanakan persalinan yang aman dan persiapan menghadapi komplikasi.
Dengan peran yang strategis dan profesionalisme dalam menjalankan tugas, bidan koordinator dapat memberikan kontribusi signifikan dalam menurunkan angka kematian ibu hamil dan meningkatkan kesehatan ibu dan anak.
Dr. Tri Wulandari Ketua Tim Kerja kesehatan keluarga dinas kesehatan kabupaten Tangerang kegiatan ini merupakan kegiatan untuk meningkatkan kapasitas bidan koordinator di puskesmas sehingga para bikor memiliki kompetensi dan pengetahuan yg sama dalam rangka memberikan pelayanan kebidanan di pusat kesehatan masyarakat tingkat kecamatan maupun desa.
Red. Postjktc/ purba
Tangerang, POSTJKT.COM.
Tangerang 20 Agustus 2025, Diare merupakan kondisi ketika anak buang air besar tiga kali atau lebih dalam sehari dengan konsistensi cair.
Diare masih menjadi salah satu penyebab utama kematian anak usia 12 hingga 59 bulan di Indonesia.
Setiap tahunnya, ribuan anak meninggal akibat dehidrasi dan komplikasi yang timbul dari diare yang tidak ditangani dengan baik..
Selain menyebabkan hilangnya cairan tubuh secara cepat, diare juga bisa mengganggu penyerapan nutrisi, menyebabkan berat badan turun, hingga memperburuk kondisi gizi anak.
Diare terbagi menjadi beberapa jenis berdasarkan durasinya.
Diare akut terjadi dalam waktu kurang dari 7 hari, diare berkepanjangan berlangsung 8 hingga 13 hari, sedangkan diare kronis atau persisten terjadi selama 14 hari atau lebih.
Dari segi bentuk, diare dibagi menjadi diare cair dan diare berdarah, yang biasanya disebabkan oleh infeksi bakteri tertentu.
Gejala diare pada anak umumnya meliputi frekuensi buang air besar yang meningkat, bentuk tinja yang cair atau berair, dan terkadang disertai lendir atau darah.
Anak juga bisa mengalami demam, kembung, mual, muntah, nyeri perut, tidak nafsu makan, dan dalam kasus berat — tampak sangat lemas karena kehilangan banyak cairan.
Jika gejala ini disertai dengan tanda dehidrasi seperti mulut kering, mata cekung, atau tangisan tanpa air mata, maka kondisi anak harus segera ditangani.
Penyebab diare pada anak paling sering adalah infeksi virus, terutama rotavirus yang menyerang anak usia di bawah 5 tahun. Selain itu, bakteri seperti Shigella dan Salmonella, serta parasit juga dapat menjadi pemicu.
Diare juga bisa disebabkan oleh keracunan makanan atau penggunaan antibiotik yang tidak tepat.
Penularannya terjadi melalui makanan atau minuman yang terkontaminasi, tangan yang tidak bersih, serta melalui perantara seperti lalat.
Beberapa faktor risiko yang meningkatkan kemungkinan anak terkena diare antara lain tidak mendapatkan ASI eksklusif, pemberian makanan pendamping ASI (MPASI) yang terlalu dini.
Kebiasaan makan yang tidak higienis, sanitasi lingkungan yang buruk, serta kurangnya akses terhadap air bersih dan jamban sehat.
Anak yang mengalami gizi buruk, memiliki daya tahan tubuh rendah, atau sedang menderita penyakit kronis juga lebih rentan terkena diare dan komplikasinya.
Penanganan diare yang tepat dapat mencegah terjadinya dehidrasi dan kematian.
Prinsip penanganan yang direkomendasikan adalah LINTAS DIARE yang mencakup: pemberian zinc selama 10 hari, oralit untuk menggantikan cairan tubuh.
Nasihat kepada orang tua tentang tanda bahaya, pemberian antibiotik secara selektif hanya bila diperlukan, serta melanjutkan pemberian ASI dan makanan.
Zinc sangat penting karena membantu mempercepat pemulihan usus dan meningkatkan daya tahan tubuh.
Oralit, yang merupakan campuran garam dan gula, mampu menggantikan cairan tubuh yang hilang dengan cepat.
