DESA SODONG MEWAKILI KABUPATEN TANGERANG,LOMBA DESA BERSIH

POSTJKTC.COM // Banten-Tangerang Tigaraksa Desa Sodong di Kecamatan Tigaraksa, Kabupaten Tangerang, Banten, berhasil masuk sebagai tiga besar dalam lomba desa tingkat Provinsi Banten tahun 2025. Jika lolos verifikasi lapangan, Desa Sodong akan mewakili Provinsi Banten pada lomba desa tingkat regional 1 dengan tema “Desa Tangguh Pangan, Wujudkan Ketahanan Pangan Nasional, Menuju Indonesia Emas”.

Desa Sodong dinilai memiliki keunggulan dalam beberapa aspek, seperti ΒΉ:
– *Keberagaman Budaya dan Toleransi*: Masyarakat Desa Sodong terdiri dari berbagai agama, seperti Islam, Kristen, Hindu, dan Konghucu, yang hidup harmonis dan bekerja sama untuk membangun desa.
– *Ketahanan Pangan*: Desa Sodong mengembangkan agrowisata untuk memanfaatkan potensi sumber daya alam sebagai model percontohan kedaulatan pangan lokal.
– *Pengembangan Desa*: Desa Sodong menunjukkan kemajuan dalam berbagai sektor, termasuk pertanian dan pariwisata.

Dengan masuk sebagai tiga besar lomba desa tingkat Provinsi Banten, Desa Sodong berpotensi menjadi wakil Provinsi Banten di tingkat regional 1. Tema “Desa Tangguh Pangan” sejalan dengan arah pembangunan nasional Indonesia yang digagas oleh Presiden Prabowo Subianto dalam konsep Asta Cita menuju Indonesia Emas 2045.

Pelantikan dpp knpi 2022 sampai 2025

Jakarta, postjkt.com —- Dewan Pengurus Pusat (DPP) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Periode 2022-2025 resmi dilantik, Sabtu malam (16/7) di Jakarta. Sejumlah program strategis siap dilaksanakan sebagai bagian dari upaya penguatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) pemuda Indonesia.
Ketua Umum (Ketum) DPP KNPI, Muhammad Ryano Panjaitan mengatakan, garis program organisasi ke depan adalah bagaimana melahirkan para aktivis yang mampu beradaptasi dengan kemajuan teknologi informasi, dan perkembangan ekonomi kreatif. Itu tak lepas dari kian pesatnya penetrasi dunia digital di segala aspek kehidupan.
β€œKita semua memasuki era disrupsi teknologi. Momen di mana terjadi perubahan fundamental akibat perkembangan sistem teknologi digital,” ujar Ryano kepada wartawan, di sela-sela acara pelantikan di Jakarta, Sabtu malam (16/7).Maka dari itu, visi KNPI ke depan dituangkan dalam satu gagasan besar bernama β€˜ActivistPreneur’. Bagaimana mencetak serta melahirkan aktivis yang memiliki kemandirian secara ekonomi melalui gerakan entrepreneurship.
β€œLangkah konkretnya seperti apa? Salah satunya membangun sinergi dengan para stakeholder. Itu yang kami lakukan, misalnya membangun kerjasama dengan Dekopin (Dewan Koperasi Indonesia), BP2MI (Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia) dan lembaga lainnya,” beber Alumnus Universitas Al-Azhar, Kairo, Mesir tersebut.
Turut hadir dalam kesempatan itu Anggota DPR RI Luluk Nur Hamidah, Kepala Badan Pelindungan Pekerja Migran IndonesiaΒ (BP2MI) Benny Ramdhani, hingga para mantan Ketua Umum DPP KNPI di antaranya Noer Fajrieansyah. Acara juga dihadiri ratusan pengurus KNPI daerah serta para pimpinan dan anggota organisasi kemasyarakatan pemuda (OKP) dan organisasi kemasyarakatan (Ormas).
Ryano memastikan pihaknya akan terus mengintensifkan kerja sama dengan para pemangku kepentingan. Serta menginventarisir seluruh potensi SDM organ pemuda di bawah naungan KNPI.
β€œInsya Allah kami segera launching juga sebuah Apps (Aplikasi) berbasis Android dan iOS. Nantinya seluruh pengurus, baik di pusat hingga daerah dibekali aplikasi ini. Mereka akan tahu update-update penting seputar program KNPI. Jadi lebih terorganisir dan mudah dalam berkoordinasi,” jelas dia.
Ryano menambahkan, kalau keberadaan aplikasi tersebut sebagai langkah serius KNPI, untuk merespon pentingnya pemberdayaan pemuda berbasiskan ekonomi kreatif digital.
β€œOuput-nya adalah mendukung kemandirian ekonomi dan menyongsong Indonesia Emas 2045,” pungkasnya

Red supriyadiΒ  postjkt.com

Akbp hari rosena baru menjabat kapolres kutai kartanegara, gelar press release kasus pembunuhan di muara leka.

Kukar .postjkt.com

Bertempat di ruang Kerjanya, Kapolres Kutai Kartanegara (Kukar) AKBP Hari Rosena didampingi Kasat Reskrim AKP Gandha Syah gelar press release pengungkapan kasus pembunuhan, Jum’at (8/7/22).

Kapolres Kukar menjelaskan Longginus Hada (31) menghabisi nyawa anak dan istrinya dengan cara menusukkan pisau belati sebanyak tiga kali ke tubuh mereka, lantaran tidak memiliki uang dan merasa tak sanggup lagi membiayai keduanya.

