Wajib Belajar? “kontradiksi telanjang yang bikin darah naik. UU bilang wajib belajar, tapi negara bikin rakyat susah sekolah”

 

POSTJKTC.COM | Jakarta _UU BILANG WAJIB BELAJAR, TAPI SEKOLAHNYA BOBROK: NEGARA MELAWAN UU-NYA SENDIRI..?

ATURAN TERTULIS: WAJIB BELAJAR ITU PERINTAH, BUKAN H imbauan..!

Dasar Hukum Bunyinya Artinya

UUD 1945 Pasal 31 Ayat 1-2 “Setiap warga negara berhak mendapat pendidikan” & “Pemerintah mengusahakan dan menyelenggarakan satu sistem pendidikan nasional” **Hak & kewajiban negara** nyediain sekolah.

 

UU 20/2003 Sisdiknas Pasal 6- “Setiap warga negara berusia 7-15 tahun wajib mengikuti pendidikan dasar” **WAJIB**. Ortu bisa dipidana kalau anak nggak sekolah.

 

UU 20/2003 Pasal 34 “Pemerintah dan pemda menjamin terselenggaranya wajib belajar minimal pada jenjang pendidikan dasar tanpa memungut biaya” -GRATIS + DIJAMIN?

Kesimpulan hukum*: Negara maksa anak sekolah. Tapi negara juga wajib dong sediain bangku, guru, WC layak. Nggak boleh ada alasan.

 

FAKTA LAPANGAN 2025-2026: WAJIB BELAJAR VS SARANA NERAKA

 

Ini yang terjadi di Kabupaten Tangerang & banyak daerah lain:

 

Wajib Masuk, Tapi WC Jebol?

Menurut undang undang Anak dipaksa masuk SD/SMP. Tapi sampai sekolah disambut kloset mampet, air mati, papan nama karatan. Anak perempuan haid nahan infeksi. Ini *melanggar Pasal 31 UUD 45, hak dapat pendidikan yang layak..?

 

2. Gratis di Kertas, Bayar di Lapangan?

UU bilang “tanpa memungut biaya”. Realita: BOS  jutaan cair, tapi ortu masih iuran buat “benerin ini itu beli kipas angin” Karena Rp62 juta “pemeliharaan” nggak jelas larinya. Ini  pungli terselubung.

 

Daya Tampung Minus, Anak Ditolak?

PPDB jebol tiap tahun. SMAN 1 Kab. Tangerang yang Zona Integritas aja cuma nampung 360 siswa. Pendaftar 2.100. Yang 1.740 anak mau dikemanain? Disuruh ke swasta bayar jutaan. Di mana “dijamin” nya?

 

PIP Disandera, Anak Miskin Bunuh diri?

 

“Kasus SMK Bina Putra Tapos diduga menahan  buku tabungan PIP Rp1,8 juta. Dugaan tersebut sudah ramai diportal brita online”

Anak miskin wajib sekolah, tapi haknya buat bertahan sekolah justru dimaling. Ini, bukankah negara gagal melindungi anak bangsa sendiri?

 

Menurut  pimpinan redaksi POSTJKTC.COM ,ini sangan BERTENTANGAN dengan sosialisasi yang dilakukan KCD Kabupaten Tangerang’ 100% YA !

 

Pemerintah rajin sosialisasi “Ayo Sekolah”, “Wajib Belajar 12 Tahun”, “Zona Integritas”. Tapi:

Sosialisasi Negara Realita Kontradiksi

“Sekolah Gratis” WC rusak, ortu iuran”

“Sarpras Standar Nasional” Papan nama karatan, 1 WC 80 siswa “Pelanggaran UU”

Papan Nama Sekolah Menengah Atas 

Ini bukan “sosialisasi gagal”. Ini “negara menipu rakyatnya sendiri”. Di satu sisi maksa anak sekolah pakai UU. Di sisi lain, negara ingkar janji sediain sarana.

 

SIAPA YANG SALAH? BUKAN RAKYAT..?

 

UU 20/2003 Pasal 7: “Orang tua berhak berperan serta… dan berkewajiban memberikan pendidikan dasar kepada anaknya”.

Tapi Pasal 11: “Pemerintah dan pemda “wajib” memberikan layanan dan kemudahan, serta menjamin terselenggaranya pendidikan yang bermutu”.

 

Apakah Kalau anak nggak sekolah karena miskin = salah ortu.

TUNTUTANNYA JELAS…

 

1. Hentikan pidana kan ortu kalau anaknya putus sekolah gara-gara sarana bobrok. Adili dulu Kadisdik & Bupati yang lalai.

2. Audit Sarpras Nasional, Berapa sekolah yang WC-nya masih 1:80? Umumkan. Itu bukti negara langgar UU.

3 .Pejabat Coba Sekolah 1 Minggu : Suruh Ahmad Suheri, Dadan Gandana, Bupati Maesyal Rasyid pakai WC sekolah karatan. Biar tahu rasanya “wajib belajar”.

4. Stop Sosialisasi Munafik: Jangan teriak “Ayo Sekolah” kalau cat papan nama aja negara nggak mampu.

 

PENUTUP : WAJIB BELAJAR TANPA SARANA = WAJIB MENDERITA..!!!!

 

Negara punya pistol UU untuk nembak rakyat yang nggak nyekolahin anak. Tapi negara nggak mau nembak dirinya sendiri saat gagal sediain sekolah layak.

 

Itu bukan wajib belajar. Itu  “wajib jadi korban”.

 

#WajibBelajarWajibLayak #NegaraLanggarUU #AuditSekolahBobrok

 

Red :;Purba