Orang tua perlu mewaspadai tanda-tanda bahaya diare yang menandakan anak membutuhkan perawatan segera di fasilitas kesehatan. Tanda bahaya tersebut meliputi:
Anak tampak sangat haus, lemas, atau tidak mau minum, Muntah berulang terus-menerus
Demam tinggi, Tinja berdarah, Buang air besar semakin sering, Anak tidak mau makan atau minum
Anak tampak mengantuk berlebihan atau kesadaran menurun, Tidak membaik dalam waktu 3 hari (untuk diare biasa), atau 2 hari (untuk diare berdarah)
Jika satu atau lebih tanda tersebut muncul, anak harus segera dibawa ke fasilitas kesehatan terdekat agar mendapatkan penanganan yang tepat.
Pencegahan diare sangat bergantung pada perilaku hidup bersih dan sehat. Beberapa langkah yang terbukti efektif meliputi pemberian ASI eksklusif hingga usia 6 bulan, imunisasi rotavirus dan campak.
Mencuci tangan dengan sabun, memasak makanan dan air hingga matang, serta menggunakan jamban untuk buang air besar. Selain itu, penting untuk selalu menjaga kebersihan lingkungan dan alat makan anak.
Dengan penanganan dan pencegahan yang tepat, sebagian besar kasus diare pada anak dapat sembuh tanpa komplikasi serius.
Edukasi kepada orang tua dan pengasuh tentang cara mengenali tanda bahaya, memberikan cairan dan makanan yang cukup.
Serta kapan harus membawa anak ke fasilitas kesehatan, adalah kunci utama dalam menurunkan angka kesakitan dan kematian akibat diare di Indonesia.
Segera periksa ke dokter atau fasilitas kesehatan jika ada keluarga yang merasakan gejala diare, agar bisa dilakukan pemeriksaan lebih lanjut dan penanganan yang tepat. Poliklinik Anak hadir di RSUD Tigaraksa pada jadwal berikut :
Nama Dokter, Hari Layanan, Jam Pelayanan
dr. Qeis Ramadhan, Sp.A
Senin, Rabu & Jum’at, 08.00 s.d 12.00
dr. Radot Sihombing, Sp.A
Selasa & Kamis, 08.00 s.d 12.00
Untuk informasi lengkap terkait layanan dan fasilitas RSUD Tigaraksa masyarakat dapat menghubungi call center RSUD Tigaraksa pada nomor 0852-1361-7014 serta mengakses informasi melalui Instagram resmi RSUD Tigaraksa (@rsud.tigaraksa) dan website (rsudtigaraksa.tangerangkab.go.id)
Dengan tata nilai “TERBAIK”, RSUD Tigaraksa terus berkomitmen memberikan layanan kesehatan terbaik untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat kabupaten Tangerang.
Red. Switno Purba// publikasi rsud//tigaraksa.
POSTJKT. COM TANGERANG–Hepatitis adalah penyakit peradangan pada organ hati yang bisa disebabkan oleh infeksi virus, konsumsi alkohol berlebihan, atau paparan bahan kimia tertentu. Jika tidak ditangani dengan baik, hepatitis bisa menyebabkan kerusakan hati permanen bahkan kematian. Di Indonesia, hepatitis masih menjadi masalah kesehatan masyarakat karena banyak yang tidak menyadari dirinya sudah terinfeksi.
Gejala Hepatitis
Gejala hepatitis bisa berbeda-beda, tergantung jenis dan tingkat keparahannya. Beberapa orang bahkan tidak merasakan gejala sama sekali. Namun, secara umum, gejala yang sering muncul antara lain:
Badan terasa lemas atau mudah lelah
Mual, muntah, dan kehilangan nafsu makan
Nyeri perut, terutama di bagian kanan atas
Warna urin menjadi gelap seperti teh
Warna mata dan kulit menguning (ikterus)
Buang Air Besar berwarna pucat
Jika gejala ini muncul, sebaiknya segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan.
Penyebab Hepatitis
Penyebab utama hepatitis adalah infeksi virus. Lima jenis virus hepatitis yang umum dikenal yaitu hepatitis A, B, C, D, dan E.
Hepatitis A dan E biasanya ditularkan melalui makanan dan minuman yang terkontaminasi.
Hepatitis B, C, dan D lebih sering ditularkan melalui darah, hubungan seksual tidak aman, atau dari ibu ke bayi saat melahirkan.
Selain itu, hepatitis juga bisa disebabkan oleh konsumsi alkohol jangka panjang, efek samping obat tertentu, atau gangguan autoimun (sistem kekebalan tubuh menyerang hati).
