mgid.com, 748800, DIRECT, d4c29acad76ce94f
WARTAWAN DENGAN PELAKSANA PROYEK PEMBANGUN MUSOLAH RSUD BAKU HANTAM?

WARTAWAN DENGAN PELAKSANA PROYEK PEMBANGUN MUSOLAH RSUD BAKU HANTAM?

Postjkt.com  Tangerang, Dihimpun dari berbagai sumber berita online dan media sosial, Oknum pekerja proyek pembangunan musolah  bernilai Miliyaran di RSUD Balaraja bersikap ‘Koboy’ dihadapan sejumlah wartawan saat melaksanakan kegiatan liputan atas pekerjaan proyek tersebut, Sabtu, 2 Agustus 2025.

Aksi arogan /Koboy oknum pekerja yang diketahui sebagai pelaksana proyek dari PT. Demes Karya Indah melarang keras wartawan untuk meliput, mewawancarai dan lainnya bahkan hampir melukai seorang  dan menarik paksa seorang jurnalis online berinisial B.

“Sangat brutal dan arogan tindakan Koboy oknum tersebut, melarang wartawan memasuki areal RSUD padahal ini adalah fasilitas umum untuk publik. Saya akan melaporkan tindakan keji oknum pekerja proyek ini ke Polresta Tangerang dilantarankan melukai tupoksi jurnalis yang lagi bertugas dilapangan, RSUD BALARAJA . Agar tidak ada yang pelihara preman dilingkup kerja pelayan kesehatan mereka,”tegas Dewa Rey selaku ketua Media Center Balaraja.

 

 

 

Sesuai dengan keterangan Humas RSUD Balaraja, Dr. Aang saat dikonfirmasi menyampaikan bahwa sudah dilakukan perdamaian antara oknum pelaksana dengan salah satu wartawan yang di fasilitasi oleh aparat kepolisian sektor Balaraja saat itu juga dengan bertujuan agar kedua belah pihak dapat saling menghargai dan memahami masing-masing tugas fungsi.

 

 

 

Wartawan baju kotak kotak baju putih pelaksanaan proyek 

 

 

 

 

 

 

“Menjadi pengalaman yang baik kedepannya agar keduanya bisa saling menghargai, Alhamdulillah sudah saling memaafkan pak,”jelas Humas RSUD Balaraja.

Terpisah, Hendra Tarmizi selaku kepala Dinas Kesehatan kabupaten Tangerang yang baru menjabat beberapa Minggu lalu telah mengetahui pasca keributan di proyek RSUD Balaraja dengan menyarankan agar Dirut RSUD Balaraja segera mengambil tindakan responsif yang positif.

“Sebaiknya koordinasi dengan direktur RSUD karena pelaksanaan ada disana, Tapi saya juga infokan ke beliau,”singkat kadis Dinkes.

Sampai dengan diterbitkannya informasi publik ini, pihak direktur RSUD belum dapat dimintai keterangannya.

 

Kasus perlakuan kekerasan terhadap jurnalis di Kabupaten Tangerang kembali menjadi sorotan. Salah seorang jurnalis senior Supriadi atau yang lebih populer disapa Bonai mengalami perlakuan kasar, yang diduga melibatkan oknum pengusaha proyek.

Bonai menceritakan kronologinya, ketika ia bersama enam rekan jurnalis sedang melakukan tugas kontrol sosial di lokasi pengerjaan pembangunan Musholla Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Balaraja, pada sabtu 02 Agustus 2025.

Lantas sesaat di lokasi, Bonai bertemu dengan salah seorang oknum inisial RS yang mengaku Direktur di PT Demes Karya Indah sebagai pelaksana kegiatan pembangunan Musholla RSUD Balaraja. Namun oknum tersebut justru malah melarang para jurnalis masuk ke area proyek.

“Niat kami kan sedang melakukan tugas kontrol sosial di proyek tersebut, ada enam orang rekan dari Jayanti, pas kami konfirmasi, dia (oknum) gak terima sama kedatangan kami, intinya kami dilarang masuk lah ke pekarangan orang lain”, kata Bonai saat dihubungi langsung awak media di hari yang sama. Dikutip dari online desak news.

 

(Red)