JK Murka: “Air Susu Kubalas, Air Tuba yang Kudapat!”
POSTJKTC.COM | Jakarta- Wajah Wakil Presiden RI ke-10 dan ke-12 Jusuf Kalla (JK) memerah. Dengan suara bergetar menahan amarah, ia akhirnya buka suara soal tuduhan keji Rismon Sianipar.
JK dituduh mendanai kasus dugaan ijazah palsu Presiden ke-7 RI Joko Widodo. Bagi JK, ini bukan sekadar fitnah. Ini “air susu dibalas air tuba”.
Dulu ia yang mengangkat Jokowi dari Wali Kota Solo ke panggung nasional. Dulu ia yang pasang badan. Kini, justru namanya diseret sebagai pendana kasus yang menikam Jokowi dari belakang.
Dalam keterangan jumpa persnya Jk tegas ungkapkan “Kasih tahu semua itu termul-termul itu! Jokowi jadi presiden karena saya!” seru JK, Jumat (17/4/2026). Matanya tajam.
JK membeberkan aib politik yang menurutnya sengaja dilupakan. “Saya yang bawa dia dari Solo ke Jakarta! Saya yang sodorkan namanya ke Ibu Megawati untuk Pilkada DKI!”
Pilkada DKI 2012 itu adalah tangga pertama. Dari sanalah Jokowi melesat jadi Presiden ke-7 RI, dengan JK di sampingnya sebagai Wapres. Jasa yang dulu diagungkan, kini dibalas tuduhan. “Sungguh tidak tahu terima kasih”, ungkapanya.
Lapor Balik, Lalu Diserang politi tidak lagi sehat?
Ledakan amarah JK ini pecah saat ditanya soal laporan polisi atas ceramahnya ‘mati syahid’ di UGM. Ditanya apakah merasa dipolitisasi, JK tersenyum kecut.
“Silakan nilai sendiri,” katanya. “Masalah ini baru muncul setelah saya laporkan Rismon Sianipar ke polisi. Setelah saya lawan fitnah soal ijazah itu.”
Bagi JK, waktunya terlalu pas untuk disebut kebetulan. Setelah ia melawan air tuba dengan jalur hukum, tiba-tiba ceramahnya ikut dipolisikan.
Perang dingin elite pun dimulai. Di satu sisi ada laporan JK terhadap Rismon. Di sisi lain, ada laporan terhadap JK. Keduanya kini sama-sama bergulir di meja penyidik.
—
Udah kayak naskah sinetron politikΒ , dalam pandangan jurnalistik posjkt.com. bagaikanΒ pertunjukan sinetron naling kundanng.
red.**