Faktor Risiko
Beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang terkena hepatitis antara lain:
Tidak menjaga kebersihan makanan dan minuman
Berbagi jarum suntik atau alat cukur
Melakukan hubungan seksual berisiko tanpa kondom
Tidak mendapat vaksin hepatitis
Bekerja di lingkungan medis tanpa pelindung yang memadai
Memiliki anggota keluarga yang terinfeksi hepatitis
Penanganan Hepatitis
Penanganan hepatitis tergantung dari jenisnya:
Hepatitis A dan E biasanya akan sembuh sendiri, cukup dengan istirahat, makan sehat, dan banyak minum air.
Hepatitis B dan C bisa berkembang menjadi kronis. Untuk itu, pengobatan dengan obat antivirus sangat diperlukan agar virus ditekan dan kerusakan hati dicegah.
Pemeriksaan darah dan fungsi hati secara rutin sangat penting untuk memantau perkembangan penyakit.
Pencegahan Hepatitis
Langkah-langkah pencegahan hepatitis yang bisa dilakukan antara lain:
Vaksinasi: Hepatitis A dan B bisa dicegah dengan vaksin yang aman dan efektif.
Menjaga kebersihan makanan dan minuman
Menghindari penggunaan jarum suntik bersama
Melakukan hubungan seksual yang aman dan sehat
Menghindari konsumsi alkohol berlebihan
Rajin memeriksakan kesehatan, terutama bagi kelompok berisiko
Jika mengalami gejala Hepatitis, segera lakukan pemeriksaan di Poliklinik Penyakit Dalam RSUD Tigaraksa pada jadwal berikut :
Nama Dokter
Hari Layanan
Jam Pelayanan
dr. Pradipto Utomo, Sp.PD
Senin & Rabu
08.00 s.d 12.0
dr. Arini Nurlela, Sp.PD
Selasa, Kamis & Jum’at
08.00 s.d 12.00
Untuk informasi lengkap terkait layanan dan fasilitas RSUD Tigaraksa masyarakat dapat menghubungi…
call center RSUD Tigaraksa pada nomor 0852-1361-7014
serta mengakses informasi melalui
Instagram resmi RSUD Tigaraksa (@rsud.tigaraksa) dan
website (rsudtigaraksa.tangerangkab.go.id)
Dengan tata nilai “TERBAIK”, RSUD Tigaraksa terus berkomitmen memberikan layanan kesehatan terbaik untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat kabupaten Tangerang.
Red. Postjkt.com/sp/Humas RSUD TIGARAKSA
Postjkt.com Tangerang, Dihimpun dari berbagai sumber berita online dan media sosial, Oknum pekerja proyek pembangunan musolah bernilai Miliyaran di RSUD Balaraja bersikap ‘Koboy’ dihadapan sejumlah wartawan saat melaksanakan kegiatan liputan atas pekerjaan proyek tersebut, Sabtu, 2 Agustus 2025.
Aksi arogan /Koboy oknum pekerja yang diketahui sebagai pelaksana proyek dari PT. Demes Karya Indah melarang keras wartawan untuk meliput, mewawancarai dan lainnya bahkan hampir melukai seorang dan menarik paksa seorang jurnalis online berinisial B.
“Sangat brutal dan arogan tindakan Koboy oknum tersebut, melarang wartawan memasuki areal RSUD padahal ini adalah fasilitas umum untuk publik. Saya akan melaporkan tindakan keji oknum pekerja proyek ini ke Polresta Tangerang dilantarankan melukai tupoksi jurnalis yang lagi bertugas dilapangan, RSUD BALARAJA . Agar tidak ada yang pelihara preman dilingkup kerja pelayan kesehatan mereka,”tegas Dewa Rey selaku ketua Media Center Balaraja.
Sesuai dengan keterangan Humas RSUD Balaraja, Dr. Aang saat dikonfirmasi menyampaikan bahwa sudah dilakukan perdamaian antara oknum pelaksana dengan salah satu wartawan yang di fasilitasi oleh aparat kepolisian sektor Balaraja saat itu juga dengan bertujuan agar kedua belah pihak dapat saling menghargai dan memahami masing-masing tugas fungsi.

“Menjadi pengalaman yang baik kedepannya agar keduanya bisa saling menghargai, Alhamdulillah sudah saling memaafkan pak,”jelas Humas RSUD Balaraja.