Kejadian pembunuhan yang sempat geger di Kutai Kartanegara (Kukar) ini bermula pada Senin (4/7/2022), sekira pukul 22.00 WITA.

Saat itu tersangka bersama sang istri Dominika Since (32) dan anaknya BD (3) pergi meninggalkan kamp Cendana PT JMS dengan tujuan pulang kampung ke Nusa Tenggara Timur (NTT) untuk berobat.

Dalam perjalanannya mereka juga sempat menginap di rumah mandornya. Keesokan harinya, Selasa (5/7/2022) sekira pukul 17.00 WITA.

Salah satu saksi yang sedang memancing melihat tersangka bersama istri dan anaknya berjalan mondar-mandir. Posisi mereka saat itu, tersangka berada di depan dan korban di belakangnya.

Kemudian, berdasarkan keterangan tersangka, beberapa jam setelahnya sekira pukul 21.00 WITA, mereka bertiga singgah di teras salah satu rumah warga.

Di teras tersebut, Dominika sempat memberikan uang sisa miliknya kepada suaminya untuk disimpan.

Entah bagaimana, sang suami lalu merasa sakit hati terhadap istrinya yang mengantarkan mereka pada percekcokkan. Tak berselang lama penusukan oleh suami terhadap istrinya pun terjadi begitu saja.

Tersangka menusuk istrinya sebanyak tiga kali menggunakan pisau badik sepanjang 20 sentimeter. Pertama pada bagian dada, lalu perut dan terakhir lengan tangan sebelah kanan.

Usai menghabisi nyawa istrinya, tersangka langsung berpindah target dan menusuk anaknya sebanyak tiga kali juga yakni pada bagian pipi kiri, leher sebelah kiri dan kanan korban.

β€œSetelah menusuk istrinya, tersangka langsung menusuk anaknya,” ungkap Kapolres Kukar, AKBP Hari Rosena.

Seperti tak terjadi apa-apa, usai membunuh istri dan anaknya, tersangka langsung kabur begitu saja untuk menghilangkan jejak. Diketahui tersangka akan melarikan diri ke Samarinda menuju pelabuhan.

β€œSetelah pembunuhan itu tersangka langsung melarikan diri,” ujarnya.

Kemudian pada Rabu (6/7/2022) sekira pukul 16.00 WITA mayat ibu dan anak itu ditemukan tergeletak begitu saja di teras rumah kosong.

Melihat adanya mayat tersebut, saksi Andrianus dan Lukas Tokan langsung melaporkan kejadian ini ke kepolisian.

Atas dasar laporan itu, Tim Alligator Satreskrim Polres Kukar bersama Unit Inafis langsung mendatangi TKP di Desa Muara Leka, Kecamatan Muara Muntai.

Dengan segera Tim Alligator melacak keberadaan tersangka. Tidak perlu waktu lama, polisi berhasil memperoleh keberadaan tersangka di KM 9 Kelurahan Jahab.

Upaya pencegatan dan penangkapan terhadap tersangka dikerahkan dengan maksimal. Akhirnya kurang dari 12 jam,

Polisi berhasil meringkus tersangka di KM 5 pada Kamis (7/7/2022) sekitar pukul 07.00 WITA.

Tersangka sempat melakukan perlawanan dan membuat anggota polisi harus menindaknya dengan tindakan tegas dan terukur.

Hingga tersangka mendapatkan luka tembak pada bagian betis sebelah kanan dan akhirnya dilarikan ke RSUD AM Parikesit untuk dilakukan tindakan medis.

β€œAlhamdulillah kasus ini dapat terungkap kurang dari 12 jam, mulai dari olah TKP sampai penangkapan.

Beberapa petugas kami mengalami luka-luka baik di kaki maupun di tangan karena yang bersangkutan berusaha melawan saat akan kami amankan,” jelas Kasatreskrim, AKP Gandha Syah Hidayat.

Sebagai informasi, tersangka dan korban merupakan pendatang dari luar pulau Kalimantan dan bekerja di salah satu perusahaan sawit.

Tindakan tersangka sendiri dilatarbelakangi faktor ekonomi. Dia merasa sudah tidak mampu membiayai istri dan anaknya.

β€œBeberapa kali tersangka dimintai uang sama istri dan anaknya. Tersangka juga buruh sawit,” tukas AKP Gandha.

Belakangan diketahui, sebelum insiden pembunuhan itu terjadi, sang anak sempat merengek dan menangis meminta makan karena kelaparan.

Setelahnya saksi melihat suami dan istri itu saling adu cekcok.

β€œSaksi mata di TKP melihat percekcokkan anaknya minta uang, mungkin untuk jajan untuk makan,” sebutnya.

Ada pun barang bukti yang berhasil diamankan berupa Β satu pisau badik gagang kayu warna coklat dengan sarung bertuliskan Kera Sakti Q129.

Satu lembar jaket jemper merk Vans warna biru dongker, satu tas ransel merk KING warna cokelat, satu tikar anyam.

Kemudian satu gendongan bayi warna ungu, satu tas selempang coklat, serta masing-masing sepatu milik dewasa dan anak-anak.

Gandha menambahkan telah memastikan tersangka tak menderita penyakit apa pun dan sepenuhnya sadar saat membunuh istri dan anaknya.

Atas perbuatannya tersangka disangkakan Pasal 338 KUHP dengan ancaman hukuman penjara paling lama 15 tahun.

β€œTidak ada, kami pastikan yang bersangkutan normal seperti manusia lain dan tidak ada kejanggalan,” tandasnya.

  • red,supriyadi/postjkt