Terpisah, Hendra Tarmizi selaku kepala Dinas Kesehatan kabupaten Tangerang yang baru menjabat beberapa Minggu lalu telah mengetahui pasca keributan di proyek RSUD Balaraja dengan menyarankan agar Dirut RSUD Balaraja segera mengambil tindakan responsif yang positif.
“Sebaiknya koordinasi dengan direktur RSUD karena pelaksanaan ada disana, Tapi saya juga infokan ke beliau,”singkat kadis Dinkes.
Sampai dengan diterbitkannya informasi publik ini, pihak direktur RSUD belum dapat dimintai keterangannya.
Kasus perlakuan kekerasan terhadap jurnalis di Kabupaten Tangerang kembali menjadi sorotan. Salah seorang jurnalis senior Supriadi atau yang lebih populer disapa Bonai mengalami perlakuan kasar, yang diduga melibatkan oknum pengusaha proyek.
Bonai menceritakan kronologinya, ketika ia bersama enam rekan jurnalis sedang melakukan tugas kontrol sosial di lokasi pengerjaan pembangunan Musholla Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Balaraja, pada sabtu 02 Agustus 2025.
Lantas sesaat di lokasi, Bonai bertemu dengan salah seorang oknum inisial RS yang mengaku Direktur di PT Demes Karya Indah sebagai pelaksana kegiatan pembangunan Musholla RSUD Balaraja. Namun oknum tersebut justru malah melarang para jurnalis masuk ke area proyek.
“Niat kami kan sedang melakukan tugas kontrol sosial di proyek tersebut, ada enam orang rekan dari Jayanti, pas kami konfirmasi, dia (oknum) gak terima sama kedatangan kami, intinya kami dilarang masuk lah ke pekarangan orang lain”, kata Bonai saat dihubungi langsung awak media di hari yang sama. Dikutip dari online desak news.
(Red)
POSTJKT.COM – Tangerang, 4/8/2025 Kementerian komunikasi dan digital melaksanakan kick off Pemeriksaan Kesehatan Gratis (PKG) Usia Sekolah di SMP Penabur Gading Serpong Kabupaten Tangerang. Bersama Mentri komdigi Meutia Hafid didampingi Gubernur Banten Adra Sony dan Wabup Ibu Intan Nurul Hikmah . Program ini terselenggara dengan baik atas kerjasama dengan dinas kesehatan kabupaten Tangerang dan PUSKEMAS kecamatan kelapa dua di dampingi oleh Wakil Bupati Intan Nurul Hikmah, dan Kepala dinas kesehatan dr.Hendra Tarmizi.

Dalam rangka mendukung program presiden, Kabupaten Tangerang melaksanakan kick off PKG usia sekolah yang sebelumnya kab. Tangerang sudah melaksanakan launching di SMKN 4 Tangerang. Senin 4/8/2025. Melalui dinas kesehatan kabupaten Tangerang yang dilaksanakan lasung bersama Bupati kabupaten Tangerang Rudi Maysal.
Program Pemeriksaan Kesehatan Gratis (PKG) Usia Sekolah di SMPK Penabur Gading Serpong, Kabupaten Tangerang, merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk meningkatkan kesehatan siswa sekolah. Berikut beberapa detail tentang program ini.
Adapun tujuan Program, Mengidentifikasi risiko penyakit sejak dini sehingga bisa dicegah atau diobati segera.
Jenis Pemeriksaan.
– Untuk siswa SD (7-12 tahun): pemeriksaan telinga, mata, gigi, jiwa, gizi, dan hepatitis B.
– Untuk siswa SMP (13-15 tahun): pemeriksaan telinga, mata, gigi, jiwa, gizi, hepatitis B dan C, tekanan darah, serta anemia pada remaja putri.
Program ini dilaksanakan di sekolah-sekolah pada tahun ajaran baru, yaitu bulan Juli 2025.
– Sasaran: Seluruh siswa sekolah, mulai dari SD hingga SMA/SMK/MA.

Mentri Meutya Hafid mengukapakan Manfaat: Program ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran akan pentingnya kesehatan dan mendeteksi penyakit sejak dini.
Dalam pelaksanaannya, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) bekerja sama dengan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah untuk meluncurkan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) di sekolah-sekolah. Program ini merupakan salah satu prioritas utama Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin.
Red. Posjkt.com // switno
POSTJKT. COM TANGERANG- dr. Titah Rahayu, Sp. K.J Spesialis Kedokteran Jiwa. Dalam literasinya menjelaskan,
Depresi Akibat Narkoba : Bahaya yang Tak Terlihat
Apa itu Depresi?
Depresi adalah gangguan mental yang ditandai dengan rasa sedih terus menerus, kehilangan minat terhadap aktivitas sehari-hari, merasa putus asa, serta bisa disertai, perubahan tidur, nafsu makan dan pikiran untuk menyakiti diri sendiri. Ini bukan sekedar ‘ sedih biasa’- depresi bisa mempengaruhi cara seseorang berfikir, merasakan dan menjalani kehidupan sehari-hari.
Bagaimana Narkoba Menyebabkan Depresi?
Penyalahgunaan narkoba dapat menyebabkan atau memperparah depresi dengan beberapa cara.
1. Kerusakan Fungsi Otak
Narkoba mengganggu keseimbangan zat kimia yang dinamakan neurotransmitter dibagian sistim Limbik otak yang berperan sebagai pusat emosi. Neurotransmitter yang berperan trutama adalah serotonin dan dopamine di jalur Dopamine Pathway yang dihubungkan adanya kecanduan Narkoba.
2. Ketergantungan dan Putus Zat
Saat seseorang sudah ketergantungan narkoba dan berusaha berhenti, tubuh dan otak mengalami kondisi yang di sebut ” Withdrawl” ( sakau atau putus zat). Gejalanya bisa berupa cemas, gelisah, gangguan tidur dan depresi berat. Hal inilah yang menbuat para pecandu narkoba yang kembali mengalami keinginan para pecandu untuk mengkonsumsi narkoba. Bila pecandu memiliki keinginan kuat untuk berhenti namun tidak dibantu oleh tenaga medis, hal ini menjadi sulit dan membuat pecandu frustasi dan memperparah kondisi depresi.
3. Masalah Sosial dan Emosional
Penyalahgunaan narkoba sering kali menyebabkan masalah keluarga, hubungan dengan orang lain, putus sekolah, kehilangan pekerjaan atau bahkan masalah hukum akibat konsekuensi dari prilaku yang tidak terkendali karena pemakaian dan tidak memiliki harapan. Kondisi ini yang memperbesar resiko pecandu mengalami depresi.
Gejala Depresi pada Pengguna Narkoba
Jika seseorang mengalami satu atau lebih dari gejala ini dalam waktu cukup lama (lebih dari dua minggu) bisa jadi itu adalah tanda depresi :
- Selalu merasa sedih, kosong atau tidak bersemangat.
- Kehilangan minat pada hal hal yang biasanya menyenangkan.
- Gangguan tidur ( sulit tidur atau tidur berlebihan)
- Merasabtidak berguna atau bersalah tampa alasan yang jelas.
- Kehilangan nafsu makan atau justru makan berlebihan
- Sulit konsentrasi atau mengambil keputusan
- Pikiran untuk menyakiti diri sendiri atau bunuh diri.
Pentingnya Penanganan Sejak Dini
Jika depresi akibat penyalahgunaan narkoba 💊💉 tidak ditangani dengan benar, hal ini dapat menimbulkan dampak jangka panjang seperti ganguan jiwa berat, adanya percobaan bunuh diri dan kerusakan permanen pada sistem saraf otak. Maka dari itu, tatalaksana secara menyeluruh harus dilakukan. Tatalaksana tersebut berupa:
- Konsultasi ketenangan kesehatan ( Psikiater, Psikolog, konselor, tenaga terlatih) yang berpraktik difasilitas kesehatan dengan tujuan memudahkan untuk lepas dari penyalahgunaan narkoba.
- Menjalani rehabilitasi
- Memeberikan dukungan psikologis serta sosial dari keluarga serta sosial dan keluarga, lingkungan dan sistem kesehatan.
Jika kamu atau orang terdekamu mengalami gejala depresi atau kecanduan narkoba, jangan ragu untuk mencari bantuan profesional kesehatan, agar bisa dilakukan pemeriksaan lebih lanjut dan penanganan yang tepat. Polikilinik kedokteran Jiwa hadir di RSUD Tigaraksa pada jadwal berikut :
Nama Dokter :
dr. Titah Rahayu, Sp.
Hari layanan :
Selasa dan kamis
Jam Pelayanan
08.00 s.d 12.00
Untuk informasi lengkap terkait layanan dan fasilitas RSUD TIGARAKSA masyarakat dapat menghubungi Call Center RSUD Tigaraksa (@rsud.tigaraksa) dan website (rsudtigaraksa.tangerangkab.go.id)
Dengan tata nilai “TERBAIK”, RSUD TIGARAKSA terus berkomitmen memberikan layanan kesehatan terbaik untuk meningkatkan derajat kesehatan Kabupaten Tangerang.
Red. switno purba/ RSUD Tigaraksa.
TIGARAKSA | POSTJKTC.COM
Gigitan ular berbisa adalah salah satu kondisi kedaruratan yang disebabkan oleh gigitan hewan yang cukup sering ditemukan.
Di Negara Indonesia (Tropis) , kasus gigitan ular cukup tinggi, di perkirakan sekitar 135.000 kasus setiap tahunnya.
Sebagian besar gigitan terjadi di daerah pedesaan dan dialami oleh orang yang bekerja di luar ruangan seperti petani. Gigitan ular berbisa dapat menyebabkan masalah serius seperti kecacatan ekstremitas hingga kematian.
Jenis-jenis ular berbisa/beracun di Negara Indonesia memiliki lebih dari 350 jenis ular, dan sekitar 77 di antaranya berbisa. Beberapa ular berbisa yang umum ditemukan adalah ular kobra, ular tanah, dan ular weling.
Di Indonesia bagian timur, ada juga ular putih dan death adder yang berbahaya dengan tingkat kematian tinggi.
Tidak semua “bisa ular” memiliki penawar (antivenom) yang tersedia di Indonesia, jadi mengenali jenis ular yang menggigit sangat penting dalam penanganan.
Ciri-ciri ular berbisa :
– Bentuk kepala segitiga
– pupil mata bentuk elips vertikal
– warna terang
– Bekas gigitan berupa dua titik taring.

Gejala-gejala yang diakibatkan gigitan ular bisa berbeda-beda, tergantung jenis bisa ularnya.
Gejala lokal berupa pembengkakan di area gigitan, perdarahan lokal, kematian jaringan hingga kelumpuhan anggota gerak.
Gejala sistemik sering ditemukan perdarahan spontan dari mulut dan hidung, penurunan kesadaran, dan depresi pernafasan.
Penanganan Pertama yang Harus Dilakukan, Jika seseorang tergigit ular, hal pertama yang harus dilakukan adalah menjauh dari ular dan segera membawa pasien ke fasilitas kesehatan.
Jika memungkinkan foto atau ingat bagaimana bentuk dan warna ular.
Bagian tubuh yang tergigit sebaiknya tidak digerakkan dan ditopang agar tetap diam (disebut imobilisasi).
Hindari mengisap bisa, memotong luka, atau mengikat terlalu erat karena bisa memperparah kondisi.
Segera bawa korban ke fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapat penanganan dan pemberian SABU (Serum Anti Bisa Ular) jika diperlukan.
Pembedahan Pada Kasus Gigitan Ular, Peran tindakan pembedahan pada kasus gigitan ular adalah sebagai tindakan profilaksis / prevensi terhadap kerusakan tungkai lebih lanjut.
Seperti tindakan debridement , fasciotomy dan perawatan luka gigitan, serta sebagai tindakan terapeutik terhadap kerusakan tungkai yang sudah terjadi seperti tindakan amputasi pada tungkai yang mengalami gangren.
Poliklinik Bedah RSUD Tigaraksa tersedia pada jadwal berikut ini:
Nama Dokter Hari Layanan dan Jam Pelayanan
dr. Pasarella Sitanggang, M.Kes, Sp.B Selasa & Kamis 08.00 s.d 12.00
dr. Fahad Hasan, Sp.B
Senin, Rabu & Jum’at 08.00 s.d 12.00
Untuk informasi lengkap terkait layanan dan fasilitas RSUD Tigaraksa masyarakat dapat menghubungi :
Call center RSUD Tigaraksa pada nomor :
0852-1361-7014
serta mengakses informasi melalui Instagram resmi RSUD Tigaraksa (@rsud.tigaraksa) dan website (rsudtigaraksa.tangerangkab.go.id)
Dengan tata nilai “TERBAIK”, RSUD Tigaraksa terus berkomitmen memberikan layanan kesehatan terbaik untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat kabupaten Tangerang.
Red // postjkt.com //Sumber RSUD Tigaraksa Tenaga Medis.


